Whisnu Santika Tunjukkan Sisi Lebih Personal Lewat Single "Aku Harus Pergi", Siap Rilis 3 Juni

  • Saifan Zaking

Ada yang berbeda dari Whisnu Santika kali ini. DJ dan produser musik elektronik yang selama ini dikenal lewat beat cepat dan energi panggung yang besar, kini hadir dengan jauh lebih tenang, lebih dalam, dan lebih personal, lewat single terbarunya berjudul "Aku Harus Pergi". Lagu ini pertama kali diperkenalkan secara eksklusif lewat program Marapthon pada 12 Mei 2026.

Whisnu Santika dikenal luas sebagai DJ dan produser rekaman asal Jakarta yang telah berkarir di industri musik sejak 2012. Namanya pun dikenal publik lewat single "Tequila", dan sejak itu ia terus membangun reputasinya lewat kolaborasi dengan sejumlah musisi lainnya, seperti Dipha Barus, Souljah, dan Marion Jola.

Karirnya juga terus menanjak hingga ia mendapat undangan tampil di Tomorrowland, festival musik elektronik terbesar di dunia yang digelar di Belgia. Namun di balik semua pencapaian itu, Whisnu juga dikenal sebagai sosok yang gigih membangun identitas musik elektronik Indonesia lewat genre yang ia kembangkan, yakni Indonesian Bounce, sebuah persilangan antara baile funk, Dutch house, breakbeat, dan unsur ritmis khas Indonesia.

Debut "Aku Harus Pergi" di Marapthon sengaja dirancang sebagai kejutan bagi penonton. Dan memang, lagu ini hadir sebagai sesuatu yang tidak terduga: nuansanya atmosferik, intim, dan emosional tanpa meninggalkan karakter elektronik yang sudah melekat pada Whisnu.

Dalam menggarap lagu ini, Whisnu menggandeng Ari Lesmana sebagai co-producer sekaligus penulis lirik. Kolaborasi keduanya menjadi tulang punggung emosi yang ingin disampaikan, sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan Whisnu menuju album perdana.

Lewat "Aku Harus Pergi", Whisnu membuktikan sesuatu yang selama ini mungkin luput dari perhatian, bahwa musik elektronik tidak selalu harus identik dengan euforia atau dentuman bass yang menggelegar. Whisnu sendiri pernah menegaskan bahwa kekuatan utama musik Indonesia terletak pada storytelling dan kejujuran emosinya, dan itulah yang coba ia tuangkan dalam lagu ini.

Melalui lirik dan atmosfer yang dibangun, "Aku Harus Pergi" memberi ruang interpretasi yang luas, terutama bagi siapa saja yang pernah melewati dinamika hubungan atau fase perpisahan dalam hidupnya. Lagu ini terasa hangat, dekat, dan manusiawi.

Sebelumnya, Whisnu juga sudah menunjukkan keberanian serupa lewat karya-karya yang mengeksplorasi sisi personal dan emosional dalam musik elektronik, termasuk lewat kolaborasinya dengan Judika pada "Bagaimana Kalau Aku Tidak Baik-Baik Saja". "Aku Harus Pergi" terasa seperti kelanjutan alami dari keberanian itu.

Single ini dijadwalkan rilis resmi pada 3 Juni 2026 di seluruh platform digital streaming. Sebuah langkah yang semakin menegaskan bahwa Whisnu Santika tidak hanya bermain di satu warna — dan justru di situlah letak menariknya.