PSG sukses mempertahankan gelar Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal di partai final.
Laga berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu sebelum berlanjut ke adu penalti.
Ousmane Dembélé menjadi penyelamat PSG lewat gol penyeimbang pada babak kedua.
Arsenal kembali gagal meraih trofi Liga Champions pertama mereka setelah kalah dalam adu penalti.
Paris Saint-Germain kembali menunjukkan kekuatan mereka di panggung sepak bola Eropa. Klub asal Prancis tersebut berhasil menjuarai UEFA Champions League 2026 setelah mengalahkan Arsenal melalui drama adu penalti dalam laga final yang berlangsung sengit dan penuh tensi.
Pertandingan berjalan ketat sejak menit awal. Arsenal sempat unggul lebih dulu, namun PSG mampu bangkit dan memaksa laga berakhir imbang 1-1 hingga babak extra time. Adu penalti akhirnya menjadi penentu, dan Les Parisiens keluar sebagai pemenang sekaligus mempertahankan gelar Liga Champions yang mereka raih musim sebelumnya.
Baca juga: Como Cetak Sejarah Lolos ke Liga Champions, Klub Milik Konglomerat Indonesia Jadi Sorotan
1. PSG Back to Back Juara Liga Champions
Keberhasilan mengalahkan Arsenal membuat PSG sukses mempertahankan trofi Liga Champions mereka.
Prestasi ini menjadi pencapaian besar karena tidak banyak klub yang mampu meraih gelar Liga Champions secara beruntun. Dominasi PSG dalam dua musim terakhir menunjukkan bahwa mereka kini benar-benar menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa.
2. Arsenal Unggul Lebih Dulu
Arsenal tampil agresif sejak awal pertandingan dan berhasil membuka keunggulan lebih cepat.
Gol tersebut membuat pasukan Mikel Arteta bermain lebih percaya diri dan mampu memberi tekanan kepada lini pertahanan PSG. Bahkan hingga turun minum, The Gunners masih mempertahankan keunggulan mereka.
3. Dembélé Jadi Penyelamat PSG
PSG akhirnya menemukan momentum kebangkitan pada babak kedua.
Ousmane Dembélé berhasil mencetak gol penyeimbang yang membuat pertandingan kembali terbuka. Gol tersebut menjadi titik balik permainan PSG yang mulai tampil lebih dominan dan berani menyerang.
Performa Dembélé sepanjang pertandingan juga mendapat banyak pujian karena menjadi salah satu pemain paling berbahaya di lini depan PSG.
4. Adu Penalti Jadi Penentu Juara
Setelah kedua tim gagal mencetak gol tambahan selama waktu normal dan babak tambahan, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
PSG tampil lebih tenang dalam situasi krusial tersebut. Para penendang mereka mampu menjalankan tugas dengan baik, sementara Arsenal kehilangan momentum setelah beberapa eksekutornya gagal memanfaatkan peluang.
Drama adu penalti pun menjadi penutup dari salah satu final Liga Champions paling menegangkan dalam beberapa tahun terakhir.
5. Arsenal Kembali Gagal Raih Trofi Liga Champions
Kekalahan ini menjadi pukulan besar bagi Arsenal yang kembali gagal meraih gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.
Padahal, perjalanan mereka menuju final musim ini terbilang impresif. Arsenal tampil konsisten sepanjang kompetisi dan berhasil menyingkirkan sejumlah tim besar sebelum mencapai partai puncak.
Namun mimpi menjadi raja Eropa kembali harus tertunda.
6. Luis Enrique Kian Perkasa Bersama PSG
Keberhasilan mempertahankan gelar semakin mempertegas peran besar Luis Enrique dalam kebangkitan PSG.
Pelatih asal Spanyol tersebut berhasil membangun tim yang lebih seimbang, disiplin, dan tidak bergantung pada satu pemain saja. PSG kini dikenal sebagai tim dengan kolektivitas kuat dan kedalaman skuad yang merata di setiap lini.
7. PSG Menang Tanpa Bergantung pada Superstar
Salah satu fakta menarik dari kesuksesan PSG adalah mereka mampu mendominasi Eropa tanpa terlalu bergantung pada satu sosok superstar.
Berbeda dengan beberapa musim sebelumnya yang dipenuhi nama-nama besar, PSG saat ini tampil lebih kolektif dengan kombinasi pemain muda dan senior yang saling melengkapi.
Strategi tersebut terbukti efektif dan membawa mereka meraih kesuksesan beruntun di kompetisi tertinggi Eropa.
8. Final yang Penuh Drama dan Ketegangan
Final PSG melawan Arsenal menghadirkan banyak momen dramatis yang membuat pertandingan berlangsung menarik hingga menit terakhir.
Mulai dari gol pembuka Arsenal, kebangkitan PSG, peluang emas yang gagal dimanfaatkan kedua tim, hingga drama adu penalti membuat laga ini disebut sebagai salah satu final Liga Champions paling seru dalam beberapa musim terakhir.
Atmosfer pertandingan yang panas dan kualitas permainan dari kedua tim membuat final ini akan dikenang oleh banyak penggemar sepak bola.
Keberhasilan PSG menjuarai Liga Champions 2026 semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu klub terbaik di dunia saat ini. Sementara bagi Arsenal, meski harus menelan kekecewaan, perjalanan hingga partai final tetap menunjukkan bahwa The Gunners kini telah kembali menjadi penantang serius di level tertinggi sepak bola Eropa.
Nurcholis Fajri Syah