Shabrina Leanor Bongkar Momen Terberat di Indonesian Idol, Sempat Kehilangan Suara Jelang Top 5

  • Reyvan
  • Shabrina Leanor harus menjalani karantina panjang sambil berjuang melawan nodul, sehingga kondisi suaranya tidak selalu stabil dan harus rutin menjalani pengobatan intensif.

  • Saat memasuki babak Top 5 dan akan berkolaborasi dengan Andi Rianto, Shabrina sempat kehilangan suara total saat sesi gladi resik (GR), meski sudah menjalani suntikan dan perawatan rutin.

  • Dokter menyarankan vocal rest dan Andi Rianto juga menyarankan tidak memaksakan diri, tetapi Shabrina berada dalam kondisi mental berat karena sudah sampai di tahap akhir kompetisi.

  • Salah satu momen paling emosional dalam perjalanannya di Indonesian Idol adalah Shabrina memutuskan tetap tampil dan akhirnya suaranya kembali berkat adrenalin.


Juara Indonesian Idol Season 13, Shabrina Leanor, mengungkap pengalaman paling berat yang ia hadapi selama mengikuti ajang pencarian bakat tersebut. Di balik penampilannya yang konsisten memukau di atas panggung, penyanyi asal Bangka Belitung itu ternyata harus berjuang melawan nodul pita suara selama masa kompetisi berlangsung.

Dalam sebuah segmen Podcast Obrolan Hari Ini di kanal YouTube Oppal, Shabrina menceritakan bahwa gangguan pada pita suaranya muncul saat menjalani karantina Indonesian Idol yang berlangsung sekitar enam bulan. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani pengobatan secara rutin sambil tetap mempersiapkan penampilan setiap pekan.

"Selama Idol itu pertama kalinya aku lomba enam bulan karantina, dan enam bulan itu juga aku nodul. Bayangin kita mau perang tapi senjata kita enggak ada," ujar Shabrina.

Ia mengaku harus bolak-balik menjalani perawatan ke dokter THT. Jika awalnya pengobatan dilakukan secara berkala, menjelang babak-babak akhir frekuensinya meningkat hingga tiga kali suntik dalam seminggu agar suaranya tetap bisa digunakan untuk tampil.

Suara Hilang Total Jelang Penampilan Top 5

Momen paling menegangkan terjadi ketika Shabrina berhasil mencapai babak Top 5 Indonesian Idol. Saat itu ia mendapat kesempatan berkolaborasi dengan musisi dan komposer ternama Andi Rianto dalam sebuah penampilan spesial.

Namun, beberapa jam sebelum tampil, suaranya justru hilang total saat sesi gladi resik atau general rehearsal (GR). Meski telah menjalani pengobatan intensif, ia kesulitan mengeluarkan suara bahkan untuk bernyanyi dalam latihan.

"Aku sudah suntik tiga kali seminggu, tapi pas hari Senin sore saat GR suaraku enggak ada total," ungkapnya.

Situasi tersebut membuat Andi Rianto menyarankan agar dirinya tidak memaksakan kondisi suara. Di sisi lain, dokter yang menanganinya juga menyarankan vocal rest karena pita suaranya berisiko mengalami kerusakan yang lebih serius jika terus dipaksa bekerja.

Menolak Mundur Meski Terancam Gagal Tampil

Di tengah kondisi yang serba sulit, Shabrina mengaku sempat mengalami pergulatan batin. Ia merasa sudah melakukan segala upaya yang mungkin dilakukan untuk menjaga suaranya, tetapi hasilnya belum sesuai harapan.

Meski begitu, ia tidak pernah mempertimbangkan untuk mundur dari kompetisi. Baginya, perjuangan yang telah dilalui hingga mencapai lima besar terlalu berharga untuk dilepaskan begitu saja.

"Kalau hari ini gue perform jelek dan orang nge-judge gue, enggak apa-apa. Tapi satu, gue enggak bakalan mundur," kata Shabrina.

Ia menyadari bahwa penampilannya mungkin akan mendapat kritik jika kondisi suaranya tidak maksimal. Namun, ia memilih untuk tetap naik ke atas panggung dan menerima apa pun hasilnya daripada menyerah sebelum bertanding.

Pertolongan di Panggung dan Akhir Bahagia Sang Juara

Keputusan untuk tetap tampil akhirnya membuahkan hasil yang tidak disangka. Shabrina mengaku merasakan perubahan besar ketika sudah berada di atas panggung. Adrenalin yang muncul saat tampil perlahan membuat suaranya kembali keluar dengan baik.

Ia berhasil menyelesaikan penampilannya dan menganggap momen tersebut sebagai salah satu pengalaman paling emosional sepanjang perjalanan di Indonesian Idol. Menurutnya, saat itu ia benar-benar merasa telah berada di titik di mana tidak ada lagi tempat bergantung selain kepada Tuhan.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting baginya tentang arti kerja keras, keteguhan hati, dan keyakinan untuk terus melangkah meski menghadapi keterbatasan. Perjalanan panjang yang dimulai dari berbagai kompetisi menyanyi di Belitung hingga akhirnya menjadi Juara Indonesian Idol Season 13 semakin menguatkan keyakinannya bahwa mimpi besar bisa diraih oleh siapa saja yang mau terus berusaha dan tidak mudah menyerah.

Kalau kamu pernah berada di titik “antara lanjut atau menyerah”, cerita Shabrina Leanor di Indonesian Idol ini bisa bikin kamu melihat perjuangan dari sudut yang berbeda. Dari kehilangan suara sampai tetap berdiri di Top 5, semuanya bukan perjalanan yang mudah. 

Mau dengar cerita lengkapnya langsung dari Shabrina? Tonton terus episode Obrolan Hari Ini di YouTube Oppal