Fakta dan Rekor Arsenal Usai Juarai Liga Inggris Musim Ini!

  • Saifan Zaking

Arsenal secara resmi dinobatkan sebagai juara Liga Premier 2025/26 setelah Manchester City hanya bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth, yang mengakhiri penantian pahit selama dua dekade lebih bagi The Gunners dan jutaan penggemarnya di seluruh dunia. Kepastian gelar juara Arsenal datang bukan dari kemenangan di lapangan, melainkan dari tribun stadion Vitality.

Hasil imbang 1-1 Manchester City saat bertamu ke markas Bournemouth pada Selasa malam (19/5/2026) membuat The Citizens tertinggal empat poin dari Arsenal. Dengan hanya tersisa satu laga, selisih ini sudah tidak mungkin terkejar.

Suporter Arsenal yang berkumpul dari rumah, kafe, hingga bar untuk menyaksikan pertandingan Bournemouth vs City pun langsung meluapkan kegembiraan begitu peluit panjang berbunyi di Vitality. Arsenal mengunci gelar satu pekan lebih awal yang artinya, laga terakhir melawan Crystal Palace sepenuhnya menjadi pesta perayaan.

Mengakhiri 22 Tahun Penantian

Terakhir kali Arsenal mengangkat trofi liga kasta tertinggi Inggris adalah pada musim 2003/04, ketika The Invincibles legendaris asuhan Arsène Wenger menjalani seluruh kampanye 38 pertandingan tanpa sekali pun kalah. Sejak saat itu, generasi demi generasi pendukung Arsenal tumbuh dengan merindukan kembalinya era kejayaan tersebut.

Ironisnya, tiga musim berturut-turut sebelum keberhasilan ini, Arsenal selalu finis sebagai runner-up termasuk pada 2023/24 ketika mereka hanya tertinggal dua poin dari Manchester City hingga pekan terakhir. Rasa sakit itu akhirnya terbayar lunas musim ini.

Capaian ini pun mencatatkan Arsenal memiliki 14 gelar liga sepanjang sejarah. Gelar juara tersebut diraih pada musim 1930/31, 1932/33, 1933/34, 1934/35, 1937/38, 1947/48, 1952/53, 1970/71, 1988/89, 1990/91, 1997/98, 2001/02, 2003/04, dan musim 2025/26. Hanya Liverpool dan Manchester United (masing-masing 20 gelar) yang melampaui.

Perjalanan Panjang Mikel Arteta

Kesuksesan ini tidak hadir dalam semalam. Sejak ditunjuk menangani Arsenal pada Desember 2019, Arteta membangun tim secara bertahap dan selalu menunjukkan kemajuan dari musim ke musim. Pada musim 2019/20 & 2020/21, Arsenal finis di posisi kedelapan pada fase awal pembangunan ulang skuad. Di tengah perjalanan, Arteta berhasil memenangkan Piala FA.

Kemudian pada 2021/22 Arsenal naik ke posisi kelima, menandai kebangkitan nyata dan tanda-tanda tim yang semakin kompetitif. Selanjutnya pada musim 2022/23 menjadi awal dari sebutan ‘Satpam Trofi’ dari sejumlah fans, di mana Arsenal awalnya sudah lama memimpin klasemen sebelum akhirnya dilampaui Manchester City. Kemudian pada 2023/24 pun sama, kali ini hanya terpaut dua poin dari City hingga pekan terakhir. Kekecewaan terbesar sekaligus motivasi terbesar.

Selanjutnya pada musim 2024/25 adalah menjadi runner-up untuk ketiga kalinya berturut-turut. The Gunners semakin lapar untuk merebut gelar yang terus lolos dari genggaman. Dan akhirnya pada 2025/26 semua usaha yang dilakukan skuad Mikel Arteta membuahkan hasil, dengan mengumpulkan 82 poin dengan 25 kemenangan, memastikan gelar satu pekan lebih awal.

Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah

Di balik gegap gempita di lapangan, gelar juara ini juga membawa dampak finansial yang luar biasa. Arsenal dipastikan meraih pendapatan dari Premier League senilai estimasi Rp4,19 hingga Rp4,24 triliun, tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di liga.

Sebagai pembanding, Liverpool yang menjadi juara musim 2024/25 menerima sekitar Rp4,16 triliun, sementara Arsenal sebagai runner-up musim itu mendapat Rp4,08 triliun. Angka tersebut belum mencakup bonus dari sponsor utama seperti Adidas dan Emirates yang umumnya memberikan bonus performa signifikan kala tim meraih gelar liga.

Mengincar Gelar Ganda Bersejarah

Dengan trofi Liga Premier sudah di tangan, Arsenal kini bertolak menuju Budapest untuk menghadapi Paris Saint-Germain di final Liga Champions pada 30 Mei 2026 di Puskas Arena. Jika berhasil, mereka akan menorehkan gelar ganda bersejarah yang akan mengukuhkan tim asuhan Arteta sebagai salah satu era terbaik sepanjang sejarah sepak bola.

Fondasi telah kokoh dibangun: Declan Rice tak tertandingi di lini tengah, pertahanan rapat yang membuat banyak tim papan atas Eropa tak berdaya, dan mentalitas juara yang sudah terbentuk sepanjang musim yang panjang ini.

Rekor-rekor Tambahan

Keberhasilan ini diiringi serangkaian catatan bersejarah yang mempertegas dominasi Arsenal sepanjang musim 2025/26. Pertama datang dari Mikel Arteta yang menjadi manajer termuda kedua juara Premier League. Pada usia 44 tahun 54 hari, Mikel Arteta menjadi manajer termuda kedua yang meraih gelar Premier League. Satu-satunya yang lebih muda darinya adalah José Mourinho bersama Chelsea pada 2004/05 dan 2005/06.

Rekor kedua juga datang dari sang manajer, berhasil menjadi mantan pemain Premier League pertama yang meraih juara sebagai pelatih. Ia bermain untuk Arsenal antara 2011 dan 2016 sebelum ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Desember 2019.

Rekor lainnya adalah Arsenal sebagai ‘Raja Set-Piece’. Arsenal mencetak gol dari situasi bola mati dalam 19 pertandingan berbeda musim ini, menyamai rekor terbanyak dalam satu musim dengan format 38 laga. Sebelumnya, mereka memecahkan rekor gol ke-18 dari skema tendangan sudut.

David Raya pun menyamai rekor David Seaman, dengan membukukan 19 clean sheet musim ini yang menyamai rekor nirbobol terbanyak Tak berhenti di situ, Max Dowman pun menjadi pemain termuda juara Premier League, yang  melampaui rekor Phil Foden pada usia 16 tahun 73 hari.

Rekor kelima adalah rasio kemenangan tertinggi. Dari total 351 pertandingan bersama Arsenal, Arteta mencatat rasio kemenangan 60,4%, tertinggi dibanding manajer-manajer besar Arsenal lainnya seperti Arsène Wenger, George Graham, hingga Herbert Chapman.