Tampilkan Sisi Dirinya Yang Lebih Emosional, Rich Brian Resmi Rilis Single Baru “Tear”

  • Rosifumi Sayyidina
  • Menjadi karya terbarunya setelah hampir satu tahun setelah full album “Where Is My Head” pada Agustus 2025.
  • Ceritakan tentang hubungan yang sudah berakhir, namun masih menyisakan cinta dan penyesalan.
  • Sajikan lirik yang lebih emosional dan personal, lengkap dengan balutan melodi yang lembut.
  • Hadirkan konsep music video yang unik dengan full CGI bak sinetron Indonesia tahun 2000an.

Setelah hampir satu tahun sejak karya terakhirnya, Rich Brian akhirnya kembali menyapa penggemarnya dengan single terbaru berjudul "Tear". Lagu ini menjadi babak baru dalam perjalanan musikal Brian, yang kali ini memilih menampilkan sisi dirinya yang lebih emosional dan personal. Berbeda dari karya-karyanya terdahulu yang identik dengan rap full energy dan lirik yang penuh percaya diri, "Tear" hadir dengan nuansa yang lebih lembut, reflektif, dan melankolis.

Sejak detik pertama, "Tear" langsung membawa pendengar ke suasana yang intim melalui melodi hangat dan aransemen minimalis yang memberi ruang bagi emosi dalam setiap liriknya. Lagu ini memperlihatkan perkembangan musikal Rich Brian yang semakin matang, sekaligus menunjukkan kemampuannya dalam menyampaikan cerita secara jujur dan mendalam.

Baca juga: Sampaikan Perasaan Ketidakpastian Tentang Masa Depan, Idgitaf Rilis Lagu Baru "Mungkin di Depan Buram" Hari Ini

Ditulis sendiri oleh Rich Brian, "Tear" mengangkat kisah tentang hubungan yang telah berakhir, tetapi masih meninggalkan cinta, penyesalan, dan harapan untuk memperbaiki semuanya. Alih-alih menceritakan perpisahan dengan amarah, Brian memilih menggambarkan sisi rapuh seseorang yang masih sulit melepaskan orang yang pernah dicintainya.

Perasaan tersebut tergambar lewat lirik seperti "What if we kissed again? What if we talk again?" yang memperlihatkan keinginan untuk mengulang kembali momen-momen indah bersama mantan pasangan. Lirik sederhana yang menjadi bentuk dari harapan yang masih tersisa meski hubungan telah berakhir.

Tak hanya bercerita tentang kerinduan, lagu ini juga menyinggung pergulatan batin yang muncul setelah sebuah hubungan usai. Brian menggambarkan bagaimana seseorang bisa berada di antara keinginan untuk bertahan dan ketakutan menghadapi masa depan.

Selain mengangkat tema kehilangan, "Tear" juga memperlihatkan bagaimana seseorang tetap berusaha menerima keadaan meski tidak lagi mendapatkan cinta yang sama seperti sebelumnya. Brian menuangkan perasaan tersebut lewat lirik , "If I can't get your kisses, I'll take what I can if you give."

Lewat penggalan tersebut, Brian menggambarkan kerinduan yang begitu besar hingga membuat seseorang rela menerima apa pun yang masih bisa diberikan oleh orang yang dicintainya. Lirik-lirik seperti ini membuat "Tear" terasa sangat personal dan emosional, sekaligus menunjukkan sisi penulisan lagu Rich Brian yang semakin dewasa.

Bersamaan dengan perilisan lagunya, Rich Brian juga merilis video musik resmi untuk "Tear". Disutradarai oleh Rodagenic, video tersebut mengusung konsep full CGI dengan menyajikan visual yang unik.

Dalam video tersebut, Brian ditampilkan dengan air mata yang terus mengalir deras sepanjang lagu, menjadi gambaran visual atas emosi dan kesedihan yang ingin disampaikan melalui "Tear". Brian juga dibuat berpindah-pindah tempat, bahkan hingga di awan-awan dan sayap pesawat yang membuat warganet teringat akan konsep sinetron Indonesia pada era 2000-an.

Lewat lagu ini, Rich Brian membuktikan bahwa dirinya terus berkembang sebagai musisi. Lagu ini tidak hanya memperlihatkan kemampuannya sebagai rapper, tetapi juga sebagai penyanyi dan penulis lagu yang mampu menyampaikan emosi dengan cara yang sederhana namun kuat.

Dengan aransemen yang melankolis, vokal yang lebih ekspresif, serta lirik yang terasa seperti menuang pengalaman pribadi, "Tear" menjadi salah satu karya paling personal dalam perjalanan music Rich Brian. Lagu ini juga melanjutkan fase baru dalam perjalanan kariernya yang semakin berani mengeksplorasi tema-tema reflektif dan kedewasaan emosional.