Umur media sosial Threads mungkin baru tiga tahun. Tapi popularitasnya mulai menandingi media sosial para pendahulunya seperti Twitter, yang sekarang berubah menjadi X. Tidak hanya mulai marak, pengguna threads belakangan ini juga mulai kreatif.
Selain bikin bercandaan yang khas, warga Threads juga mulai “menyulap” sejumlah nama tokoh publik menjadi kosakata dengan arti yang berbeda dari nama sebenarnya. Bagi yang baru dengar mungkin akan terasa asing, tapi buat warga Threads jelas mengasyikkan. Inilah kamus nyeleneh warga threads yang diambil dari tokoh publik, khususnya politik.
Awal Mula
Sebelum itu kita bahas dulu awal mula tokoh-tokoh politik dijadikan kosakata nyeleneh dari warga Threads. Tren ini semula berawal dari unggahan warganet yang membagikan contoh percakapan dengan menggunakan nama tokoh sebagai kata pengganti.
Salah satu rangkumannya yang viral memuat nama-nama tokoh beserta arti plesetannya. Fenomena itu dengan cepat menyebar ke Threads. Bahkan platform media sosial lainnya.
Anies Berarti “Nganggur”, Gibran Berarti “Kosong”
Ada dua nama yang cukup sering dipakai dan menarik perhatian dalam tren ini. Nama pertama adalah mantan Gubernur DKI Jakarta, Pak Anies Baswedan. Dan yang kedua, nama Wakil Presiden RI kesayangan kita, Pak Gibran Rakabuming Raka. Lantas, dalam kamus warga Threads, apa maknanya?
Kata “Anies” digunakan untuk mengganti kata “nganggur” atau “pengangguran”. Hal itu berkaitan sama posisi Pak Anies Baswedan sendiri yang tidak sedang memegang jabatan di pemerintahan formal alias nganggur kalau kata orang mah. Tapi perlu dicatat bahwa ini hanyalah lelucon atau satire. Pak Anies tentu tidak benar-benar nganggur.
Lalu bagaimana contoh penggunaannya? Warganet bikin Threads begini kira-kira: “Info lokernya, dong! Lagi Anies, nih!” yang bisa diartikan “Info lokernya, dong! Lagi nganggur, nih!”
Sementara itu, “Gibran” digunakan untuk menggambarkan kondisi “kosong”, “diam”, atau “plonga-plongo”. Makna tersebut merupakan satire dari persepsi warganet terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Yah, kita semua tahu sendirilah beberapa kali Pak Gibran sering tampak “kosong” dan “plonga-plongo”.
Contohnya kalimat “Lagi Gibran nggak? Main yuk” yang bisa diartikan, “Lagi kosong nggak? Main yuk.”
Baca juga: Pengabdi Setan 3 Origin Rilis Poster Perdananya, Tayang Pada 2027!
Prabowo hingga Ganjar Juga Punya
Tidak cuma Pak Anies dan Pak Gibran yang masuk kamus nyeleneh warga Threads. Presiden kesayangan kita, Prabowo Subianto dan mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga masuk. Apa maksudnya untuk dua tokoh publik ini?
Nama Prabowo sering digunakan untuk mengganti kata “asbun” atau “asal bunyi”. Mengingat beliau suka asbun ketika pidato atau saat diwawancarai. Ada pula versi lain yang mengartikannya dengan “gemoy” dan “pikun”.
Contoh kalimatnya, “Jangan Prabowo deh, lu!” Maksudnya itu “Jangan asbun deh, lu!”
Nah, kalau Pak Ganjar gimana? Kata “Ganjar” digunakan untuk mengganti kata “lari” atau “jogging”. Kenapa begitu? Karena sejak tidak lagi menjabat dan gagal di Pilpres, Pak Ganjar cukup sering membagikan kegiatannya saat berlari. Ada pula versi lain yang menggunakan kata “Ganjar” sebagai pengganti kata tanya “kapan”.
Namun, paling sering sih yang pertama. Jadi bunyi kalimatnya kurang lebih gini. “Gue besok mau Ganjar di Senayan, ah” Yang artinya mau lari di Senayan. Gitu kira-kira. Adapun beberapa perbedaan terkait makna, menunjukkan bahwa “kamus” ini bukan kamus resmi. Tidak ada konsensus di sana.
Artinya makna bisa berubah, menyesuaikan komunitas, unggahan, dan konteks percakapan. Pertanyaannya, apakah cuma Pak Prabowo, Pak Anies, Pak Gibran dan Pak Ganjar saja yang dibuatkan kosakata? Kenyataannya tidak.
Baca juga: Pendaftaran Relawan Pajak 2027 Resmi Dibuka, Mahasiswa Bisa Ikutan
Jokowi, KDM, Nanik, hingga Cak Imin Ikut Diplesetkan
Ternyata para tokoh lain seperti Pak Jokowi, Pak Dedi Mulyadi alias KDM, Bu Nanik, hingga Cak Imin juga ikut diplesetkan. Kita mulai dari Pak Jokowi dulu deh. Nama presiden ketujuh itu diartikan secara satire menjadi “pembohong”. Istilah ini sekaligus mengandung kritik terhadap Pak Jokowi berkaitan dengan janji politik, kebijakan, hingga berbagai klaim di masa kepemimpinannya.
Contoh penggunaannya: “Jangan Jokowi, deh!” Artinya “Jangan bohong, deh!”
Kang Dedi Mulyadi atau KDM juga dipelesetkan. Nah kalau KDM diplesetkan menjadi “sok sibuk” atau “caper”. Mengingat Pak Dedi Mulyadi ini suka blusukan, menemui warga, hingga menangani berbagai persoalan yang kemudian kerap dijadikan konten di media sosialnya.
Contoh penggunaannya: “Ealah, diajak main nggak mau. KDM lu!” Artinya “Ealah, diajak main nggak mau. Sok sibuk lu!”
Nama mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Bu Nanik juga ikutan diplesetkan. Karena sering tampak nangis di depan kamera, kata “Nanik” diartikan sebagai “Nangis”. Jadi penggunaannya seperti: “Tenang, jangan Nanik.” yang artinya “Tenang, jangan nangis.”
Terakhir adalah Cak Imin. Ada sebuah video viral yang disitu sepenggal kalimat Cak Imin juga ikutan viral. Ya benar, kalimat “saya nggak tahu”. Akhirnya kata “saya nggak tahu” diplesetkan ke “Cak Imin”. Kurang lebih penggunaannya begini: “Cak Imin nggak tahu kalau dia pergi sama pacarnya” yang berarti “Saya nggak tahu kalau dia pergi sama pacarnya.”
Well, perlu diingat bahwa “kamus nyeleneh warga Threads” ini hanyalah produk humor dan persepsi sebagian pengguna media sosial, bukan fakta mengenai tokoh bersangkutan. Karena itu kata “Anies = nganggur” atau “Gibran = plonga-plongo” sebaiknya dipahami sebagai satire, bukan definisi objektif.
Baca juga: Review Tuntas Samsung Galaxy S26 FE, Cek Keunggulannya!
Muhammad Arsyad