Bandara Husein Sastranegara Siap Beroperasi Lagi 17 September 2026

  • Reyvan
  • Bandara Husein Sastranegara dijadwalkan kembali beroperasi pada 17 September 2026 setelah Kementerian Perhubungan dan InJourney Airports memastikan kesiapan operasional bandara.

  • Sejumlah fasilitas ditingkatkan untuk kembali melayani pesawat jet, mulai dari peningkatan kategori PKP-PK, pelapisan ulang landasan pacu, hingga pembenahan sistem bagasi, X-ray, dan pencahayaan.

  • Pemerintah mulai menyusun pembagian rute penerbangan dengan menunggu usulan dari maskapai sebelum menetapkan layanan sesuai kebutuhan pasar.

  • InJourney Airports membentuk Tim Operational Readiness Activation and Transition (ORAT) guna memastikan seluruh persiapan operasional berjalan sesuai standar keamanan, keselamatan, dan pelayanan menjelang pembukaan kembali bandara.


Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat, dipastikan akan kembali beroperasi secara penuh mulai 17 September 2026. Kepastian tersebut disampaikan setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melakukan serangkaian pengecekan untuk memastikan seluruh fasilitas bandara siap melayani penerbangan, termasuk pesawat jet.


Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa mengatakan jadwal pembukaan kembali Bandara Husein mengacu pada kesiapan yang telah dilaporkan oleh Angkasa Pura. Pernyataan itu disampaikan sebagaimana dikutip dari Liputan6 pada Rabu (1/7/2026).


"Informasi dari Angkasa Pura untuk Bandara Husein Sastranegara Bandung itu, mereka (Angkasa Pura) sudah siapkan untuk tanggal 17 September beroperasi," ujar Lukman.


Menurut Lukman, pemerintah bersama InJourney Airports telah meninjau langsung kondisi Bandara Husein Sastranegara untuk memastikan seluruh aspek operasional memenuhi persyaratan sebelum bandara kembali melayani penerbangan komersial. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari persiapan agar pengoperasian kembali berjalan aman dan lancar.




Baca Juga: Mengapa Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem? Ini Penjelasan Ilmiahnya


Sejumlah Fasilitas Dibangun Ulang demi Layani Pesawat Jet


Hasil evaluasi menunjukkan bahwa saat ini Bandara Husein masih melayani penerbangan menggunakan pesawat baling-baling atau propeller untuk rute tertentu. Karena itu, sejumlah penyesuaian perlu dilakukan sebelum bandara kembali menerima operasional pesawat jet.


Salah satu pembenahan yang menjadi perhatian adalah peningkatan kategori Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK). Kategorinya akan dinaikkan dari level lima menjadi level tujuh agar memenuhi standar keselamatan yang dipersyaratkan bagi operasional pesawat jet.


Selain peningkatan fasilitas keselamatan, pemerintah juga akan melakukan pelapisan ulang landasan pacu. Langkah tersebut diperlukan karena runway sudah cukup lama tidak digunakan untuk aktivitas penerbangan pesawat jet sehingga membutuhkan penyegaran agar kembali memenuhi standar operasional.


Perbaikan juga dilakukan pada berbagai fasilitas pendukung di terminal. Kementerian Perhubungan menyiapkan penyempurnaan sistem penanganan bagasi, perangkat pemeriksaan sinar-X (X-ray), hingga sistem pencahayaan untuk memastikan seluruh layanan memenuhi standar keamanan, keselamatan, dan pelayanan.


Pemerintah Mulai Petakan Rute Penerbangan


Di sisi administrasi, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan surat pemberitahuan kepada seluruh pemangku kepentingan mengenai rencana pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh pihak yang terlibat dalam operasional penerbangan dapat melakukan persiapan sesuai jadwal pembukaan.


Pemerintah juga mulai menyusun pembagian rute penerbangan yang akan dilayani dari Bandara Husein. Namun, penetapan rute masih menunggu usulan dari masing-masing maskapai agar layanan yang dibuka benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar.


"Kita lagi lakukan pembagian rute dan kita akan melihat permintaan dari airline itu mau ke mana saja rutenya. Kalau sudah ada permintaan baru kita bisa membuat satu rencana untuk pengoperasian sesuai dengan kondisi yang ada," kata Lukman.


InJourney Bentuk Tim Khusus Persiapan Operasional


Sementara itu, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menyatakan terus mempercepat seluruh persiapan operasional Bandara Husein Sastranegara. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung optimalisasi penerbangan domestik maupun internasional di Bandung setelah bandara kembali dibuka.


Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi menjelaskan seluruh persiapan mengacu pada Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor AU.102/1/8/DRJU.DAU/2026. Surat tersebut menekankan bahwa aspek keamanan, keselamatan, dan kualitas pelayanan harus dipenuhi sebelum operasional penerbangan diperluas.


"Persiapan yang dilakukan mengacu kepada Surat Dirjen Perhubungan Udara, di mana ditekankan aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan harus memenuhi persyaratan agar optimalisasi berjalan baik dan lancar," ujar Pahlevi.


Berdasarkan ketentuan tersebut, Bandara Husein Sastranegara nantinya dapat melayani penerbangan niaga berjadwal dalam negeri maupun internasional menggunakan pesawat jet dan propeller. Bandara itu juga akan melayani penerbangan niaga tidak berjadwal serta penerbangan bukan niaga untuk rute domestik maupun internasional.


Saat ini, Bandara Husein masih melayani penerbangan niaga berjadwal menggunakan pesawat propeller untuk rute intra-Pulau Jawa. Untuk mendukung proses transisi menuju operasional penuh, InJourney Airports juga telah membentuk Tim Operational Readiness Activation and Transition (ORAT) yang bertugas memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana hingga bandara kembali beroperasi pada 17 September 2026.