Seba Baduy, Wujud Kesetiaan dan Ketaatan Masyarakat Baduy Kepada Pemerintah

Tradisi ini dilakukan untuk menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah.

121
Seba Baduy

Masyarakat Baduy baru saja melaksanakan upacara Seba Baduy pada Sabtu, 29 April 2023 kemarin. Tradisi ini biasanya dilakukan dalam rangka menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah selama satu tahun.

Upacara ini juga rutin dilakukan setiap tahun yang di dalamnya ada prosesi silaturahmi antara masyarakat Suku Baduy dengan pemerintah setempat.

Pj Gubernur Banten saat Upacara Seba Baduy/Pemprov Banten

Tradisi Seba ini biasanya dilakukan di dua tempat, yakni Pendopo Kabupaten Lebak dan di Kota Serang sebagai pusat Provinsi Banten.

Melihat dari siaran pers yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Banten, Pj Gubernur Banten Bapak Al Muktabar, laksa merupakan simbol penghormatan dan silaturahmi dari masyarakat Baduy pada Sabtu (29/4) dalam acara Seba Baduy.

Apa Itu Upacara Seba Baduy?

Foto masyarakat Suku Baduy/Unsplash

Seba adalah sebuah kata dalam Bahasa Baduy yang memiliki arti persembahan. Dalam konteks Upacara Seba, masyarakat Baduy atau Urang Kanekes akan mempersembahkan hasil panen kepada pemerintah.

Dilihat dari sejarahnya, Seba sudah dilakukan oleh masyarakat Baduy dalam kurun waktu yang lama. Konon, Upacara Seba ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu, tepatnya pada masa kejayaan Kesultanan Banten.

Tradisi Seba Baduy ini juga menjadi wujud kesetiaan dan ketaatan Suku Baduy kepada pemerintah. Pemerintah yang dimaksud dalam hal ini adalah Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten.

Prosesi Pada Upacara Seba

Foto masyarakat Suku Baduy/BRIN

Pada dasarnya, Upacara Seba ini diikuti oleh ribuan masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam. Kedua kelompok masyarakat Baduy ini biasanya mudah dibedakan lewat warna pakaian yang dikenakan.

Baduy Dalam akan mengenakan busana dan ikat kepala warna putih. Sedangkan Baduy Luar akan mengenakan pakaian warna hitam dan ikat kepala berwarna biru.

Sebelum adanya Upacara Seba, Urang Kanekes akan menggelar Upacara Kawalu selama kurang lebih 3 bulan. Kawalu ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan dan upacaranya sendiri terbagi ke dalam tiga sesi.

Foto salah seorang masyarakat Baduy/Indonesia Travel

Setelah Kawalu, warga Baduy akan melanjutkannya dengan Upacara Ngalaksa. Ngalaksa ini adalah silaturahmi kepada kerabat dan tetangga sambil membawa hasil panen. Setelah Upacara Ngalaksa, maka Seba Baduy pun segera dimulai.

Nantinya, para sesepuh adat akan menyeleksi warga Baduy yang turut dalam pelaksanaan Upacara Seba. Seleksi ini dilakukan untuk memilih warga yang sehat secara fisik karena mereka akan berjalan sejauh 80 kilometer.

Upacara Seba sendiri akan diawali dengan pengucapan tatabean oleh ketua adat yang ditunjuk. Tatabean merupakan ucapan seserahan warga Baduy kepada bupati dan disampaikan dalam bahasa Baduy.

Baca juga: “Sejarah Budaya Thrifting, From Saving to Flexing

Tatabean ini juga biasanya berisi tentang laporan kondisi warga Baduy, termasuk kondisi panen, lingkungan, dan kesehatan mereka.

Usai Tatabean, pihak pemerintah baik bupati ataupun gubernur akan menanggapi laporan Tatabean tadi. Upacara Seba Baduy itu pun akan diakhiri dengan penyerahan hasil panen Baduy kepada bupati. Sebaliknya, dari pihak pemerintah akan menyerahkan bingkisan kepada perwakilan warga Baduy.

Rio
WRITTEN BY

Rio

Menulis seakan sudah menjadi kebiasaan untuk saya sejak kuliah. Skill ini terus berkembang sampai saat ini. Dimulai dari Liputan6.com sampai sekarang pekerjaan yang saya geluti seputar menulis artikel. Dan saat ini, Oppal Media adalah tempat saya untuk kembali belajar dan membuktikan yang terbaik.