10 Ilustrasi Rumah yang Menggambarkan Berbagai Gangguan Mental, Maknanya Apa?

  • Arifina Cahyanti Firdausi

Pernah kepikiran nggak, bagaimana jadinya kalau gangguan mental digambarkan dalam bentuk rumah? Biasanya, bangunan satu ini identik dengan tempat pulang, istirahat, dan merasa aman.


Tapi, rumah ternyata bisa untuk menggambarkan berbagai kondisi gangguan mental seseorang lho! Mulai dari rumah yang gelap, penuh barang, sampai bangunan dengan ruang yang terasa sempit, setiap gambaran bisa punya makna tersendiri.


Meski terlihat seperti bangunan biasa, detail dalam ilustrasi rumah bisa mengajak kita melihat gangguan mental dari sudut pandang yang berbeda. Misalnya, rumah yang gelap bisa menjadi simbol perasaan yang berat, sementara rumah yang dipenuhi barang dapat menggambarkan kondisi tertentu yang berkaitan dengan kebiasaan menyimpan barang.


Lalu, seperti apa makna di balik ilustrasi rumah yang menggambarkan berbagai gangguan mental ini? Simak yang berikut!


IMSONIA

Photo: Instagram.com/folkfiles


Siapa di antara kalian yang sering mengalami insomnia? ada nih bentuk ilustrasi rumah yang menggambarkan gangguan mental tersebut.


Insomnia merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk mulai tidur, mempertahankan tidur, atau bangun terlalu awal dan sulit tidur kembali. Nah, rumah yang menggambarkan kondisi ini diibaratkan seperti malam tanpa istirahat.


Bentuknya identik dengan suasana malam, jendela yang masih menyala, atau biasanya juga digambarkan dengan bangunan yang tampak tidak nyaman yang seakan mengungkap simbol malam panjang dan terasa melelahkan.


DEPRESI

Photo: Instagram.com/folkfiles


Depresi bukan sekadar perasaan sedih selama satu atau dua hari. Kondisi ini dapat mempengaruhi suasana hati, minat terhadap aktivitas, energi, konsentrasi, hingga kemampuan menjalani keseharian.


Kalau digambarkan dalam bentuk bangunan, seorang yang depresi diibaratkan sebagai rumah dengan kondisi sudah rapuh. Bentuk bangunannya cenderung menggunakan warna-warna gelap, auranya pun tak tampak berpenghuni, tapi masih terlihat bersih dan rapi.


Menariknya, kondisi depresi tidak selalu terlihat dari luar. Seseorang masih mungkin menjalankan aktivitas sehari-hari dan berinteraksi dengan orang lain meskipun sedang mengalami kesulitan emosional.


ANXIETY DISORDER

Photo: Instagram.com/folkfiles


Pernah merasa khawatir berlebihan tentang sesuatu yang belum tentu terjadi? Bisa jadi, kamu mengalami Anxiety Disorder.


Biasanya, seseorang yang mengalami hal tersebut bakal muncul perasaan cemas sesekali. Hal ini, sebenarnya  wajar, tetapi gangguan kecemasan dapat melibatkan rasa takut atau khawatir yang menetap dan mengganggu kehidupan sehari-hari.


Nah, bentuk rumah dengan pagar, penghalang, atau bentuk yang terlihat rumit bisa digunakan sebagai metafora visual untuk menggambarkan seseorang yang mengalami Anxiety Disorder.


Baca juga: Bukan Antisosial, Ini 7 Alasan Orang Dewasa Makin Malas Angkat Telepon


Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Photo: Instagram.com/folkfiles


Siapa nih yang sedikit-sedikit merasa risih jika mendapati situasi dengan banyak debu, kotoran, atau ruangan tidak rapi? Nah, besar kemungkinan kamu mengalami Obsessive Compulsive Disorder (OCD).


Seorang dengan kondisi tersebut digambarkan dengan sebuah bangunan rumah yang memiliki pola berulang. Misalnya, susunan jendela yang sama, termasuk detail warna pun harus selaras, rapi, dan bersih.


Namun, seorang dengan gangguan OCD sering disalah artikan sebagai kebiasaan menyukai kerapian. Padahal, kondisi ini melibatkan obsesi, kompulsi, atau keduanya.


