Gojek dan Grab menghentikan program layanan hemat untuk driver ojol.
Kebijakan ini disebut berkaitan dengan aturan baru dari pemerintah soal potongan aplikasi.
Tarif layanan hemat berpotensi mengalami penyesuaian, sementara tarif reguler disebut tetap normal.
Layanan transportasi online dengan harga murah seperti GoRide Hemat dan GrabBike Hemat selama ini menjadi pilihan banyak masyarakat karena tarifnya yang lebih terjangkau.
Saat ini, Ojek Online (Ojol) Gojek dan Grab dikabarkan kompak menghentikan program langganan layanan hemat untuk mitra pengemudi mereka. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian aturan baru terkait kesejahteraan bagi driver ojol.
Gojek Hentikan GoRide Hemat untuk Driver
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk sebelumnya menjalankan program GoRide Hemat yang memungkinkan driver mengikuti skema langganan tertentu untuk mendapatkan akses order dan sistem pendapatan berbeda dari layanan reguler.
Namun setelah dilakukan evaluasi, Gojek memutuskan menghentikan program tersebut. Perusahaan menilai diperlukan penyesuaian agar ekosistem layanan tetap berjalan seimbang bagi semua pihak. Meski program langganan driver dihentikan, layanan GoRide Hemat untuk pelanggan masih tetap tersedia dengan sejumlah penyesuaian tarif secara bertahap.
Grab Juga Tutup Program Hemat
Tidak hanya Gojek, Grab juga resmi menutup Program Langganan Akses Hemat untuk mitra GrabBike. CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi internal terhadap efektivitas program di lapangan.
Menurut Grab, penghentian program dilakukan agar tercipta ekosistem transportasi digital yang lebih berkelanjutan bagi seluruh pihak. Namun layanan GrabBike Hemat untuk konsumen disebut masih tetap tersedia dengan penyesuaian biaya yang terukur.
Selain menghentikan program tersebut, Grab menyatakan tetap melanjutkan sejumlah program kesejahteraan bagi mitra pengemudi. Beberapa di antaranya seperti pemberian Bonus Hari Raya (BHR), bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran yang ditanggung untuk mitra tertentu, serta perlindungan melalui asuransi kecelakaan tambahan.
Penyesuaian Aturan Ojol Jadi Alasan
Penghapusan skema “Akses Hemat” disebut berkaitan dengan penyesuaian terhadap Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026.
Dalam aturan tersebut, besaran potongan aplikasi terhadap pendapatan mitra pengemudi diatur menjadi 8 persen. Karena itu, perusahaan transportasi online mulai melakukan penyesuaian sistem demi menjaga keseimbangan antara perusahaan, driver, dan konsumen.
Dengan adanya kebijakan baru tersebut, Gojek dan Grab mulai mengevaluasi berbagai program tarif hemat yang sebelumnya diterapkan kepada mitra pengemudi. Langkah ini dinilai menjadi salah satu alasan di balik dihentikannya program langganan layanan hemat bagi driver ojol.
Apa Dampaknya ke Penumpang?
Dengan dihentikannya program langganan untuk driver, tarif layanan hemat diperkirakan akan mengalami penyesuaian. Artinya, penumpang kemungkinan tidak lagi mendapat harga semurah sebelumnya. Meski begitu, tarif layanan reguler dari kedua aplikasi dipastikan tidak akan mengalami kenaikan.
Disisi lain, baik Gojek ataupun Grab menegaskan penyesuaian tarif tetap akan dilakukan secara bertahap dan mempertimbangkan kesejahteraan dan tetap tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.
Kedepannya, kebijakan baru terkait layanan hemat ini diperkirakan masih akan terus mengalami penyesuaian seiring penerapan aturan pemerintah. Meski perusahaan memastikan keseimbangan antara driver dan penumpang tetap menjadi prioritas, perubahan tarif layanan hemat kemungkinan akan mulai dirasakan pengguna dalam waktu mendatang.
Hanadia Syahidah