Kisah Bapak Nadiem untuk Indonesia, Dari Jutaan Lapangan Kerja Hingga Jadi Menteri Termuda di Masanya

  • Bayu Dewantara

Bapak Nadiem Makarim tidak pernah menjanjikan bla-bla lapangan kerja apalagi 19 juta lapangan kerja, tapi entah kenapa sudah berapa juta masyarakat yang bisa mencari nafkah lewat gojek buatannya.

Di saat anak bangsa mungkin masih fokus untuk keuntungan pribadi, Bapak Nadiem sudah rela turun dari jabatan CEO Gojek pada 2019 demi melayani negara. Ia datang dengan misi mulia, mendigitalisasi pendidikan Indonesia yang selama ini tertinggal.

Profil dan Pendidikan Bapak Nadiem Makarim

Bernama lengkap Nadiem Anwar Makarim, ia dilahirkan pada tanggal 4 Juli 1984 di Jakarta, Indonesia. Ia tumbuh dalam keluarga yang berkecukupan dan punya minat sangat besar dalam dunia teknologi sejak masih muda.

Ia menempuh pendidikan dasar hingga SMA dengan berpindah-pindah antara Jakarta dan Singapura. Usai lulus di Singapura, Bapak Nadiem melanjutkan pendidikan tinggi pada tahun 2002 dengan jurusan Hubungan Internasional di Brown University, AS.

Tiga tahun setelah lulus, Bapak Nadiem melanjutkan pendidikan pascasarjana di Harvard Business School dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA).

Perjalanan Karirnya Sebelum Dirikan Gojek dan Jadi Menteri

Sebelum dikenal sebagai pendiri Gojek dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Bapak Nadiem sempat bekerja sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company pada periode 2006-2009.

Usai menyelesaikan pendidikan MBA, ia juga ikut mendirikan Zalora Indonesia pada 2011-2012 dan menjabat sebagai Managing Editor. Kariernya kemudian berlanjut sebagai Chief Innovation Officer (CIO) di Kartuku pada 2013-2014.

Segudang Prestasi Internasional Bapak Nadiem Makarim

  • The Straits Times Asian of the Year (2016) Bapak Nadiem jadi orang Indonesia pertama yang raih penghargaan atas inovasi dan dampak positif untuk masyarakat.

  • Bloomberg 50 (2018) Atas peran pentingnya di Gojek, ia juga dinobatkan sebagai 1 dari 50 inovator yang berpengaruh pada dunia

  • Nikkei Asia Prize - Economic and Business Innovation (2019) Bapak Nadiem juga sumbangkan hadiah penghargaan ini untuk beasiswa pendidikan

  • TIME 100 Next - Leaders Category (2019) Majalah TIME juga menobatkan Bapak Nadiem sebagai 1 di antara 100 pemimpin global yang membentuk masa depan

Bapak Nadiem Dianugerahkan Bintang Mahaputera Adipradana oleh Bapak Joko Widodo

Penghargaan ini merupakan salah satu tanda kehormatan sipil tertinggi di Indonesia. Ia diberikan atas jasa luar biasa untuk negara atas perannya yang berhasil mentransformasi sistem pendidikan dan kebudayaan lewat program Merdeka Belajar hingga penguatan diplomasi pendidikan Indonesia.

Terlepas dari apa yang terjadi saat ini, kontribusinya dan keberanian dia untuk mengubah sistem pendidikan Indonesia menjadi lebih baik patut diberikan apresiasi sebesar-besarnya.


Semoga tetap ada nyala api di hati anak muda yang berkompeten layaknya Bapak Nadiem dan tetap berani untuk berkontribusi untuk negara