Keisya memilih diam saat menghadapi bullying netizen karena menurutnya membalas komentar negatif hanya akan memperkeruh situasi dan membuat persoalan semakin besar.
Ia tetap membaca semua komentar dan DM, tetapi hanya menyimpan kritik yang membangun sebagai bahan evaluasi, sementara komentar yang bersifat bullying diabaikan.
Keisya menegaskan perbedaan antara kritik dan bullying, serta mengingatkan bahwa kritik dapat disampaikan dengan cara yang sopan tanpa menyakiti orang lain.
Untuk menjaga kesehatan mental, Keisya rutin pulang ke Malang saat memiliki waktu luang dan tetap mempertahankan kebiasaan sederhana seperti ramah dan tersenyum kepada orang lain meski kini tinggal di Jakarta.
Menjadi figur publik memang membawa banyak keuntungan, tetapi juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Salah satunya adalah menghadapi komentar negatif hingga bullying di media sosial yang datang hampir setiap hari. Penyanyi sekaligus aktris Keisya Levronka mengaku sudah terbiasa menerima serangan dari netizen sejak namanya dikenal luas di industri hiburan.
Meski kerap menjadi sasaran hujatan, Keisya memilih untuk tidak larut dalam komentar negatif tersebut. Baginya, menjaga kesehatan mental jauh lebih penting daripada membalas setiap kritik yang belum tentu disampaikan secara baik. Hal itu ia ungkapkan saat berbincang dalam Katanya Podcast by Oppal. Yuk, simak penjelasannya Oppal Gengs!
Memilih Diam daripada Membalas Bullying
Keisya mengatakan bahwa salah satu cara yang ia lakukan untuk menjaga mental adalah tidak membalas komentar yang bersifat menyerang. Menurutnya, memberikan respons terhadap komentar semacam itu justru akan membuat situasi semakin ramai dan memperpanjang persoalan.
"Kalau dijawab tuh makin kayak ngasih kayu bakar ke api. Jadi makin ramai. Jadi aku diamin aja," ujar Keisya. Ia menilai sikap diam menjadi pilihan terbaik agar tidak ikut terbawa emosi atau memperbesar konflik di media sosial.
Baca Juga: MARBLES Bongkar Cerita Debutnya, Ada Member yang Baru Tahu Ternyata Saudara Sedarah!
Tetap Membaca Komentar, tetapi Memilah Kritik
Meski memilih tidak membalas, Keisya mengaku tetap membaca hampir semua komentar yang masuk di akun media sosialnya. Bahkan, ia rutin membuka pesan direct message (DM) dan komentar setiap hari untuk mengetahui respons dari para penggemarnya maupun netizen.
Namun, ia tidak menelan mentah-mentah semua komentar tersebut. Jika menemukan kritik atau saran yang disampaikan secara baik dan masuk akal, Keisya akan menyimpannya dalam folder khusus sebagai bahan evaluasi. "Kalau ada saran dan kritik yang memang bisa aku ambil, aku screenshot, aku punya foldernya," ungkapnya.
Bullying Bukanlah Kritik
Keisya menegaskan bahwa tidak semua komentar negatif bisa disebut sebagai kritik. Menurutnya, banyak orang menganggap hujatan sebagai bentuk kritik, padahal isi pesannya lebih mengarah pada tindakan bullying yang tidak membangun.
"Soalnya kebanyakan tuh di sini bullying. Orang-orang bilangnya aku enggak siap jadi artis, enggak mau terima kritik. Padahal yang mereka lakukan adalah bullying, bukan kritik dan saran," kata Keisya. Ia menilai kritik seharusnya tetap bisa disampaikan secara sopan tanpa menyakiti orang lain.
Rutin Pulang ke Malang untuk Recharge Energi
Selain memiliki cara tersendiri dalam menghadapi komentar negatif di media sosial, Keisya juga menjaga kesehatan mentalnya dengan rutin pulang ke kampung halaman di Malang. Ia mengaku ritme kehidupan Jakarta yang begitu cepat sempat membuatnya merasa kewalahan, terutama ketika baru merantau di usia 16 tahun.
Setiap kali memiliki waktu libur, Keisya memilih kembali ke Malang meski hanya sehari. Baginya, bertemu keluarga dan teman-teman lama sudah cukup untuk mengembalikan semangat sebelum kembali bekerja di Jakarta. Ia bahkan menyusun jadwal khusus agar bisa bertemu banyak orang selama berada di kampung halaman.
Tetap Membawa Kebiasaan Baik dari Malang
Selama tinggal di Jakarta, Keisya mengaku belajar banyak dari orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda. Pengalaman tersebut membuat wawasannya semakin luas dan membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan maupun dunia hiburan.
Meski begitu, ia tetap mempertahankan kebiasaan sederhana yang dibawanya dari Malang, yakni selalu berusaha tersenyum kepada orang lain. Menurut Keisya, senyum adalah hal kecil yang bisa memberikan dampak positif karena seseorang tidak pernah tahu beban yang sedang dihadapi orang lain.
Menertawakan Komentar Negatif demi Menjaga Mental
Alih-alih tersulut emosi, Keisya memilih menghadapi komentar yang berisi bullying dengan cara yang lebih santai. Ia mengaku sering membaca komentar tersebut sambil tertawa karena menganggap beberapa celetukan netizen justru terdengar lucu.
Menurutnya, terlalu lama memikirkan komentar yang bersifat menghina hanya akan membuang waktu dan menguras energi. Karena itu, ia lebih memilih fokus pada masukan yang benar-benar bermanfaat untuk perkembangan dirinya sebagai penyanyi dan aktris.
Pada akhirnya, Keisya berharap masyarakat dapat membedakan antara kritik yang membangun dan bullying. Ia meyakini bahwa siapa pun dapat menyampaikan pendapat secara baik tanpa harus menjatuhkan atau menyakiti orang lain. Bagi Oppal Gengs yang ingin menyimak kisah inspiratif Keisya Levronka secara lebih lengkap, mulai dari perjalanan karier, cara menjaga kesehatan mental di tengah bullying, hingga cerita di balik kehidupannya sebagai penyanyi dan aktris, jangan lewatkan episode lengkapnya di kanal YouTube Oppal. Selain itu, jangan lupa juga untuk menyaksikan akting Keisya sebagai Susi dalam film terbarunya "Dan Bandung" yang tayang di bioskop mulai 20 Agustus 2026
Dibully Se-Indonesia & Dibilang Gak Siap Jadi Artis — Keisya Levronka Bales Semua! | Katanya Podcast
Reyvan