Pramono Anung Ingin Sulap Pasar Baru Jadi 'Myeongdong' Ala Jakarta: Buka 24 Jam dan Terhubung MRT!

  • Naufal Mamduh

Pasar Baru atau Passer Baroe, begitu kawasan ini dikenal sejak masa kolonial, merupakan salah satu pusat perdagangan bersejarah di Jakarta. Kini, kawasan tersebut disiapkan untuk punya wajah baru yang lebih modern dan terintegrasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan rencana untuk mengembangkan Pasar Baru menjadi salah satu destinasi baru Jakarta yang bisa beroperasi selama 24 jam.

Bukan sekadar buka sepanjang hari, Pramono bahkan membayangkan Pasar Baru memiliki suasana seperti Myeongdong di Seoul, Korea Selatan, kawasan yang dikenal ramai dengan aktivitas perdagangan, kuliner, hingga wisata.

Rencana tersebut disampaikan Pramono saat peluncuran Konsep Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate di Blok M Hub, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).

Oppal Gengs, kalau rencana ini terealisasi, Pasar Baru bukan cuma jadi tempat belanja. Kawasan ini nantinya juga diproyeksikan menjadi bagian dari jalur destinasi Jakarta yang terhubung dengan transportasi publik.

Pasar Baru Bakal Terhubung MRT


(Sumber: Instagram @potretlawas dan @naninbasuki)

Pramono membayangkan pengembangan Pasar Baru berjalan beriringan dengan perluasan konektivitas MRT Jakarta. Ketika jalur MRT sudah tersambung hingga Harmoni, akses keluar dari stasiun MRT nantinya diharapkan dapat dihubungkan langsung menuju kawasan Pasar Baru.

Dengan konektivitas tersebut, Pasar Baru bisa lebih mudah dijangkau masyarakat menggunakan transportasi publik. Pramono bahkan membayangkan kawasan ini dapat beroperasi selama 24 jam dan menjadi salah satu destinasi yang hidup sepanjang hari.

"Saya membayangkan Pasar Baru menjadi 'Myeong-dong'-nya Jakarta," kata Pramono.

Konsep Myeongdong sendiri cukup dikenal sebagai kawasan yang ramai dikunjungi, terutama karena aktivitas perdagangan, kuliner, dan wisata yang berlangsung hingga malam. Jika konsep tersebut diterapkan di Pasar Baru, kawasan ini berpotensi memiliki aktivitas yang lebih panjang sekaligus menjadi salah satu tujuan wisata perkotaan di Jakarta.

Baca juga: Pramono Anung Lakukan Penataan Pasar Kramat Jati Setelah Puluhan Tahun, 614 Pedagang Direlokasi

Dari Pasar Baru, Lanjut ke Glodok hingga Kota Tua

Rencana pengembangan Pasar Baru ternyata tidak berdiri sendiri. Pramono juga membayangkan adanya konektivitas kawasan yang menghubungkan Pasar Baru dengan Glodok Pecinan hingga Kota Tua.

Menurutnya, kawasan Glodok juga perlu mendapatkan pembenahan sehingga memiliki wajah yang lebih menarik dan semakin terintegrasi dengan kawasan di sekitarnya. Dengan konsep tersebut, perjalanan masyarakat maupun wisatawan nantinya bisa dibuat lebih terhubung. 

Dari Pasar Baru, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Glodok Pecinan hingga akhirnya ke Kota Tua. Pramono menyebut penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mengubah wajah Jakarta.

"Mudah-mudahan senyumnya Jakarta juga semakin rapi," ujarnya.

Blok M Jadi Awal Transformasi Jakarta


(Wajah baru Blok M Jakarta Selatan, Sumber: BeritaJakarta.id)

Di sisi lain, transformasi Blok M juga menjadi bagian dari rencana pembenahan sejumlah kawasan di Jakarta. Dalam konsep desain transformasi Blok M fase ultimate, identitas kawasan tersebut tetap akan dipertahankan, terutama karena Blok M selama ini dikenal sebagai salah satu tempat favorit anak muda.

"Yang tidak boleh hilang adalah wajah Blok M-nya, semangatnya enggak boleh berubah," tandas Pramono.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menjelaskan, transformasi Blok M mencakup lima fokus utama. Kelima hal tersebut adalah revitalisasi terminal, pengembangan kawasan mixed-use, peningkatan aksesibilitas dan integrasi, pengembangan destinasi komersial baru, serta penambahan ruang terbuka publik.

Ruang Publik Blok M Juga Bakal Diperbesar

Salah satu perubahan yang cukup signifikan adalah penambahan ruang terbuka publik. Ruang terbuka publik di kawasan Blok M ditargetkan menjadi sekitar lima kali lebih besar dibandingkan kondisi saat ini. Sementara secara keseluruhan, kawasan Blok M ditargetkan menjadi 10 kali lebih besar.

Revitalisasi terminal, kawasan ritel, dan podium ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada 2029. Pengembangan kawasan mixed-use kemudian akan dilakukan secara bertahap pada tahun berikutnya. Transformasi ini dilakukan seiring dengan usia bangunan Blok M yang kini telah mencapai 34 tahun.

Baca juga: Pramono Anung Diundang Zohran Mamdani untuk Menghadiri U20 Mayors Summit 2026 yang Diadakan di New York

Meski demikian, aktivitas di kawasan tersebut masih tergolong tinggi. Saat ini terdapat 334 tenant aktif dan lebih dari 25.000 pengunjung setiap hari di Blok M Hub. Berbagai proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar wilayah sekaligus mendukung pengembangan kawasan-kawasan baru di Jakarta.

Dengan begitu, rencana Pasar Baru menjadi kawasan 24 jam tidak hanya berbicara soal aktivitas ekonomi, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat mengakses kawasan tersebut dengan transportasi publik.

Oppal Gengs, kalau rencana ini terealisasi, Pasar Baru bisa punya wajah baru sebagai kawasan yang hidup dari pagi sampai malam. Tinggal tunggu bagaimana konsep 'Myeongdong'-nya Jakarta ini benar-benar diwujudkan dan seperti apa wajah Pasar Baru nantinya.