Mengenal Sosok Jenderal Polisi yang Hidup Sederhana, Bapak Hoegeng

687
1

Nama Jenderal Hoegeng memang begitu harum di dalam institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pria dengan nama lengkap Hoegeng Iman Santoso ini merupakan sosok jenderal polisi yang dikenal sederhana, jujur, dan berintegritas. Sehingga membuatnya menjadi panutan bagi setiap anggota polisi.

Mengutip Sindonews, Kapolri ke-5 Bapak Jenderal Hoegeng adalah sosok suami yang sangat mencintai istrinya yang bernama Meriyanti Roeslani atau Meri. Bapak Hoegeng dan istrinya menikah di Yogyakarta pada 31 Oktober 1946. Mereka dikaruniai 2 anak, yaitu Krisnadi Ramajaya Hoegeng dan Aditya Susanto Hoegeng.

Banyak kisah dari Bapak Hoegeng yang bisa dijadikan sebagai suri tauladan, terutama untuk anggota kepolisian. Terlebih nama Bapak Hoegeng pernah menjadi salah satu polisi jujur yang disebutkan oleh mantan Presiden Indonesia, Almarhum Bapak Gus Dur.

Bapak Hoegeng menjabat sejak tahun 1968 hingga 1971. Bapak Hoegeng dikenal sebagai polisi paling bersih karena pernah berani melawan mafia-mafia kelas kakap di masa orde baru, seperti dikutip Indozone.

Salah satu contoh yang sangat nyata, Pak Hoegeng berani mengungkap kasus penyelundupan mobil mewah yang dilakukan oleh Roby Tjahyadi, yang pada waktu itu dikenal sebagai pengusaha besar di Indonesia.

Selain itu, Pak Hoegeng juga dikenal sebagai sosok yang sederhana. Kisah kesederhanaannya itu pernah terungkap saat seorang maling menyatroni rumahnya di Jalan Madura, Menteng, Jakarta Pusat.

Maling tersebut masuk dengan meloncat dari tembok belakang rumah Pak Hoegeng yang saat itu menjabat Kapolri. Pak Hoegeng sempat dikira punya banyak harta, tapi ternyata tidak ada sama sekali, seperti dikutip iNews.

Tidak marah ataupun emosi saat dilaporkan ada pencurian di rumahnya, Pak Hoegeng justru malah tertawa terpingkal-pingkal.

Ada kisah menarik lain dari Bapak Hoegeng, yaitu pernah dikirimi santet oleh oknum polisi yang kasusnya diungkap oleh Bapak Hoegeng. Hal tersebut berawal dari Bapak Hoegeng yang tidak mau disogok oleh apapun. Ini terbukti dari adanya oknum polisi tersebut yang korupsi untuk mendapatkan perlindungan diri.

Meski menjadi Kapolri, Bapak Hoegeng hidup dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan. Mengutip Okezone, saat mengemban jabatannya, Pak Hoegeng tak mau dikawal, bahkan juga tidak mau mengambil jatah beras.

Tak hanya itu, Bapak Hoegeng pun tidak mengizinkan istrinya untuk menjadi Ketua Umum Bhayangkari, yang biasa dijabat istri kapolri. “Hoegeng ini komandan polisi di Indonesia, tetapi Meri bukan komandan dari istri-istri para polisi,” kata Pak Bapak kepada istrinya.

Bapak Hoegeng juga tidak memberikan izin kepada anak keduanya yang bernama Aditya Soetanto untuk melamar AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) yang saat ini berubah enjadi Akademi TNI.

Bapak Hoegeng punya alasan dalam hal itu, karena menurutnya, akan ada ketimpangan dalam langkah-langkah untuk melamar AKABRI. Apalagi sang anak juga akan mudah untuk lolos menjadi anggota AKABRI lantaran berasal dari keluarga Kapolri.

Bapak Hoegeng juga mengingatkan kepada anak-anaknya untuk bersikap tegas dan tanpa kompromi. Bapak Hoegeng tak ingin anak-anaknya hidup manja dan menggantungkan diri pada jabatan yang diemban oleh ayahnya.

Bapak Hoegeng lantas mengajarkan kemandirian dan kerja keras kepada anak-anaknya dengan mengizinkan mereka berjualan koran dan kue.

Tak hanya di era sekarang, pada masa awal kepolisian, Bapak Hoegeng juga pernah memberantas kasus perjudian. Bapak Hoegeng ditugaskan ke Medan, Sumatera Utara, untuk menjabat Kadit Reskrim Polda Sumut. Saat itu, tepatnya pada tahun 1956, memang ada upaya pembersihan besar-besaran kasus penyelundupan, perjudian, dan perampokan di Sumut.

Ketika menjadi Menteri/Sekretaris Presidium Kabinet pada 1966, Bapak Hoegeng pernah punya seorang sekretaris yang loyal. Namanya adalah Soedartho Martopoespito atau lebih akrab disapa Dharto.

Dharto mengenal Bapak Hoegeng sebagai sosok polisi yang sederhana dan tidak neko-neko. Berbagai fasilitas dan hak-hak Bapak Hoegeng sebagai pejabat tinggi justru tidak digunakan olehnya, melainkan sebagian diperuntukkan untuk anak buahnya meskipun dia hidup dalam ekonomi yang pas-pasan.

TIRA
WRITTEN BY

TIRA

Fashion and sport enthusiast!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Mengenal Sosok Jenderal Polisi yang Hidup Sederhana, Bapak Hoegeng

  1. Anaknya Pak Hoegeng itu ada 3 yaitu ; Reniyanti Hoegeng, Aditya Hoegeng dan Ayu Hoegeng, Kalau Krisnadi Ramajaya Hoegeng adalah Cucu dari Pak Hoegeng & anak dari Aditya Hoegeng,