Jannik Sinner berhasil meraih gelar Grand Slam kelimanya
Pertandingan yang terjadi cukup sengit dan dimainkan hingga set empat
Hasil ini mengkokohkan Jannik sebagai petenis nomor 1 di dunia
Butuh 2 gelar Grand Slam lagi untuk menyamai rekor Alcaraz
Jannik Sinner kembali sukses untuk menjuarai kejuaraan Wimbledon yang diselenggarakan di London, Inggris. Sinner sukses mengalahkan Alexander Zverev dengan skor 6-7(7), 7-6(2), 6-3, 6-4 di babak final yang berlangsung hari senin, 13 Juli 2026.
Kemenangan ini sekaligus mempertahankan status dia sebagai juara bertahan untuk kategori putra yang ia raih di tahun 2025. Pencapaian ini sekaligus memberikan catatan baru dalam karirnya karena berhasil mendapatkan gelar Grand Slam yang kelima sepanjang pencapaian karirnya.
Alur Pertandingan yang Cukup Alot
Pertandingan berlangsung cukup sengit dan membutuhkan waktu 3 jam 48 menit bagi Jannik Sinner untuk mengalahkan Alexander Zverev. Kedua pemain memiliki keahlian servis yang sama-sama matang, keduanya saling memberikan perlawanan.
Zverev memberikan penampilannya yang luar biasa, dia tampil all out dan memberikan segenap kekuatan yang ia miiki dengan fisik yang sudah terlatih.
Dibuktikan lewat set pertama, servis yang ia keluarkan begitu powerful dan mencatatkan love game (kosong) untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Sayangnya tidak lama setelah itu, Sinner langsung membalas love game juga dan memberikan keunggulan 2-1 pada game ketiga.
Pertandingan berlangsung cukup sengit, di game ke-6 Zverev berhasil memenangkan game dengan love game, tetapi saat game ke-8 berlangsung dia mengalami kesulitan saat posisi sedang tertinggal 3-4. Memimpin skor 40-15 hanya tinggal butuh satu poin lagi untuk mengamankan kemenangan.
Sinner tampil sangat buas pada laga kali ini, dia mampu mengembalikan keadaan dan memaksa deuce hingga meraih break point pertama pada pertandingan tersebut.
Alur pertandingan cukup alot terjadi hingga ke set keempat. Pada set kali ini Sinner menunjukan perbedaan kelas dengan Zverev, Jannik sinner memimpin hingga double break dengan point 40-15.
Zverev sempat memulai untuk bertahan dengan memenangkan servisnya di game ke-9 untuk memperkecil keadaan menjadi 4-5, tetapi Sinner berhasil menuntaskan pertandingan ini dan berhernti di set ke empat.
Sekali lagi Sinner Menunjukan kepada dunia bahwa dia berasda di level permainan teratas dan kayak untuk menyabet gelar sebagai pemain tennis nomor 1 dunia. Pencapaian ini juga memperlihatkan level konsisten yang ia miliki dengan menjuarai kejuaraan Wimbledon 2 kali berturut-turut.
Baca juga: Kenapa Cuaca Dingin Akhir-Akhir Ini Bikin Menggigil? Ini Tips Agar Tetap Fit
Tanggapan Jannic Sinner Usai Pertandingan
Sinner mengungkapkan “kami berdua memulai pertandingan dengan sangat baik. Saya dan tim melakukan persiapan sebaik mungkin, dan berterima kasih kepada seluruh tim atas dukungan yang luar biasa” .
Hal tersebut ia sampaikan saat seremoni perayaan trofi setelah pertandingan usai, pada hari Senin, 13 Juli 2026. Setelah itu ia juga menyampaikan “ini kembali menjadi final yang sangat hebat dan saya merasa senang bisa menampilkan permainan dengan level tertinggi’ ungkap Jannik Sinner.
Dilansir dari Reuters ia juga menyampaikan “sejujurnya tidak ada tempat yang lebih baik untuk main tennis, saya berdiri di sini. Anda bisa merasakan kegelisahan di Minggu pagi dan ketika Anda terbangun, ini menjadi hari yang sepsial dan Anda tidak pernah tau berapa kali Anda bisa kembali berada di sini. Jadi saya tidak pernah menyepelekan.
“Selalu butuh dua pemain. Kami mencoba memberikan segalanya, dan saya merasa sangat senang dengan kemenang ini tetapi paling senang juga dengan level permainan yang kami mainkan.
Sempat tersingkir di kompetisi Australia Open 2026 pada babak semi final dan kalah di babak kedua French Open 2026, petenis muda yang masih berumur 24 tahun ini berhasil bounce back dan menunjukan perfirma terbaiknya kepada dunia.
Persaingannya dengan Alcaraz
Dengan ini Jannik makin memperkokoh poisisnya sebagai petenis nomor 1 dunia dari pesaing palingkuatnya yaitu Alcaraz yang berada di nomor 2. Dominasi Jannik Sinner semakin kuat dan menempatkan dia sebagai petenis pria ke-10 yang berhasil mempertahankan trofi Wimbledon sejak era open dimulai pada 1968.
Masih ada beberapa catatan rekor yang mungkin perlu Jannik kejar dari pencapaian yang Alcaraz. Alcaraz telah meraih 7 gelar Grand Slam lebih banyak 2 dari Jannik sinner. Patut ditunggu bagaimana persaingan kedua pemain terbaik ini untuk kedepannya.
Muhammad Ichsan