Fenomena Ciput ‘Nenek’ Viral di Kalangan Gen Z, dari Aksesori Jadul jadi Tren Fashion

  • Saifan Zaking
  • Ciput renda kini viral di kalangan Gen Z sebagai bagian dari fashion aesthetic dan outfit hijab modern
  • Tren ini populer karena pengaruh TikTok dan Instagram, terutama setelah banyak content creator menggunakannya dalam konten OOTD
  • Gen Z tertarik memakai ciput ‘ nenek’ karena dianggap unik, vintage, anti-mainstream
  • Fenomena ini menunjukkan tren fashion terus berputar,barang jadul bisa kembali populer lewat kreativitas di medsos

Dunia fashion kembali membuktikan bahwa tren selalu berputar. Barang yang dulu dianggap kuno, jadul, bahkan identik dengan generasi orang tua, kini justru kembali populer di kalangan anak muda.


Salah satu fenomena yang tengah ramai diperbincangkan adalah tren 'ciput nenek' yang viral di media sosial dan banyak digunakan oleh Gen Z sebagai bagian dari gaya berbusana sehari-hari. Ciput yang dahulu hanya dianggap sebagai inner hijab biasa kini berubah menjadi fashion statement. Detail renda di bagian depan yang dulu identik dengan ibu-ibu atau nenek generasi lama justru dianggap estetik, vintage, dan unik oleh generasi muda saat ini. 


Beberapa influencer seperti Ana Octarina dan Sashfir ikut mempopulerkan tren tersebut lewat unggahan OOTD mereka di Instagram maupun TikTok. Salah satu OOTD menggunakan ciput renda adalah dengan kombinasi busana minimalis, earth tone, hingga gaya clean girl aesthetic. 


Jadi sekarang, ciput tidak lagi disembunyikan sepenuhnya di balik hijab, melainkan dibuat terlihat jelas untuk memberikan kesan feminin dan klasik. Tren tersebut kemudian meluas dengan cepat karena banyak pengguna media sosial merasa tampilan itu memberikan nuansa berbeda dibanding gaya hijab mainstream yang selama ini didominasi model polos dan simpel. Di sisi lain, Gen Z dikenal sangat terbuka terhadap eksplorasi fashion, termasuk menghidupkan kembali tren-tren lawas.


Secara historis, ciput renda memang pernah populer pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Saat itu, banyak perempuan Indonesia menggunakan ciput dengan aksen renda sebagai dalaman kerudung agar rambut tertutup rapi. Namun seiring berkembangnya tren hijab modern, model ciput tersebut mulai ditinggalkan dan dianggap kuno. 


Kini, tren itu justru mengalami kebangkitan melalui media sosial. Fenomena kembalinya tren lawas sebenarnya bukan hal baru di kalangan Gen Z. Sebelumnya, berbagai item seperti celana baggy, kamera digital jadul, camcorder, tas vintage, hingga gaya makeup era 2016 juga kembali populer. 


Media sosial, terutama TikTok, membuat siklus tren menjadi jauh lebih cepat karena pengguna terus mencari tampilan baru yang unik dan mudah menarik perhatian algoritma.


Kenapa Ciput 'Nenek' Bisa Viral?


• Faktor Nostalgia dan Vintage Aesthetic




Gen Z saat ini sedang sangat menyukai unsur nostalgia. Banyak anak muda tertarik pada barang-barang yang memiliki nuansa lawas karena dianggap lebih autentik dan memiliki karakter. Ciput renda dianggap cocok dengan tren vintage aesthetic yang sedang berkembang di TikTok dan Instagram.


• Pengaruh Medsos dan Algoritma TikTok


TikTok memiliki peran besar dalam membentuk tren fashion baru. Ketika satu video dengan gaya unik masuk FYP dan mendapat jutaan penonton, pengguna lain biasanya akan ikut mencoba. Tren ciput renda menjadi mudah viral karena visualnya cukup mencolok dan berbeda dari gaya hijab kebanyakan.


• Keinginan Tampil Anti-Mainstream


Di tengah tren fashion yang semakin seragam akibat media sosial, banyak Gen Z justru mencari item yang unik agar terlihat berbeda. Ciput renda dianggap mampu memberikan identitas tersendiri dan membuat tampilan lebih standout meski outfit yang digunakan sederhana.


• Mudah Dipadukan dengan Outfit Modern


Meski terkesan jadul, ciput renda ternyata cukup fleksibel dipadukan dengan gaya fashion modern. Banyak hijabers mengkombinasikannya dengan kemeja oversized, cardigan rajut, blazer vintage, hingga outfit monochrome sehingga terlihat lebih fashionable.


• Tren 'Old Money' dan Feminine Look


Belakangan ini gaya feminin klasik kembali diminati. Detail renda pada ciput dianggap mampu memberikan kesan lembut, anggun, dan elegan yang sesuai dengan tren fashion soft feminine maupun old money aesthetic.


Fenomena Fashion yang Berputar


Kemunculan tren ciput nenek menunjukkan bahwa dunia fashion tidak pernah benar-benar meninggalkan suatu gaya. Banyak tren lama hanya “tidur sementara” sebelum akhirnya kembali populer dalam bentuk baru. Yang membedakan hanyalah cara generasi sekarang mengemasnya.


Jika dahulu ciput renda dipakai semata-mata karena fungsi, kini Gen Z menjadikannya bagian dari identitas visual dan estetika media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa fashion modern tidak lagi hanya soal pakaian, tetapi juga tentang cara seseorang membangun persona digitalnya.


Fenomena tersebut juga memperlihatkan bagaimana media sosial mampu mengubah persepsi publik terhadap suatu barang. Item yang dulu dianggap biasa bahkan memalukan bisa berubah menjadi sesuatu yang keren ketika digunakan oleh influencer dan masuk ke dalam arus tren digital.


Tidak sedikit pula warganet yang menganggap tren ini lucu karena mengingatkan mereka pada gaya ibu atau nenek zaman dulu. Namun di situlah uniknya Gen Z, yakni mampu mengubah sesuatu yang dianggap 'jadul' menjadi relevan kembali melalui kreativitas dan pendekatan visual baru.