Komdigi Bakal Gunakan AI untuk Salurkan Bansos, Sasar 50 Juta Warga Indonesia

  • Hanadia Syahidah
  • Komdigi berencana memanfaatkan AI dalam penyaluran bansos.

  • Program menyasar sekitar 18 juta keluarga atau 50 juta penerima manfaat.

  • AI disebut dapat membantu mempercepat proses verifikasi dan analisis data penerima bantuan.

  • Ketua DEN sebelumnya juga mendorong penggunaan AI agar bansos lebih tepat sasaran dan efisien.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menyiapkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam sistem penyaluran bantuan sosial (bansos). Program ini kabarnya menyasar 18 juta keluarga atau sekitar 50 juta warga Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan pemerintah sebelumnya telah melakukan uji coba penggunaan teknologi digital, termasuk AI dalam penyaluran bansos di Banyuwangi, Jawa Timur.

Baca juga: Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Sekarang Bisa Beli Rumah Subsidi

Pemanfaatan AI Diklaim Tingkatkan Akurasi Penyaluran Bansos

Menurut Meutya, penggunaan AI dalam program bansos merupakan bagian dari intervensi digital yang didorong pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

Komdigi juga menyebut pemanfaatan AI memungkinkan pemerintah melakukan verifikasi data secara lebih cepat dan tepat. Teknologi ini akan membantu proses pengolahan dan analisis data penerima bantuan sehingga penyaluran diberikan agar lebih efisien dan tepat sasaran.

Sasar 18 Juta Keluarga atau 50 Juta Warga

Program digitalisasi bansos berbasis AI ini memiliki cakupan yang sangat besar. Pemerintah memperkirakan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 18 juta keluarga atau setara dengan 50 juta penduduk Indonesia.

Dengan jumlah penerima sebesar itu, program ini dinilai berpotensi menjadi salah satu implementasi AI terbesar dalam layanan sosial publik. Bahkan, pemerintah menyebut Indonesia bisa menjadi negara pertama yang menerapkan sistem penyaluran bansos berbasis AI dalam skala puluhan juta penerima manfaat apabila program berjalan sesuai rencana.

Ketua DEN Sebelumnya Usulkan AI untuk Penyaluran Bansos

Gagasan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam penyaluran bantuan sosial sebelumnya juga pernah disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu pemerintah meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Menurut Luhut, pemanfaatan AI dapat membantu menyalurkan bansos langsung kepada individu yang benar-benar membutuhkan berdasarkan data pemerintah. Skema ini dinilai mampu meningkatkan ketepatan sasaran dan efisiensi anggaran, dengan nilai bantuan yang diperkirakan sekitar Rp5,4 juta per penerima.

Saat ini pemerintah masih menyusun berbagai aspek teknis untuk mendukung penerapan program tersebut. Sejumlah persiapan, mulai dari pengintegrasian data, pengembangan sistem digital, hingga skema pengawasan terus dilakukan sebelum program dijalankan secara lebih luas. Jika nantinya terealisasi, penggunaan AI dalam penyaluran bansos tentunya diharapkan dapat membuat bantuan lebih tepat sasaran dan efektif. Bagaimana menurut kalian mengenai rencana ini?