Berapa Kali Seminggu Idealnya Melakukan Athletik Pilates agar Hasilnya Terlihat?

  • Cynthia Paramitha

- Frekuensi ideal melakukan atletik pilates berdasarkan tingkat kemampuan, mulai dari pemula hingga atlet.

- Apakah atletik pilates aman dilakukan setiap hari dan hal yang perlu diperhatikan.

- Kapan hasil atletik pilates mulai terlihat dengan latihan yang konsisten.

- Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas atletik pilates, seperti teknik, intensitas, dan waktu pemulihan.

- Tips memaksimalkan manfaat atletik pilates agar hasil latihan lebih optimal dan risiko cedera berkurang.


Credit: Magnific


Athletik pilates semakin populer karena menawarkan kombinasi latihan kekuatan, fleksibilitas, keseimbangan, dan stabilitas tubuh dalam satu sesi. Berbeda dengan pilates konvensional yang lebih berfokus pada kontrol gerakan, athletic pilates biasanya memiliki intensitas lebih tinggi sehingga mampu melatih otot inti (core), daya tahan, hingga koordinasi tubuh.


Namun, muncul satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pemula, berapa kali seminggu idealnya melakukan atletik pilates agar hasilnya terlihat?


Jawabannya tidak selalu sama. Frekuensi latihan perlu disesuaikan dengan tingkat kebugaran, tujuan olahraga, dan kemampuan tubuh dalam melakukan pemulihan. Berikut penjelasannya.


1. Pemula: Cukup 2–3 Kali Seminggu

Bagi yang baru mulai mencoba atletik pilates, frekuensi 2 hingga 3 kali seminggu sudah cukup untuk membantu tubuh beradaptasi dengan pola latihan baru.


Pada tahap awal, tubuh membutuhkan waktu untuk mengenali gerakan, memperkuat otot inti, serta meningkatkan fleksibilitas. Memberikan jeda istirahat di antara sesi latihan juga membantu proses pemulihan sehingga risiko cedera dapat diminimalkan. Konsistensi jauh lebih penting dibandingkan memaksakan latihan setiap hari.


2. Tingkat Menengah: 3–4 Kali Seminggu

Setelah tubuh mulai terbiasa, frekuensi latihan dapat ditingkatkan menjadi 3 hingga 4 kali dalam seminggu. Pada tahap ini, atletik pilates dapat membantu meningkatkan:


- Kekuatan otot inti.

- Stabilitas tubuh.

- Fleksibilitas.

- Postur tubuh.

- Keseimbangan.


Banyak orang mulai merasakan tubuh lebih kuat, gerakan lebih stabil, dan postur lebih baik ketika rutin berlatih pada frekuensi ini.


3. Atlet atau Olahragawan: 4–5 Kali Seminggu

Bagi atlet profesional atau mereka yang sudah memiliki rutinitas olahraga intensif, atletik pilates sering dijadikan sebagai latihan pendukung (cross-training). Frekuensi 4–5 kali seminggu umumnya masih aman, selama disesuaikan dengan jadwal latihan utama dan tidak mengganggu proses pemulihan tubuh.


Pilates membantu atlet meningkatkan mobilitas sendi, keseimbangan, kontrol gerakan, hingga mengurangi risiko cedera akibat latihan berulang.


Apakah Atletik Pilates Boleh Dilakukan Setiap Hari?


Secara umum, atletik pilates boleh dilakukan setiap hari, tetapi tidak selalu dianjurkan.


Jika setiap sesi dilakukan dengan intensitas tinggi, tubuh tetap membutuhkan waktu untuk memulihkan otot. Sebaliknya, jika latihan dilakukan dengan intensitas ringan, fokus pada peregangan atau mobilitas, frekuensi harian masih memungkinkan.


Yang terpenting adalah mendengarkan respons tubuh. Jika muncul nyeri berlebihan atau kelelahan berkepanjangan, sebaiknya berikan waktu istirahat sebelum kembali berlatih.


Kapan Hasil Atletik Pilates Mulai Terlihat?


Banyak instruktur pilates menyebutkan bahwa perubahan dapat mulai dirasakan setelah 4 hingga 8 minggu latihan secara konsisten. Beberapa manfaat yang biasanya mulai terlihat antara lain:


- Otot inti terasa lebih kuat.

- Postur tubuh lebih tegak.

- Tubuh menjadi lebih fleksibel.

- Keseimbangan meningkat.

- Gerakan sehari-hari terasa lebih ringan.

Meski demikian, hasil setiap orang bisa berbeda tergantung pola makan, kualitas tidur, intensitas latihan, dan konsistensi menjalankan program.

Tips agar Hasil Atletik Pilates Lebih Maksimal

Selain menentukan frekuensi latihan yang tepat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar manfaat atletik pilates lebih optimal.

1. Utamakan Teknik yang Benar

Gerakan pilates menekankan kontrol dan kualitas, bukan kecepatan. Teknik yang tepat membantu melatih otot secara maksimal sekaligus mengurangi risiko cedera.

2. Jangan Lupakan Pemanasan

Luangkan waktu beberapa menit untuk melakukan pemanasan agar tubuh siap menghadapi latihan dan otot menjadi lebih lentur.

3. Berikan Waktu Pemulihan

Istirahat merupakan bagian penting dari proses pembentukan kekuatan otot. Hindari memaksakan tubuh jika masih terasa lelah.

4. Perhatikan Asupan Nutrisi

Konsumsi makanan bergizi dan cukupi kebutuhan protein agar proses pemulihan otot berjalan lebih optimal.

5. Tetap Konsisten

Tidak perlu berlatih setiap hari. Latihan 2–3 kali seminggu yang dilakukan secara rutin akan memberikan hasil lebih baik dibanding latihan intensif yang hanya dilakukan sesekali.