Pilates selama ini identik dengan olahraga untuk memperbaiki postur tubuh, meningkatkan fleksibilitas, dan membentuk otot inti. Namun di balik manfaat fisiknya, pilates ternyata juga punya dampak positif untuk kesehatan mental, termasuk membantu meredakan stres yang sering kali tidak disadari banyak orang.
Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan masuk ke mode “fight or flight” yang memicu peningkatan hormon kortisol dan membuat tubuh terasa tegang. Kondisi ini bisa menyebabkan otot kaku, napas menjadi pendek, hingga sulit merasa rileks. Pilates hadir sebagai salah satu jenis latihan yang dapat membantu tubuh keluar dari kondisi tersebut melalui gerakan terkontrol dan teknik pernapasan yang teratur.
Instruktur pilates sekaligus pendiri studio pilates di New York, Aly Giampolo, menjelaskan bahwa pilates membantu seseorang lebih fokus pada tubuh dan pernapasan. Ketika seseorang berkonsentrasi pada gerakan yang dilakukan, pikiran cenderung teralihkan dari tekanan atau kecemasan yang sedang dirasakan.
Pilates juga dikenal sebagai bentuk latihan low-impact yang tidak terlalu membebani tubuh. Hal ini membuat olahraga tersebut cocok dilakukan oleh berbagai kalangan, termasuk pemula yang ingin mulai aktif bergerak tanpa latihan berintensitas tinggi.
Salah satu alasan pilates efektif mengurangi stres adalah karena latihan ini melibatkan teknik pernapasan dalam. Pola napas yang teratur dapat membantu menenangkan sistem saraf dan memberi sinyal pada tubuh untuk lebih rileks. Efek ini mirip seperti meditasi, di mana seseorang diajak untuk lebih hadir pada momen saat ini.
Selain itu, pilates membantu melepaskan ketegangan yang sering menumpuk di area tubuh tertentu seperti bahu, leher, dan punggung. Area-area tersebut biasanya menjadi tempat stres “tersimpan”, terutama bagi orang yang sering duduk terlalu lama atau bekerja di depan komputer sepanjang hari.
Gerakan pilates yang terstruktur juga dapat meningkatkan produksi endorfin, hormon yang berkaitan dengan rasa bahagia dan nyaman. Setelah sesi latihan selesai, banyak orang merasa mood mereka lebih baik dan tubuh terasa lebih ringan.
Tak hanya itu, melakukan pilates secara rutin dapat meningkatkan kualitas tidur. Ketika tingkat stres menurun dan tubuh terasa lebih rileks, seseorang biasanya lebih mudah tidur nyenyak di malam hari. Tidur yang berkualitas tentu berperan penting dalam menjaga kesehatan mental secara keseluruhan.
Meski begitu, pilates bukan solusi instan untuk menghilangkan stres sepenuhnya. Namun jika dilakukan secara konsisten dan dibarengi pola hidup sehat lainnya seperti tidur cukup, makan bergizi, dan mengelola emosi dengan baik, olahraga ini bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.
Jadi, jika selama ini kamu menganggap pilates hanya soal
membentuk tubuh ideal, mungkin sekarang saatnya melihat manfaat lainnya. Selain
membuat tubuh lebih kuat dan fleksibel, pilates juga bisa menjadi cara
sederhana untuk membantu pikiran terasa lebih tenang di tengah rutinitas yang
padat.
Muhammad Gustirha Yunas