Jakarta Ikut Peringati Hari Bumi 2026, Listrik Dipadamkan Selama Satu Jam Pada 25 April 2026!

  • Nurcholis Fajri Syah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar aksi simbolik dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April. Pada Tahun ini, aksi tersebut diwujudkan melalui pemadaman listrik selama satu jam yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026. Aksi tersebut dilaksanakan selama satu jam pada pukul 20.30 sampai dengan 21.30 WIB.


"Sobat Jakarta, yuk ambil bagian di aksi hemat energi merayakan Hari Bumi! Bersama Pemprov DKI Jakarta, kita lakukan pengurangan emisi karbon di Jakarta dengan mematikan lampu selama satu jam," tulis akun resmi DKI Jakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta, Rabu (22/4/2026).


Pemadaman lampu sendiri akan melakukan pemadaman lampu di sejumlah jalan dan gedung di berbagai wilayah. Pemprov DKI turut mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam aksi tersebut secara serentak.


Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye kesadaran publik terhadap pentingnya penghematan energi serta upaya menekan emisi karbon di tengah ancaman krisis iklim global yang semakin nyata.


Langkah ini diharapkan mampu menciptakan efek kolektif dalam mengurangi konsumsi listrik secara signifikan, meskipun hanya dalam durasi singkat.


Sejarah dan Latar Belakang Hari Bumi


Peringatan Hari Bumi pertama kali dicetuskan pada tahun 1970 di Amerika Serikat oleh seorang senator bernama Gaylord Nelson. Gagasan ini muncul sebagai respons terhadap meningkatnya kerusakan lingkungan akibat industrialisasi, termasuk pencemaran udara, air, dan tanah. Momentum awalnya melibatkan lebih dari 20 juta warga Amerika yang turun ke jalan untuk menyuarakan perlindungan lingkungan hidup, sebuah gerakan sosial besar yang kemudian menjadi tonggak lahirnya kesadaran ekologis modern.


Sejak saat itu, Hari Bumi berkembang menjadi gerakan global yang diperingati di lebih dari 190 negara. Isu yang diangkat pun semakin luas, mulai dari perubahan iklim, deforestasi, hingga keberlanjutan sumber daya alam. Dalam konteks globalisasi, Hari Bumi tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga instrumen advokasi kebijakan lingkungan di tingkat internasional.


Di Indonesia, peringatan Hari Bumi semakin mendapat perhatian dalam satu dekade terakhir, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan seperti polusi udara dan krisis sampah plastik. Pemerintah daerah, termasuk Jakarta, memanfaatkan momentum ini untuk mendorong partisipasi publik melalui berbagai aksi nyata, salah satunya pemadaman listrik massal.


Informasi lengkap terkait lokasi dan waktu pelaksanaannya


Daftar 5 Wilayah Jakarta


Berikut beberapa lokasi yang akan diterapkan pemadaman lampu selama satu jam:


  • Seluruh bangunan/gedung Kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kecuali Rumah Sakit (RS), Puskesmas, Klinik, dll.

  • Beberapa gedung milik swasta, gedung komersial, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, dan apartemen.


Jalan Protokol dan Jalan Asteri


Adapun ruas jalan yang akan diberlakukan pemadaman lampu adalah sebagai berikut:

  • Jakarta Pusat

  • Jl. Sudirman (Dukuh Atas - Gedung Sampoerna Strategic), dan Jalan MH. Thamrin; Seputaran Jalan Medan Merdeka (Kec. Medan Merdeka, Utara depan Istana Presiden), Jalan Gerbang Pemuda - Jalan Asia Afrika, Halaman Kantor Balaikota, Kantor Walikota Jakarta Pusat.

  • Jakarta Utara

  • Jl. Yos Sudarso, Komplek Kantor Walikota Jakarta Utara, dan Jl. Perintis Kemerdekaan.

  • Jakarta Timur

  • Jl. Dr. Sumarno, Jl. Perintis Kemerdekaan, dan Komplek Kantor Walikota Jakarta Timur.

  • Jakarta Barat

  • Jl. Daan Mogot dan Jl. Kemanggisan Raya (depan Kantor Walikota Jakarta Barat) dan Komplek Kantor Walikota Jakarta Barat.

  • Jakarta Selatan

  • Jl. Pramuka Raya, Jl. Gerbang Pemuda - Jl. Asia Afrika, Jl. Sudirman (Gedung Sampoerna Strategic - Patung Pemuda), Gedung Walikota Jakarta Selatan dan Jl. Rasuna Said.


Simbol-simbol Kota Jakarta


Tak hanya bangunan dan jalan, pemadaman lampu juga akan dilakukan di ikon-ikon berikut:

  • Gedung Balaikota

  • Monumen Nasional (Monas)

  • Patung Arjuna Wiwaha

  • Bundaran Hotel Indonesia (HI)

  • Patung Pemuda

  • Patung Pahlawan dan Jenderal Sudirman


Makna dan Implikasi Aksi Pemadaman Listrik


Aksi pemadaman listrik selama satu jam dalam rangka Hari Bumi memiliki makna simbolik dan praktis. Secara simbolik, ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan, sementara secara praktis membantu mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon.


Dari perspektif perilaku lingkungan, aksi kolektif ini dapat membentuk kebiasaan hemat energi yang berkelanjutan. Keberhasilannya tidak hanya dilihat dari penghematan listrik, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat.


Selain itu, langkah ini memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang peduli terhadap isu perubahan iklim dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendorong aksi serupa.


Penutup

Peringatan Hari Bumi melalui aksi pemadaman listrik di Jakarta menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan. Langkah sederhana ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa keberlanjutan bumi adalah tanggung jawab semua pihak.