Mirwan Suwarso, sebagai presiden Como 1907 yang juga merupakan orang asal Indonesia, memutuskan untuk memberikan jatah kursi VIP kepada para suporter lanjut usia yang telah lama setia mendukung klub asal Italia tersebut. Hal ini dilakukan untuk menyambut momen bersejarah bagi Como yang akan menjalani debutnya di ajang Liga Champion Eropa.
Source: inilah.com
Debut Bersejarah Como Disambut Antusiasme Tinggi Suporter
Como 1907 dijadwalkan akan bertemu dengan RB Leipzig di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Kamis (10/9/2026) atau Jumat (11/9) dini hari WIB. Laga ini menjadi penampilan perdana bagi Como di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa sepanjang sejarah berdirinya klub ini selama 119 tahun, setelah sebelumnya berhasil finis di empat besar di Liga Serie A musim 2025/2026.
Sangat disayangkan, antusiasme suporter yang besar untuk menyaksikan laga bersejarah ini jauh melampaui kapasitas stadion. Ketentuan UEFA membuat kapasitas Stadio Giuseppe Sinigaglia dibatasi hanya sekitar 11 ribu penonton, membuat tiket pertandingan ini ludes terjual dan banyak suporter loyal, terutama yang sudah berusia lanjut, gagal mendapatkan tiket.
Keputusan yang Diambil Mirwan Suwarso
Melihat situasi ini, Mirwan Suwarso bersama dengan sejumlah direktur klub mengambil keputusan yang diapresiasi oleh banyak publik dan mendapat banyak pujian. Mereka melepaskan jatah kursi VIP mereka secara sukarela dan memberikannya kepada para suporter senior yang telah lama mengikuti perjalanan klub. "Beberapa direktur klub dan saya telah memutuskan untuk memberikan tempat duduk kami dalam pertandingan ini [Liga Champions]," tulis Suwarso di akun Instagram pribadinya, dikutip La Gazzetta dello Sport.
Ia menjelaskan secara spesifik seperti apa kriteria penerima kursi tersebut. "Kami ingin tempat duduk tersebut dialokasikan kepada para penggemar yang telah menunggu paling lama: pendukung yang lahir pada tahun 1950 atau sebelumnya," lanjut Mirwan. Artinya, kursi milik presiden klub dan jajaran direksi ini akan diberikan khusus kepada suporter berusia 75 tahun ke atas.
Lebih dari 40 Kursi Dialokasikan
Source: Magnific
Berdasarkan laporan BBC dan The Athletic, lebih dari 40 tiket akan dialokasikan kepada para suporter senior dalam laga bersejarah ini. Mirwan turut menyampaikan alasan di balik keterbatasan akomodasi tersebut. "Mengingat berkurangnya kapasitas dan terbatasnya jumlah tiket yang ada, sayangnya kami tak dapat mengakomodasi semua orang yang ingin hadir," tulis Mirwan di media sosialnya.
Como pun turut membuka kesempatan bagi masyarakat yang mempunyai kenalan suporter senior dengan kriteria yang telah disebutkan untuk menghubungi pihak klub melalui alamat email komunitas resmi, untuk memastikan kursi-kursi yang disediakan tepat sasaran ke tangan para pendukung yang memang berhak.
Sebagai Bentuk Loyalitas Suporter
Keputusan yang dibuat Mirwan dinilai sebagai bentuk penghormatan atas kesetiaan para suporter lanjut usia yang telah mengawal perjalanan Como sejak masa-masa sulit yang sempat menyentuh kasta terbawah sepak bola Italia, sampai akhirnya bisa menembus panggung besar Eropa di Liga Champions.
Bagi para suporter senior, laga melawan RB Leipzig bukan sekadar pertandingan pembuka Liga Champions biasa, melainkan sebuah hasil dari kesetiaan mereka mengikuti perjalanan panjang klub selama puluhan tahun lamanya.
Mendapat Pujian dari Media Internasional
Aksi terpuji dari sang presiden mendapatkan sorotan positif dari berbagai pihak dan media internasional. La Gazzetta dello Sport bahkan secara khusus memuji langkah tersebut sebagai bukti kedekatan Como dengan akar lokalnya. "Como sangat menghargai akar lokalnya, meski berupaya menarik penggemar global dan memperluas jangkauan internasional, ikatan dengan kota dan penduduknya tetap menjadi inti proyek," tulis Gazzetta. "Bukti terbaru dari hal ini datang dari presiden Mirwan Suwarso, yang untuk laga debut bersejarah di Liga Champions melawan Leipzig memberikan kursi kepada penggemar tertua," lanjut media asal Italia tersebut.
Sosok di Balik Kebijakan
Mirwan Suwarso merupakan pengusaha asal dari Indonesia. Lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 18 Februari 1971. Ia kini menjabat sebagai Presiden klub Como 1907, yang dimiliki oleh Djarum Group. Langkah humanis yang telah ia ambil sekaligus menegaskan bahwa di tengah sepak bola modern yang identik dengan tiket VIP, sponsor, dan pengalaman premium, Mirwan tetap mengedepankan kesetiaan suporter dan sisi kepedulian sesama manusia. Aksi seperti ini sangat layak untuk diapresiasi secara istimewa.
Muhammad Ichsan