Populasi Dunia 2026 Hampir Setengah Penduduk Bumi Tinggal di Lima Negara, Termasuk Indonesia

  • Hanadia Syahidah
  • Hampir 46 persen populasi dunia atau sekitar 3,78 miliar jiwa terkonsentrasi tinggal di lima negara.

  • India masih menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar, diikuti China, Amerika Serikat, Indonesia, dan terakhir Pakistan.

  • Besarnya jumlah penduduk memberikan peluang melalui bonus demografi dan peningkatan produktivitas nasional.

  • Pertumbuhan penduduk global juga menghadirkan tantangan berupa kebutuhan pangan, air, energi, serta tekanan terhadap daya dukung lingkungan.

Populasi dunia terus bertambah dari tahun ke tahun. Saat ini, jumlah penduduk dunia telah mencapai sekitar 8,3 miliar jiwa, naik dari 7,6 miliar jiwa yang tercatat pada The World Population Prospects: The 2017 Revision dari UN Department of Economic and Social Affairs, dekade sebelumnya. 

Baca juga: Swiss Akan Batasi Populasi Maksimal 10 Juta Jiwa, Tapi Mayoritas Warga Menolak

Hampir 46 Persen Populasi Dunia Terkonsentrasi di Lima Negara

Dari jumlah tersebut, hampir 46 persen atau sekitar 3,78 miliar secara keseluruhan orang tinggal di lima negara, yakni India, China, Amerika Serikat, Indonesia, dan Pakistan. 

India masih menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, disusul China di posisi kedua. Kedua negara itu saja sudah mencakup 36 persen populasi dunia. Amerika Serikat berada di urutan ketiga, sementara Indonesia menempati posisi keempat dan menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk dalam lima besar negara berpenduduk terbanyak di dunia. Lalu, Pakistan melengkapi daftar tersebut di posisi kelima. 

Bonus Demografi dan Peningkatan Kualitas SDM di Indonesia

Keberadaan Indonesia yang memiliki populasi hampir 290 juta jiwa dengan dominasi usia produktif yang menjadi modal strategis bagi pembangunan nasional. Bonus demografi ini dapat mendorong inovasi, kemandirian ekonomi, dan pertumbuhan nasional apabila dikelola secara tepat, namun juga berpotensi menimbulkan tantangan sosial jika tidak dimanfaatkan dengan baik.

Untuk menghadapi persaingan global dan geopolitik masa depan, Indonesia juga perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan teknologi, layanan kesehatan yang berkualitas, serta penciptaan lapangan kerja bernilai tambah. Langkah tersebut penting agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing dan mencapai kemajuan yang setara dengan negara-negara maju