Era Messi dan Ronaldo di Timnas Berakhir: Perbandingan Statistik, Trofi, dan Rekor Pertemuan

  • Muhammad Ichsan

Dua talenta terbaik dunia dalam sepak bola, Messi dan Ronaldo, telah resmi mengakhiri perjalanan karier mereka di level timnas. Lionel Messi terakhir bermain untuk Argentina pada 6 Oktober 2026 melawan Benin, sedangkan Cristiano Ronaldo baru saja mengumumkan bahwa ia pensiun dari Portugal pada 5 November 2026. Kedua megabintang ini menutup era dominasi panjang mereka dan telah menjadi ikon bagi masing-masing negaranya selama dua dekade terakhir.


Source: Bola.com

Debut dan Perpisahan Messi Ronaldo

Ronaldo baru memulai kariernya di level internasional pada 20 Agustus 2003 saat Portugal melawan Kazakhstan, sedangkan Messi melakukan debutnya pada 17 Agustus 2005 saat bertemu dengan Hungaria. Ronaldo telah menghabiskan waktunya selama 23 tahun bersama timnas Portugal, sementara Messi menutup kariernya setelah 21 tahun berseragam Argentina.


Statistik Utama Kedua Legenda

Keduanya sama-sama memiliki catatan rekor yang fantastis di timnas. Baik Messi maupun Ronaldo sama-sama menjadi andalan, bahkan keduanya memegang tanggung jawab sebagai kapten di skuadnya masing-masing. Berikut ini adalah detail statistiknya:

  • Penampilan: Ronaldo 234 laga, Messi 208 laga.

  • Gol: Ronaldo 146, Messi 126.

  • Assist: Ronaldo 45, Messi 69, menurut Sports Illustrated.

  • Rasio gol per laga: Ronaldo 0,62, Messi 0,61.

  • Total kontribusi gol dan assist: sekitar 191 untuk Ronaldo dan 195 untuk Messi.

Ronaldo mengungguli Messi pada torehan gol; di samping itu, Messi unggul lebih banyak dalam jumlah assist. Mengutip Tirto dan Planet Football mencatat angka assist sedikit berbeda (Ronaldo 37, Messi 67), tetapi kesimpulannya sama: Messi lebih unggul sebagai pemberi assist, dan rata-rata menciptakan gol atau assist setiap sekitar 89 menit, dibandingkan sekitar 101 menit untuk Ronaldo.


Jumlah Perolehan Trofi di Level Timnas

Source: Marca

Ronaldo membawa skuad Portugal juara Euro 2016 dan meraih dua UEFA Nations League (2019 dan 2025); jika ditotal, ia memiliki tiga gelar. Sebelum era Ronaldo, Portugal belum pernah meraih trofi internasional. Sementara itu, Messi telah mempersembahkan empat gelar besar untuk Argentina, termasuk Piala Dunia 2022 dan dua Copa América (2021 dan 2024), unggul satu trofi dari Ronaldo.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Timnas Portugal, Ini Kiprah dan Rekor yang Ditorehkan CR7 Selama 23 Tahun


Piala Dunia Jadi Panggung Milik Messi

Perbandingan terbesar antara keduanya ada di gelar Piala Dunia. Sepanjang gelaran acara tersebut, Messi telah mencatatkan 21 gol dan 12 assist dalam 34 pertandingan. Selain itu, ia juga berhasil melengkapi koleksi trofinya dengan menjadi juara bersama Argentina pada tahun 2022. Di samping itu, Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia, termasuk tiga gol pada edisi 2026 sebelum Portugal tersingkir di babak 16 besar oleh Spanyol. Messi sendiri mengakhiri Piala Dunia 2026 sebagai runner-up bersama Argentina setelah kalah dari Spanyol. 


Turnamen Kontinental: Copa America vs Euro

Di turnamen antarbenua, keduanya sama-sama mencetak 14 gol. Messi tampil di 7 edisi Copa America (39 laga, 18 assist, 2 gelar), sedangkan Ronaldo tampil di 6 edisi Euro (30 laga, 7 assist, 1 gelar).


Rekor Pertemuan di Level Timnas

Messi dan Ronaldo hanya bertemu dua kali saat Argentina melawan Portugal, dan dua laga tersebut dilakukan saat friendly match. Pertama, pada 9 Februari 2011 di Stade de Genève, Argentina menang 2-1. Ronaldo menyamakan kedudukan, tetapi Messi menjadi penentu lewat penalti di menit ke-90. Tiga tahun kemudian di Old Trafford, Portugal menang 1-0 lewat gol Raphael Guerreiro di akhir laga. Keduanya tidak pernah bertemu di Piala Dunia.


Siapa yang Lebih Unggul?

Jawabannya tergantung pada patokan ukuran. Ronaldo memegang catatan gol dan penampilan yang lebih tinggi, sedangkan Messi unggul dalam assist, jumlah trofi, dan prestasi di Piala Dunia. Dengan rasio gol per laga yang nyaris identik, keduanya adalah dua pemain terbesar di level timnas dalam sejarah modern.

Meski sama-sama pensiun dari timnas, keduanya belum tentu berhenti bermain. Era mereka di level internasional kini resmi berakhir, tetapi warisan keduanya akan terus menjadi tolok ukur bagi generasi berikutnya.