Air mata sapi saat Idul Adha umumnya bukan karena sedih, melainkan respons alami tubuh untuk menjaga dan membersihkan mata.
Debu, asap, dan kotoran selama proses transportasi dapat memicu produksi air mata lebih banyak pada sapi kurban.
Posisi sapi saat direbahkan sebelum penyembelihan membuat air mata lebih mudah terlihat sehingga sering dianggap sedang menangis.
Produksi air mata berlebih juga bisa menjadi tanda gangguan kesehatan mata seperti iritasi atau infeksi jika terjadi terus-menerus.
Momen penyembelihan hewan kurban saat Iduladha kerap memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat. Salah satu hal yang sering menarik perhatian adalah ketika sapi terlihat mengeluarkan air mata sesaat sebelum disembelih. Tidak sedikit orang menganggap hewan tersebut sedang merasa sedih atau ketakutan karena mengetahui dirinya akan dikurbankan.
Fenomena ini bahkan kerap viral di media sosial setiap mendekati Hari Raya Iduladha. Video sapi yang tampak menangis sering memancing rasa iba. Kira-kira, apakah hewan kurban benar-benar bisa menangis? Ternyata, para ahli memiliki penjelasan ilmiah terkait kondisi tersebut.
1. Air Mata Sapi Bukan Selalu Tanda Kesedihan

Mengutip laman Kompas, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Slamet Raharjo, menjelaskan bahwa sapi kurban sebenarnya tidak menangis karena sedih. Air mata yang keluar dari mata sapi lebih sering merupakan respons alami tubuh untuk melindungi dan membersihkan mata dari gangguan luar.
Sapi memiliki kelenjar lakrimal atau kelenjar air mata seperti mamalia lainnya. Kelenjar tersebut berfungsi menjaga kelembapan mata sekaligus membantu membersihkan debu, asap, atau kotoran yang masuk ke area mata. Saat produksi air mata meningkat, hewan itu terlihat seperti sedang menangis.
Baca Juga: Tips Menyimpan Daging Kurban agar Awet Jelang Idul Adha 2026, Jangan Dicuci!
2. Debu dan Proses Transportasi Jadi Penyebab
Salah satu penyebab utama mata sapi berair saat Iduladha adalah proses pengiriman hewan sebelum sampai ke lokasi penyembelihan. Banyak sapi kurban diangkut menggunakan kendaraan terbuka dalam perjalanan jauh antar kota maupun antar wilayah. Kondisi tersebut membuat mata sapi rentan terkena debu, asap kendaraan, dan kotoran selama perjalanan.
Akibat paparan tersebut, mata sapi secara otomatis memproduksi lebih banyak air mata untuk membersihkan partikel asing yang masuk. Inilah yang kemudian membuat air mata tampak menetes dari mata sapi ketika hendak dikurbankan. Jadi, cairan itu lebih berkaitan dengan respons fisiologis tubuh dibandingkan emosi kesedihan seperti pada manusia.
3. Posisi Tubuh Sapi Juga Berpengaruh
Selain faktor debu dan asap, posisi tubuh sapi ketika akan disembelih juga dapat memicu keluarnya air mata. Saat proses kurban berlangsung, sapi biasanya direbahkan atau dimiringkan agar penyembelihan lebih aman dan terkendali. Posisi tersebut dapat membuat cairan air mata lebih mudah keluar dan terlihat jelas di area mata.
Karena itulah, banyak orang mengira sapi sedang menangis. Padahal, keluarnya air mata tersebut merupakan reaksi alami dari kelenjar air mata yang tetap bekerja normal. Hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan sapi menangis karena emosi sedih saat hendak disembelih.
4. Bisa Jadi Tanda Kondisi Sapi Tidak Sehat
==
Meski sering dianggap normal, produksi air mata berlebih pada sapi juga dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Dosen Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana, Yeremia Sitompul, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dikenal sebagai hiperlakrimasi.
Hiperlakrimasi dapat terjadi akibat iritasi, infeksi, hingga gangguan kesehatan lain pada mata sapi. Jika cairan terus keluar dalam waktu lama dan jumlahnya berlebihan, kondisi itu sebaiknya diperiksa lebih lanjut oleh dokter hewan. Namun, apabila hanya muncul sesaat, kemungkinan besar air mata tersebut hanyalah mekanisme alami tubuh untuk membersihkan mata dari debu dan kotoran.
Pada akhirnya, fenomena sapi yang terlihat menangis saat Idul Adha bukan selalu berkaitan dengan kesedihan. Sebagian besar kondisi itu terjadi karena respons biologis normal pada tubuh hewan. Meski memiliki penjelasan ilmiah, fenomena sapi yang tampak menangis saat Idul Adha tetap menjadi momen yang mengundang rasa haru bagi banyak orang. Apakah OPPAL Gengs juga pernah melihatnya secara langsung?
Reyvan