Tren joki absurd di media sosial tengah mencuri perhatian warganet. Kalau biasanya istilah tersebut identik dengan jasa mengerjakan tugas atau membantu menyelesaikan pekerjaan tertentu, kini jenis layanan yang ditawarkan semakin beragam bahkan absurd.
Mulai dari joki baca buku, menonton anime, nonton film, pura-pura konser, pura-pura jalan-jalan ke luar negeri, joki makan sayur, hingga jasa menggantikan aktivitas sehari-hari lainnya. Nah, berbagai ide tak biasa ini bermunculan dan sukses mengundang reaksi netizen.
Fenomena ini ramai dibicarakan karena menawarkan sesuatu yang tidak terduga. Aktivitas yang biasanya dilakukan sendiri justru seakan bisa menjadi jasa berbayar. Tidak sedikit warganet yang menghubungkannya dengan ungkapan “in this economy”, sebuah ekspresi untuk menggambarkan situasi ekonomi yang membuat orang semakin kreatif mencari penghasilan tambahan.
Lantas, apakah tren joki absurd sekadar lelucon di media sosial atau justru menunjukkan munculnya peluang usaha baru? Di balik tawaran yang terdengar nyeleneh, ada cerita menarik tentang kreativitas, kebutuhan konsumen, dan cara anak muda melihat peluang di era digital.
Tren Joki Absurd Makin Beragam, Bukan Cuma Joki Tugas
Photo: x.com
Istilah joki sering dikaitkan dengan jasa mengerjakan tugas atau aktivitas tertentu untuk menggantikan orang lain. Namun, perkembangan media sosial membuat konsep tersebut semakin luas dan tidak terduga.
Salah satu yang ramai diperbincangkan belakangan ini munculnya sebuah unggahan di Threads yang menawarkan jasa membaca buku dengan tarif sebesar Rp700 ribu hingga Rp1,6 juta, tergantung ketebalan buku.
Tidak sekadar menawarkan layanan membaca, penyedia jasa juga menawarkan anotasi, penanda halaman, serta foto aktivitas membaca yang bisa digunakan untuk kebutuhan konten media sosial. Unggahan tersebut bahkan menarik perhatian ratusan ribu pengguna, dan ramai juga diikuti di sosial media X.
Selain joki baca buku, banyak juga tawaran lain, seperti joki tidur, joki pura-pura work life balance, joki ngopi, hingga jasa berlibur untuk menghasilkan foto sesuai permintaan klien. Banyak dari mereka juga memasang tarif dan klaim berdasarkan budget yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan klien.
Fenomena ini menunjukkan batas antara hobi, aktivitas personal, dan layanan berbayar semakin menarik untuk dibahas. Sesuatu yang sebelumnya dianggap terlalu aneh untuk dijadikan bisnis kini bisa menjadi bahan percakapan sekaligus menarik perhatian calon pelanggan bukan?
Baca juga: Gen Z dan Milenial Mulai Serbu Pekerjaan Ini, Gajinya Bisa Tembus Rp4 Miliar
Kenapa Tren Joki Absurd Bisa Viral di Media Sosial?
Photo: x.com
Ada beberapa hal yang membuat tren joki absurd begitu mudah menarik perhatian warganet. Salah satunya, ide yang tidak biasa dan justru membuat orang penasaran.
Di tengah banyaknya konten yang berlalu-lalang di media sosial, sesuatu yang terdengar aneh cenderung lebih mudah memancing rasa ingin tahu. Bayangkan saja, membaca unggahan yang menawarkan jasa membaca buku untuk orang lain, jasa untuk pura-pura nonton konser, pura-pura tidur, atau menggulir media sosial selama beberapa jam.
Reaksi pertama yang muncul mungkin adalah bertanya-tanya, apakah layanan tersebut benar-benar ada? Rasa penasaran inilah yang mendorong warganet untuk berkomentar, membagikan unggahan, atau mendiskusikannya bersama teman. Tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar, sebuah ide unik berpotensi mendapatkan perhatian luas.
Kemudian, budaya media sosial juga ikut mempengaruhi tren. Jadi, tak hanya sekedar berbagi aktivitas, tetapi juga ruang untuk menunjukkan minat, gaya hidup, dan identitas diri.
Banyak yang menilai joki absurd ini justru dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jasa yang ditawarkan dalam tren ini menggunakan aktivitas yang familiar bagi banyak orang, mulai dari membaca, menonton, hingga bersantai.
Kedekatan tersebut membuat warganet mudah membayangkan siapa yang mungkin membutuhkan layanan semacam itu. Ada yang menganggapnya lucu, ada yang melihatnya sebagai ide bisnis, dan ada pula yang mempertanyakan manfaatnya. Perbedaan reaksi tersebut justru membuat pembahasannya semakin menarik dibicarakan.
In This Economy, Semua Hal Bisa Jadi Peluang Cuan?
Photo: x.com
Ungkapan “in this economy” sering digunakan warganet sebagai respons terhadap situasi ketika seseorang melakukan sesuatu yang tidak biasa demi memperoleh penghasilan. Nah, dalam konteks tren joki absurd, ungkapan ini menjadi semacam lelucon kolektif tentang kreativitas mencari uang.
Kalau pekerjaan yang umum sudah banyak dilakukan orang, muncul ide untuk menawarkan sesuatu yang berbeda. Karena itulah, kemunculan tren joki absurd ini seakan menjadi hal yang unik, lucu, tapi mungkin juga bisa dijadikan peluang bisnis bila ada klien yang melirik.
Meski begitu, hal ini belum tentu bisa dikaitkan dengan peluang bisnis yang sebenarnya ya! Jadi, tren ini lebih tepat dipandang sebagai contoh bagaimana media sosial bisa menjadi tempat menguji ide usaha, walaupun absurd. Respons warganet dapat menjadi sinyal awal adanya ketertarikan.
Baca juga: Work From Cafe Makin Digemari, Ternyata Ini Daya Tariknya
Tren Joki Absurd, Peluang Usaha atau Sekadar Konten Viral?
Photo: x.com
Di balik kesan absurd, tren joki juga memperlihatkan bahwa peluang usaha bisa muncul dari kebutuhan yang sangat spesifik. Seseorang mungkin membutuhkan bantuan untuk merangkum bacaan, merangkum film, ataupun hal lainnya.
Orang lain mungkin ingin membuat konten dari aktivitas tertentu, nonton konser, jalan-jalan, atau lainnya. Ada pula yang bersedia membayar untuk layanan yang menghemat waktu atau memudahkan pekerjaan mereka.
Namun, ide yang terdengar unik akan lebih masuk akal jika memang menyelesaikan masalah atau menawarkan manfaat yang jelas. Alih-alih sebagai peluang bisnis yang nyata, sepertinya warganet lebih menyoroti hal ini sebagai kreativitas saja dalam mencari peluang.
Pada akhirnya, tren joki absurd di media sosial memperlihatkan bagaimana sebuah ide sederhana bisa berkembang menjadi bahan diskusi yang lebih luas dan ajang hiburan saja. Fenomena ini memperlihatkan cara orang memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan jasa, menguji response pasar, dan mencari peluang penghasilan tambahan.
Di tengah obrolan “in this economy”, satu hal yang bisa dipetik adalah ide unik memang berpotensi menarik perhatian ya! Kamu sudah ikutan tren joki absurd ini juga belum?
Arifina Cahyanti Firdausi