Lomba lari Berlin Marathon yang digelar pada Minggu, 27 September di Jerman, tidak hanya diikuti oleh para atlet elit yang sudah berpengalaman di dunia lari, tetapi juga oleh banyak masyarakat umum dari penjuru dunia yang ikut meramaikan event maraton skala internasional ini, khususnya para artis dan influencer Indonesia. Terdapat enam nama figur publik dari Indonesia yang terbang jauh ke Berlin demi menyelesaikan misi mereka masing-masing dan sukses menjadi finisher dalam ajang tersebut.
Source: IDN Times
Dr. Tirta Kategori Full Marathon, Berhasil Mencatatkan Personal Best
dr. Tirta berhasil menuntaskan kategori full marathon (42 kilometer) dan berhasil memecahkan rekor pribadinya (personal best) dengan catatan 3 jam 55 menit, nyaris 4 jam.
Jenifer Bachdim, Kategori Full Marathon, Finish Bareng Sang Suami
Jenifer Bachdim, influencer yang memang terkenal gemar berolahraga, sukses menaklukkan Berlin Marathon. Ia mengungkapkan rasa bangganya dan memamerkan medali finisher yang ia dapatkan di akun Instagram pribadinya. Salah satu kunci suksesnya adalah ditemani langsung oleh sang suami tercinta, Irfan Bachdim, yang juga ikut berlari di ajang Berlin Marathon.
Hedi Yunus 5K dan Full Maraton
Hedi Yunus mengambil dua kategori berbeda pada ajang lomba lari ini, yaitu 5K dan maraton. Ia berhasil menjadi finisher di kategori 5K, namun harus DNF (did not finish) di kategori maraton karena mengalami masalah pada kakinya saat sedang berlari dan memutuskan untuk berhenti di km 30.
Ajeng Kamaratih Virgin Full Marathon, Jalani dengan Santai
Ajeng menjalani maraton perdananya di Berlin, yang biasa disebut “virgin marathon”. Ia menjalaninya dengan santai dan enjoy, bahkan menyapa banyak orang di sepanjang rute yang ia lalui serta mencicipi berbagai makanan yang tersedia di jalanan selama ia berlari.
Sheryl Sheinafia Momen Spesial Bertepatan dengan Rilis Album
Berlin Marathon menjadi momen spesial bagi Sheryl Sheinafia karena keikutsertaannya pada event ini bertepatan dengan perilisan album keempatnya. Ia berhasil menjadi finisher dengan catatan waktu yang berhasil diraih, yakni 4 jam 14 menit 18 detik (4:14:18). Ini menjadi catatan personal best baru, dari yang sebelumnya berada pada waktu 4:26:03.
Michael Charles Wattimena Full Marathon, Peringkat Ketiga Pelari Pria Tercepat Indonesia
Michael Charles Wattimena, atau yang akrab disapa Mike, mencatat waktu finis 2:45:06 di Berlin Marathon 2026. Ia sebenarnya menargetkan waktu beberapa menit lebih cepat, namun pencapaian ini tetap mengejutkan karena berhasil melampaui catatan waktu sejumlah nama terkenal di Tanah Air, sekaligus menempatkannya di peringkat ketiga pelari pria tercepat asal Indonesia di Berlin Marathon tahun ini.
Bukan Kali Pertama Artis Indonesia Berlaga di Berlin Marathon
Keikutsertaan artis maupun influencer Indonesia di Berlin Marathon bukan pertama kalinya di event ini. Pada edisi tahun lalu (2025), Ira Wibowo juga berhasil finis di usianya yang ke-57 tahun, sementara itu dr.Tirta juga ikut dan sempat mengalami heat stroke di kilometer 24, dan pada akhirnya ia berhasil menuntaskan lomba dengan waktu lebih dari 4 jam. Soraya Larasati juga turut menjadi finisher di edisi 2025, dengan Indonesia menempati peringkat ke-13 sebagai negara dengan peserta terbanyak, total 849 pelari.
Nama-nama lain yang hadir pada edisi sebelumnya yang berhasil menuntaskan Berlin Marathon, di antaranya Gisella Anastasia (2024), Tarra Budiman (2023), dan Fahril Baharudin (2022).
Bagian dari Tren Marathon di Kalangan Publik Figur
Fenomena ini semakin mempertegas bahwa tren lari jarak jauh , khususnya keikutsertaan dalam ajang World Major Marathon (WMM) seperti Berlin, kini semakin digemari oleh kalangan artis dan influencer, dan publik Tanah Air. Beberapa nama bahkan telah mengoleksi status Six Star Finisher, penghargaan bagi pelari yang berhasil menuntaskan keenam ajang WMM (Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, dan New York City Marathon), seperti yang diraih penyanyi muda Namira Adjani pada tahun 2026 ini, sekaligus mencatatkan diri sebagai pelari maraton perempuan Indonesia termuda yang finis di bawah empat jam.
Dengan makin banyaknya figur publik yang terjun ke dunia lari jarak jauh, tren ini diharapkan turut menginspirasi masyarakat umum untuk menjalani gaya hidup lebih sehat dan aktif, sekaligus menunjukkan bahwa mimpi menuntaskan maraton internasional bukan hal mustahil asal disertai persiapan dan latihan yang konsisten.
Muhammad Ichsan