Kecelakaan Bekasi Timur kembali mengingatkan kita bahwa memilih posisi duduk di dalam kereta bukan sekadar soal kenyamanan, ini bisa menjadi perkara hidup dan mati. Para ilmuwan dan pakar keselamatan transportasi telah lama mengkaji posisi paling aman di dalam kereta.
Berikut posisi duduk paling aman di kereta menurut studi:
1. Utamakan Gerbong Tengah
Konsensus ilmiah yang dikutip dari Live Science dan berbagai penelitian di universitas terkemuka menyebutkan bahwa gerbong tengah adalah posisi paling aman dalam kereta. Greg Placencia, peneliti sekaligus asisten profesor teknik industri di University of Southern California, menjelaskan alasannya dengan sederhana, kecelakaan kereta paling sering datang dari depan, membuat gerbong pertama dan kedua menanggung benturan paling keras.
Jika kereta memiliki banyak gerbong, para ahli merekomendasikan untuk memilih gerbong urutan ke-5 atau ke-6 dari depan, karena posisi ini paling mendekati titik tengah keseluruhan rangkaian. Jika tidak memperoleh gerbong tengah, pilihan terbaik berikutnya adalah satu gerbong di belakang gerbong tengah.
2. Duduk Menghadap ke Belakang (Melawan Arah Laju)
Selain memilih gerbong yang tepat, arah duduk juga sangat menentukan. Para pakar yang dikutip dari Insider merekomendasikan untuk duduk menghadap ke belakang atau melawan arah laju kereta, terutama di kereta jarak jauh yang kursinya bisa diputar.
Alasan ilmiahnya: saat terjadi pengereman mendadak atau tabrakan dari depan, penumpang yang menghadap ke depan akan terpental ke depan dan bisa terbentur kursi di hadapannya. Sebaliknya, penumpang yang menghadap ke belakang hanya akan tertopang oleh sandaran kursinya sendiri. Ini mengurangi risiko cedera kepala, leher, dan tulang belakang secara signifikan.
3. Hindari Gerbong Pertama dan Terakhir
Berdasarkan penelitian University of Buffalo terhadap 60.000 data kecelakaan di Amerika Serikat, ditemukan bahwa penumpang yang duduk di baris paling depan kereta memiliki potensi besar mengalami luka parah atau kematian. Kemungkinan tewas saat terjadi kecelakaan bagi mereka yang duduk di posisi ini mencapai 86 persen.
Gerbong pertama dan terakhir adalah bagian yang paling sering mengalami deformasi parah atau keluar dari rel dalam berbagai jenis kecelakaan kereta. Kecelakaan di Bekasi Timur menjadi bukti terbaru: gerbong paling belakang KRL hancur total ditembus oleh bagian depan lokomotif Argo Bromo Anggrek.
4. Pilih Kursi Jauh dari Pintu dan Jendela
Dalam skenario kecelakaan dengan gerbong yang mengalami deformasi atau keluar dari rel, posisi duduk di dekat pintu dan jendela memiliki risiko tambahan: pecahan kaca dan terjepit rangka pintu yang rusak. Para ahli keselamatan menyarankan untuk memilih kursi yang lebih jauh dari jendela, terutama di gerbong-gerbong yang berisiko tinggi.
5. Kenali Jalur Evakuasi Sejak Awal
Sebelum kereta berangkat, biasakan untuk mengidentifikasi lokasi pintu darurat, alat pemecah kaca, dan jalur evakuasi terdekat di gerbong Anda. Dalam kecelakaan Bekasi Timur, sejumlah penumpang dilaporkan kesulitan mengevakuasi diri karena akses tertutup oleh bangku dan gerbong yang hancur. Pengetahuan tentang jalur keluar cadangan bisa menjadi perbedaan antara selamat dan tidak.
Saifan Zaking