Mengenal Pengertian, Karakteristik hingga Prinsip-Prinsip Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka mengusung pembelajaran intrakurikuler yang beragam agar peserta didik punya cukup waktu untuk mendalami konsep dan juga memperkuat kompetensi.

499
0

Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) meluncurkan Kurikulum Merdeka. Apa itu?

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, sehingga pembelajaran akan lebih maksimal supaya peserta didik punya cukup waktu untuk mendalami konsep dan juga memperkuat kompetensinya.

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, Kurikulum Merdeka telah diimplementasikan di hampir 2.500 sekolah yang mengikuti Program Sekolah Penggerak (PGP) dan 901 SMK Pusat Keunggulan sebagai bagian dari pembelajaran paradigma baru.

“Tolong diingat bahwa kurikulum ini adalah opsi atau pilihan bagi sekolah, sesuai dengan kesiapannya masing-masing. Tidak ada transformasi proses pembelajaran kalau kepala sekolah dan guru-gurunya merasa terpaksa. Satuan Pendidikan dapat memilih untuk mengimplementasikan kurikulum berdasarkan kesiapan masing-masing,” kata Pak Nadiem.

Kurikulum Merdeka yang sebelumnya dikenal sebagai Kurikulum Prototipe ini menawarkan struktur yang lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial. Hal ini tentunya bisa memberikan keleluasaan bagi guru untuk mengajar sesuai kebutuhan dan karakteristik siswa.

Ada beberapa karakteristik yang digunakan dalam kurikulum ini, antara lain:

1. Pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan soft skill dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.

2. Fokus kepada materi esensial, sehingga ada waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar, seperti literasi dan numerasi.

3. Fleksibilitas guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didik.

Kurikulum Merdeka ini juga memiliki keunggulan sebagai berikut.

1. Materi menjadi lebih sederhana, mendalam, dan fokus pada materi yang esensial. Maka dari itu, peserta didik bisa belajar lebih dalam dan tidak terburu-buru.

2. Guru punya keleluasaan untuk mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik. Tapi, sekolah juga memiliki wewenang untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan satuan pendidikan dan peserta didik.

3. Lebih relevan dan interaktif, yang berarti pembelajaran melalui kegiatan proyek yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih aktif dan mengeksplorasi isu-isu aktual.

Seperti yang tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, kegiatan belajar mengajar di sekolah yang menggunakan Kurikulum Merdeka harus memperhatikan prinsip-prinsip.

Ada lima prinsip pembelajaran dari Kurikulum Merdeka, yaitu:

1. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar.

Selain itu, juga mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam, sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.

2. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

3. Proses pembelajaran yang mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.

4. Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.

5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Prinsip-prinsip di atas tentunya dapat diterapkan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

TIRA
WRITTEN BY

TIRA

Fashion and sport enthusiast!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *