Bencana alam dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan China (Tibet) pada Rabu (26/8/2026) di pagi hari waktu setempat. Banjir bandang yang datang bersamaan dengan longsor lumpur dan es menghancurkan permukiman, jembatan, jalan, kendaraan, hingga fasilitas pembangkit listrik di sepanjang alirsan sungai yang melintasi perbatasan antara kedua negara tersebut.
Kronologi Kejadian Banjir Bandang
1. Berawal dari Meluapnya Sungai Bhotekoshi
Bencana ini awalnya bermula dari peristiwa yang terjadi di Sungai Bhotekoshi yang melintasi kawasan perbatasan Nepal dan China. Sungai tersebut mengalami penguapan yang terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat, sebelum akhirnya banjir bandang datang dengan cepat dan menenggelamkan puluhan gedung bertingkat, kendaraan, dan rumah-rumah yang berada di aliran sungai.
Source photo: detik.com
2. Distrik Nuwakot Jadi Wilayah Terparah
Distrik Nuwakot menjadi salah satu daerah terparah yang terdampak akibat peristiwa ini. Banjir bandang tersebut telah menghancurkan sebuah pembangkit listrik tenaga air.
Wilayah Rasuwa dan Nuwakot, yang berada di sebelah utara ibu kota Nepal, menjadi kawasan yang paling terdampak.
3. Melintasi Jalur Wisata Populer
Kawasan Rasuwagadhi sendiri merupakan jalur wisatawan menuju wilayah Langtang, salah satu destinasi pendakian paling populer di Nepal, sekaligus jalan bagi pelancong menuju Gunung Kailash dan Danau Mansarovar di China, sehingga banyak turis yang sedang melintas di wilayah tersebut ikut menjadi korban. Inilah yang menyebabkan banyak wisatawan asing turut berada di kawasan tersebut saat bencana terjadi.
4. Dua Dugaan Penyebab Utama
Penyebab pasti terjadinya bencana ini, menurut analisis awal, mengarah pada dugaan yang sama. Peneliti dari International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD) menduga bencana ini dipicu oleh longsoran es dan batu dari gletser yang menyumbat Sungai Lhende Khola, sementara perubahan iklim dinilai turut meningkatkan risiko bencana serupa di kawasan Himalaya.
Dugaan lainnya juga datang dari Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ), yang menyebutkan bahwa kejadian gempa bumi dengan kekuatan 4,4 magnitudo yang terjadi beberapa saat sebelum banjir bandang merupakan penyebabnya. Gempa tersebut diduga memicu terjadinya longsoran salju dan es yang kemudian mengalir deras hingga membendung aliran sungai, sebelum akhirnya jebol dan menerjang wilayah di bawahnya.
5. Danau Glasial Diduga Jadi Pemicu
Sementara itu, juru bicara Pasukan Kepolisian Bersenjata Nepal, Shailendra Thapa, memberikan penjelasan serupa terkait mekanisme bencana ini. Ia mengatakan banjir dan kerusakan tersebut kemungkinan disebabkan oleh jebolnya danau glasial di atas Sungai Bhotekoshi. Meski begitu, penyebab pasti tanah longsor tersebut hingga kini belum dapat dipastikan secara definitif oleh pihak berwenang.
Baca juga: Waspada Karhutla! Begini Cara Cek Hotspot di Hutan Kalimantan lewat HP
6. Berdampak Hingga ke Wilayah China
Bencana ini berdampak cukup signifikan di wilayah Gyriong, Tibet, yang berada di sisi China. Otoritas China melaporkan tiga orang tewas dan 265 orang masih belum ditemukan akibat longsor dan banjir di kawasan perbatasan tersebut. Pemerintah China bahkan telah memberikan peringatan kemungkinan bertambahnya korban jiwa dalam jumlah besar seiring berjalannya proses pencarian dan evakuasi.
7. Upaya Penanganan dan Evakuasi
Rumah sakit pemerintah dan fasilitas kesehatan yang berada di Kathmandu dan dikelola oleh lembaga keamanan sudah mempersiapkan tempat untuk menampung korban luka akibat bencana ini. Rapat kabinet darurat pun digelar, sementara Menteri Dalam Negeri Nepal, Sudhan Gurung, bersiap memberikan laporan resmi kepada parlemen mengenai jumlah korban dan kerusakan di wilayah terdampak.
Video yang telah diverifikasi memperlihatkan puluhan orang terseret arus deras di kawasan perbatasan tersebut. Otoritas di kedua sisi perbatasan memperkirakan jumlah korban dapat terus meningkat secara signifikan, sementara operasi pencarian dan evakuasi yang dilakukan tentara Nepal juga dilaporkan terhambat oleh kondisi cuaca dan medan yang sulit dijangkau.
8. Pengingat Risiko Bencana Himalaya
Bencana ini menjadi pengingat akan meningkatnya risiko bencana di kawasan pegunungan Himalaya akibat perubahan iklim yang terus berlangsung. Fenomena jebolnya danau glasial (glacial lake outburst flood/GLOF) memang menjadi salah satu ancaman yang kian sering dibahas para ahli seiring mencairnya gletser di kawasan tersebut akibat pemanasan global.
Muhammad Ichsan