Oppal Gengs, kisah Maulana Purwo Wibowo, salah satu korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8, menyisakan duka mendalam bagi keluarganya. Pemuda asal Cilacap, Jawa Tengah, itu sebelumnya berangkat ke Kalimantan dengan harapan bisa mendapatkan pekerjaan dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Maulana yang berusia 19 tahun tercatat sebagai salah satu dari 16 korban KM Virgo Transport 8 yang berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan pada Senin (28/9/2026). Dengan tambahan tersebut, total 41 jenazah korban telah berhasil diidentifikasi.
Namun, ada satu hal dari barang-barang milik Maulana yang membuat kisahnya semakin menyentuh. Saat jenazahnya ditemukan dan diidentifikasi, Maulana diketahui membawa uang tunai Rp13.500 serta KTP milik neneknya yang telah meninggal dunia.
Maulana Merantau ke Kalimantan untuk Mencari Kerja
Maulana diketahui berasal dari Desa Danasri Kidul, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Ia berangkat ke Kalimantan bersama rombongan untuk mencari pekerjaan.
Menurut keterangan kerabat yang mengaku sebagai bibinya, Maulana selama ini tinggal bersama kakek dan adiknya. Ia juga disebut sudah bekerja serabutan sejak masih duduk di bangku SMP.
Di kampung, Maulana disebut bekerja membuat sapu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia kemudian memutuskan merantau karena berharap bisa memperoleh penghasilan yang lebih besar.
Baca juga: Mengenang Dua Pahlawan Karhutla Kalteng yang Gugur di Garis Terdepan
(Ilustrasi KM Virgo Transport 8, Sumber: Detik.com)
Salah satu keinginannya sebenarnya cukup sederhana. Maulana ingin memiliki sepeda motor seperti anak-anak seusianya.
Keinginan tersebut membuatnya memilih ikut merantau dan bekerja di perkebunan sawit di Kalimantan. Perjalanan itu juga menjadi pengalaman pertamanya naik kapal laut.
Namun, harapan untuk memulai kehidupan baru di tanah rantau justru berakhir tragis setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa.
Kakek Sempat Menunggu Maulana Pulang
Sebelum kabar mengenai identitas Maulana diketahui, keluarganya masih menunggu kepastian tentang keberadaannya.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, sang kakek terlihat berharap cucunya dapat ditemukan dan kembali ke rumah. Ia bahkan beberapa kali menanyakan apakah Maulana masih sehat dan kapan cucunya bisa pulang.
Penantian tersebut akhirnya mendapatkan jawaban setelah Tim DVI memastikan identitas Maulana.
Sayangnya, Maulana kembali ke rumah bukan untuk melanjutkan cerita tentang kehidupan barunya, melainkan dalam keadaan telah meninggal dunia.
Di Dompetnya Ada KTP Sang Nenek
(Penemuan dompet, KTP dan uang milik almarhum Maulana, Sumber: Tribun News)
Kisah Maulana semakin membuat keluarga dan warganet terenyuh setelah barang-barang yang ditemukan bersamanya diketahui.
Di dalam dompetnya terdapat uang tunai sekitar Rp13.500. Maulana juga membawa dua KTP, yakni KTP miliknya sendiri dan KTP milik sang nenek yang telah meninggal dunia.
Menurut kerabatnya, keluarga sempat terkejut mengetahui Maulana masih membawa KTP sang nenek saat pergi merantau jauh ke Kalimantan.
Ia menduga foto pada KTP tersebut mungkin menjadi salah satu cara Maulana untuk tetap mengingat sang nenek.
Barang-barang sederhana itu kemudian menjadi bagian dari cerita terakhir Maulana sebelum akhirnya dipulangkan kepada keluarganya.
Baca juga: Mengenang Ahmad Zaki Ali, Relawan Gempa NTT yang Gugur di Tengah Misi Kemanusiaan
Jenazah Maulana Dipulangkan ke Cilacap
Setelah berhasil diidentifikasi, jenazah Maulana dipulangkan ke kampung halamannya di Cilacap. Kepulangannya menjadi momen yang berat bagi keluarga yang sebelumnya menunggu kabar mengenai keberadaannya.
Di sisi lain, proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan. Hingga 28 September 2026, sebanyak 70 jenazah telah diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin dan 41 di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Sebanyak 29 jenazah lainnya masih menunggu proses identifikasi.
Bagi keluarga Maulana, kepastian mengenai identitasnya akhirnya mengakhiri penantian. Ia memang pulang, tetapi bukan dengan membawa cerita tentang pekerjaan di tanah rantau atau sepeda motor yang selama ini diimpikannya.
Maulana pulang sebagai seorang anak muda yang meninggalkan cita-cita sederhana dan kenangan bagi keluarga yang mencintainya.
Kisah Maulana juga menjadi pengingat bahwa di balik banyaknya orang yang memilih merantau, ada cerita dan perjuangan yang mungkin tidak pernah kita ketahui. Ada anak muda yang pergi dengan membawa harapan, ada keluarga yang melepas dengan doa, dan ada orang-orang di rumah yang selalu menunggu kabar kepulangannya.
Semoga kisah Maulana membuat kita lebih menghargai setiap perjuangan mereka yang pergi jauh demi mencari kehidupan yang lebih baik. Semoga pula keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, sementara seluruh korban KM Virgo Transport 8 dapat segera teridentifikasi dan keluarga mereka mendapatkan kepastian.
Selamat jalan, Maulana. Semoga segala niat baikmu untuk keluarga dan masa depan menjadi amal yang terus dikenang.
Naufal Mamduh