Pendidikan adalah fondasi utama bagi kebangkitan sebuah wilayah pascamusibah. Ketika banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir tahun 2025 lalu, infrastruktur pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling lumpuh. Anak-anak kehilangan tempat belajar, buku-buku hancur, dan trauma mendalam menyelimuti warga
Di tengah duka tersebut, sebuah gerakan kemanusiaan dan kepedulian sosial yang dimotori oleh kreator konten sekaligus aktivis digital, Ferry Irwandi, hadir membawa beberapa harapan baru. Melalui inisiatif kolektifnya yang dikenal sebagai Malaka Project, aksi nyata dilakukan demi memberikan pendidikan anak-anak Aceh Tamiang ke bangku sekolah
Pendidikan di Sekolah Malaka Diberikan Secara Gratis
Sekolah Malaka dibangun sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang yang sempat melanda Aceh Tamiang. Ferry Irwandi bersama Malaka Project menggalang dukungan masyarakat untuk menghadirkan akses pendidikan bagi anak-anak yang terdampak bencana, sehingga mereka dapat kembali belajar tanpa terbebani biaya pendidikan.
Kini, sekolah tersebut telah resmi menerima peserta didik dan menjalankan aktivitas belajar mengajar. Pendidikan di Sekolah Malaka diberikan secara gratis, dengan harapan mampu menjadi solusi bagi keluarga yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas. Tidak hanya menyediakan ruang kelas, sekolah ini juga dirancang menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendorong perkembangan karakter anak-anak.
Berawal Tumpukan Tanah Jadi Tempat Belajar yang Indah
Melalui unggahannya di media sosial, Ferry Irwandi memperlihatkan perjalanan panjang pembangunan sekolah, mulai dari kondisi lahan yang masih berupa tumpukan tanah hingga berubah menjadi bangunan yang berdiri megah. Video tersebut menuai banyak apresiasi karena memperlihatkan hasil nyata dari donasi dan dukungan masyarakat yang selama ini mempercayai proyek tersebut.
Bagi Ferry, Sekolah Malaka bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda. Ia berharap sekolah ini dapat menjadi titik awal lahirnya lebih banyak inisiatif serupa di berbagai daerah yang membutuhkan akses pendidikan.
Peresmian Sekolah Malaka sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, relawan, dan berbagai pihak dapat menghasilkan perubahan yang nyata. Dari sebidang tanah kosong yang dulu tak banyak dilirik, kini berdiri sebuah sekolah yang dipenuhi tawa anak-anak dan semangat untuk belajar.
Kehadiran Sekolah Malaka membawa pesan sederhana namun kuat, pendidikan dapat menjadi jalan terbaik untuk membangun kembali harapan setelah bencana. Dari tumpukan tanah, kini tumbuh tempat yang memberi kesempatan baru bagi anak-anak Aceh Tamiang untuk mengejar cita-cita mereka. Panjang umur orang-orang baik dan sehat selalu Kamerad Ferry Irwandi!
Bayu Dewantara