Di Tengah Riuh Kasus Ijazah Wapres, Ijazah Bung Hatta Malah Diabadikan di Belanda!

  • Naufal Mamduh

Di tengah riuh perdebatan soal dokumen pendidikan Wakil Presiden RI yang kini turut dibahas dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK), ada kisah berbeda dari sosok Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta.

Kalau ijazah Wapres hari ini menjadi bagian dari polemik yang ramai diperbincangkan, salinan ijazah Bung Hatta justru mendapat penghormatan di tempat yang jauh dari Indonesia.

Dokumen pendidikan Bung Hatta diketahui dipajang secara permanen di Erasmus University Rotterdam (EUR), Belanda, kampus tempat sang Proklamator pernah menempuh pendidikan ekonomi.

Bukan sekadar disimpan di ruang arsip, salinan ijazah tersebut dipajang bersama ringkasan biografi Hatta di sebuah bangunan yang bahkan menggunakan namanya, yaitu Hatta Building di Kampus Woudestein.

Oppal Gengs, kisah ini menarik karena ada perjalanan panjang di balik selembar ijazah tersebut. Sebelum namanya diabadikan di kampus Belanda, Hatta lebih dulu datang ke Rotterdam sebagai seorang pelajar dari Indonesia yang ingin mendalami ilmu ekonomi.

Baca juga: Dari Gibran ke Anies, Ketika Tokoh Publik Jadi Kamus Nyeleneh Warga Threads

Ijazah Bung Hatta Diabadikan di Hatta Building

Mengutip situs Erasmus University Rotterdam, salinan ijazah Hatta beserta ringkasan biografinya dipajang di aula Hatta Building yang berada di Kampus Woudestein, EUR.

Bangunan tersebut didirikan pada 2009 dan kini digunakan sebagai asrama mahasiswa. Namun, keberadaan Hatta Building ternyata sempat tidak banyak diketahui oleh orang-orang di lingkungan kampus.

Pengunjung, staf museum, hingga mahasiswa disebut tidak banyak mengetahui sejarah di balik nama bangunan tersebut.


(Tampilan ijazah Bung Hatta yang dipajang di Erasmus University, Sumber gambar: Instagram @wahyumuryadi_official)

Keluarga Bung Hatta sendiri baru memperoleh informasi resmi mengenai keberadaan Hatta Building pada 2014. Informasi tersebut diketahui berkat bantuan alumni EUR, Kwik Kian Gie.

Keberadaan bangunan ini tentu menjadi menarik. Sebab, nama Hatta bukan sekadar nama seorang mantan mahasiswa, melainkan tokoh Indonesia yang kemudian memiliki peran besar dalam sejarah kemerdekaan.

Bung Hatta Datang ke Belanda pada 1921

Jauh sebelum namanya diabadikan di kampus tersebut, Hatta memang pernah menjadi mahasiswa di Rotterdam. Pada 5 September 1921, Hatta tiba di Belanda untuk melanjutkan pendidikan di Handels Hoogeschool, atau Sekolah Tinggi Ekonomi.

Dalam autobiografi Mohammad Hatta: Biografi Politik (1990), disebutkan bahwa Rotterdam dipilih karena program pendidikan lanjutan serta fasilitas yang tersedia di sana lebih mendukung dibandingkan pilihan yang tersedia di Jakarta.


(Bung Hatta (berdiri, kedua dari kiri) bersama teman-temannya di Belanda, Sumber: Liputan6.com)

Keputusan tersebut ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan keluarganya. Orang tua Hatta sebelumnya menginginkan dirinya melanjutkan pendidikan ke Makkah dan Mesir.

Namun, Hatta memiliki pilihan sendiri. Ia memilih Rotterdam untuk memperdalam ilmu ekonomi, bidang yang kemudian ikut membentuk pemikiran dan perjalanan intelektualnya.

Sebelum ke Belanda, Hatta Sekolah di Padang dan Batavia

Perjalanan pendidikan Hatta sebenarnya sudah dimulai sejak ia masih berada di tanah air. Pada 1919, Hatta menyelesaikan pendidikan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Padang. Sekolah tersebut kurang lebih setara dengan jenjang SMP pada masa kolonial.

Setelah itu, Hatta melanjutkan pendidikan ke Prins Hendrik School (PHS) di Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta. PHS merupakan sekolah dagang menengah dengan masa studi lima tahun. Pendidikan tersebut terdiri dari tiga tahun dasar High Burger School (HBS) dan dua tahun pendalaman bidang perdagangan.

Sebagai lulusan MULO, Hatta diterima langsung di kelas pertama bagian perdagangan. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia kemudian melanjutkan perjalanan akademisnya ke Belanda.

Pendidikan Ekonomi Ikut Membentuk Pemikiran Hatta

Keputusan Hatta belajar ekonomi di Rotterdam bukan sekadar perjalanan akademis. Ilmu yang dipelajarinya menjadi salah satu bekal penting dalam membentuk cara pandangnya terhadap persoalan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Pemikiran tersebut kemudian turut mewarnai kiprahnya dalam pergerakan nasional hingga setelah Indonesia merdeka.

Karena itu, jejak Hatta di Rotterdam memiliki arti tersendiri. Kini, puluhan tahun setelah masa studinya berakhir, salinan ijazah Hatta masih dipajang di lingkungan kampus tempat ia pernah belajar. Namanya pun diabadikan melalui Hatta Building.

Baca juga: 10 Celah dalam RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang Perlu Diwaspadai Pekerja

Perjalanan Hatta pun jauh melampaui statusnya sebagai mahasiswa di Rotterdam. Ia kembali ke tanah air, terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, hingga akhirnya menjadi Wakil Presiden pertama Republik Indonesia bersama Soekarno.

Dengan begitu, salinan ijazah yang kini dipajang di Erasmus University Rotterdam bukan sekadar dokumen pendidikan. Di baliknya terdapat jejak perjalanan seorang mahasiswa Indonesia yang kemudian tumbuh menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah bangsa. Keren banget ya, Oppal Gengs!