Bipolar

Photo: Instagram.com/muraimalaysia


Gangguan Bipolar ditandai dengan  perubahan suasana hati, energi, dan tingkat aktivitas yang berbeda dari kondisi biasanya. Nah, hal ini pun bisa diilustrasikan dalam bentuk  rumah.


Tipe bangunan yang memiliki bagian-bagian kontras dapat digunakan sebagai gambaran artistik tentang  suasana hati bagi pengidap Bipolar. Misalnya, rumah dengan berbagai tampilan tumbuhan di atap.


Meski demikian, seorang yang mengalami gangguan tersebut bukan sekadar merasakan perubahan mood dalam hitungan menit. Diagnosisnya memerlukan penilaian tenaga profesional berdasarkan pola gejala dan riwayat seseorang.


Hoarding Disorder

Photo: Instagram.com/folkfiles


Bayangkan sebuah rumah yang hampir setiap sudutnya dipenuhi tumpukan barang sampai ruang untuk beraktivitas menjadi terbatas. Nah, gambaran tersebut ternyata  menjelaskan tentang seseorang yang mengalami Hoarding Disorder.


Kondisi ini membuat seseorang mengalami kesulitan menetap untuk membuang atau melepaskan barang, terlepas dari nilai barang tersebut. Akibatnya, penumpukan dapat mengganggu penggunaan ruangan dan kehidupan sehari-hari.


Agorafobia

Photo: Instagram.com/folkfiles


Agorafobia merupakan kondisi yang melibatkan ketakutan atau kecemasan terhadap situasi ketika seseorang merasa sulit melarikan diri atau mendapatkan pertolongan jika mengalami gejala yang membuatnya sangat tidak nyaman.


Nah, rumah dengan pintu tertutup atau pagar rapat dapat menjadi metafora tentang keinginan untuk bertahan di tempat yang terasa aman.


Agorafobia bukan hanya ketakutan terhadap ruang terbuka. Situasi seperti keramaian, transportasi umum, atau bepergian sendirian juga bisa menjadi sumber kecemasan bagi sebagian orang.


ADHD

Photo: Instagram.com/folkfiles


Attention deficit/hyperactivity disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang dapat melibatkan kesulitan mempertahankan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas.


Secara artistik, rumah dengan banyak jendela, bagian yang menonjol, atau bentuk yang dinamis bisa menjadi simbol pikiran dan perhatian yang terasa sulit diarahkan.


Namun, mudah terdistraksi sesekali bukan berarti seseorang memiliki gangguan ADHD. Penilaian perlu mempertimbangkan pola gejala, riwayat perkembangan, dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.


Baca juga: Belum Senin, Tapi Sudah Cemas Duluan? Bisa Jadi Kamu Mengalami Sunday Scaries


Klaustrofobia

Photo: Instagram.com/folkfiles


Klaustrofobia adalah ketakutan terhadap ruang tertutup atau terbatas yang dapat memicu kecemasan. Seorang dengan gangguan ini, akan merasa cemas bila berada di sebuah bangunan dengan lorong sempit, jendela kecil, dan pintu yang terasa membatasi ruang gerak.


Secara visual, bentuk rumah yang menggambarkan kondisi tersebut adalah yang tampak lengang. Sehingga, pengidap Klaustrofobia tidak merasa terjebak atau kesulitan, dan merasa nyaman di tempat tersebut.


NPD

Photo: Instagram.com/folkfiles


Narcissistic Personality Disorder (NPD) merupakan gangguan kepribadian yang melibatkan pola menetap terkait rasa penting diri yang berlebihan, kebutuhan akan kekaguman, dan kesulitan tertentu dalam memahami perspektif orang lain.


Dalam interpretasi artistik, rumah dengan fasad super megah atau cermin besar dapat digunakan sebagai simbol citra diri dan kebutuhan akan pengakuan.


Namun, ilustrasi tersebut bukan gambaran pasti NPD. Percaya diri, menyukai pujian, atau sesekali bersikap egois tidak otomatis berarti seseorang memiliki gangguan kepribadian narsistik ya!


Nah, itulah sederet ilustrasi bangunan rumah yang bisa menjadi menggambarkan gangguan mental. Namun, ini semua bukan sebuah acuan pasti ya!


Karena setiap orang punya pengalaman yang berbeda, sehingga kondisi kesehatan mental nggak bisa dinilai hanya dari sebuah gambar rumah!