Swiss Akan Batasi Populasi Maksimal 10 Juta Jiwa, Tapi Mayoritas Warga Menolak

  • Hanadia Syahidah
  • Warga Swiss menolak usulan pembatasan populasi maksimal 10 juta jiwa dalam referendum yang digelar 14 Juni 2026.

  • Usulan ini sebelumnya diajukan oleh Partai Rakyat Swiss (SVP) 

  • Hasil pemungutan suara menunjukkan sekitar 54,79% pemilih menolak, sementara 45,21% mendukung.

  • Para pendukung menilai pertumbuhan penduduk memberi tekanan pada perumahan, transportasi, dan layanan publik, sementara penentang khawatir dampak terhadap ekonomi dan hubungan dengan Uni Eropa. 


Mayoritas warga Swiss menolak usulan pembatasan jumlah penduduk menjadi maksimal 10 juta jiwa hingga tahun 2050 dalam referendum nasional yang digelar pada Minggu (14/6/2026). Usulan tersebut sebelumnya diajukan oleh Partai Rakyat Swiss/SVP yang memiliki jumlah kursi terbanyak di parlemen. 


Baca juga: AS dan Iran Sepakat Akhiri Perang, Selat Hormuz Siap Dibuka Kembali


Mayoritas Pemilih Menolak


Populasi Swiss saat ini telah menembus 9,1 juta jiwa dan diperkirakan mencapai 10 juta sebelum 2050. Jika usulan pembatasan penduduk disetujui, pemerintah akan memperketat aturan imigrasi, termasuk reunifikasi keluarga dan izin tinggal, ketika jumlah penduduk mencapai 9,5 juta jiwa. 


Namun, berdasarkan hasil resmi sementara yang dirilis Dewan Federal Swiss, sebanyak 54,79 persen pemilih menolak usulan pembatasan populasi, sementara 45,21 persen mendukungnya. Tingkat partisipasi pemilih tercatat cukup tinggi, yakni mencapai 58,86 persen. 


Alasan Pendukung dan Penentang


Para pendukung usulan tersebut menilai bahwa pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat telah memberi tekanan pada sektor perumahan, sistem transportasi, serta layanan publik, sehingga mereka mendorong penerapan kebijakan imigrasi yang lebih ketat. 


Di sisi lain, pemerintah Swiss dan kalangan bisnis menentang usulan tersebut. Mereka memperingatkan bahwa pembatasan populasi berpotensi mengganggu akses tenaga kerja asing, merusak ekonomi nasional, dan mempersulit hubungan Swiss dengan Uni Eropa yang selama ini menjadi mitra ekonomi utama negara tersebut. 


Penolakan Kuat dari Wilayah Berbahasa Perancis


Data hasil referendum menunjukkan penolakan paling kuat berasal dari wilayah berbahasa Prancis seperti Jenewa, Vaud, Neuchatel, dan Jura.  


Sementara itu, hasil survei juga menunjukkan bahwa pemilih muda cenderung lebih mendukung ide pembatasan jumlah penduduk dibandingkan kelompok usia yang lebih tua. Meski usulan pembatasan populasi tersebut gagal disetujui, partai itu kabarnya menyatakan akan tetap menekan kebijakan imigrasi.