Memaknai Musik Layaknya Cinta

  • Brenda

Tulisan ini saya buat ketika sedang sibuk-sibuknya keliling Indonesia. Bernyanyi dari panggung ke panggung. Alhamdulillah, 16 tahun berjalan dan tidak sedikit pun saya merasa bosan memperdengarkan karya-karya saya ke khalayak.

Buat saya dan teman-teman yang berkarier di industri musik, pasti ingin lagu kita bisa dinikmati oleh semua kalangan. Dan setiap masa, akan bermunculan generasi baru yang belum tahu RAN, belum tahu laleilmanino, dan harus saya ajak kenalan lagi.

Lewat musik saya bisa berkomunikasi tentang apa yang saya rasa. Dan harapannya, tentu saja karya saya bukan hanya dinikmati, tapi juga dimengerti oleh yang mendengarkan.

Pernah enggak sih kalian mendengarkan sebuah lagu berulang kali walaupun sebenarnya enggak paham artinya? Lagu apa contohnya? Mungkin kita bisa mulai dari lagu-lagu yang dibawakan oleh musisi mancanegara yang bahasanya bukan menggunakan Bahasa Inggris.

Mungkin teman-teman yang baca tulisan ini setuju bahwa kita memang tidak perlu mengerti apa yang dilantunkan penyanyi untuk menikmati sebuah lagu. Kita sudah melihat sendiri buktinya. Lagu-lagu berbahasa asing seperti K-pop, J-pop, J-rock, bahkan lagu India semakin meroket popularitasnya di panggung musik dunia, enggak hanya di negaranya saja.

RAN sendiri sudah membuktikannya. Tahun 2018, kami sempat mendapat kesempatan untuk tampil di Jepang. Salah satu panggung yang kami sambangi terbuka untuk siapa saja, bukan event diaspora. Secara mengejutkan, venue malam itu penuh sesak oleh orang Jepang yang rela antre beberapa jam untuk masuk.

Ketika saya bertanya pada mereka, “Kalian tahu RAN dari mana?” “Youtube”, kata mereka. “Memangnya kalian tahu arti lirik lagu-lagu kami?” “Tidak, tapi kami mencoba cari maknanya menggunakan kamus bahasa Jepang-Indonesia,” jawab mereka kompak.

Diam-diam ternyata RAN sudah jadi duta Bahasa Indonesia, ya. Hahaha. Mungkin rasanya sama seperti orang-orang Indonesia yang makin semangat belajar Bahasa Korea semenjak wave K-pop dimulai.

Now, now. Jujur deh, seberapa banyak sih lagu yang kita pahami arti setiap bait liriknya in the minute kita mendengarkan lagunya? Mungkin banyak lagu yang harus kita selami dalam dulu untuk bisa memahami penuh makna liriknya. Even lagu dengan bahasa kita sendiri.

Apalagi yang berbahasa asing, pasti kita baru bisa mengerti arti dari lagu tersebut setelah kita mencari arti dari lirik tersebut di internet. Dan jangan salah, masing-masing bahasa punya caranya sendiri lho dalam memaknai gubahan kata.

Hal ini saya temukan ketika RAN merilis lagu “Dekat di Hati” versi Jepang berkudul “Kokoro Wa Sugu Soba Ni”. Translator lirik kita untuk lagu itu, Hiroaki Kato, bilang bahwa untuk orang Jepang kalimat “Jauh di mata namun dekat di hati” adalah sesuatu yang sulit masuk nalar.

Akhirnya makna liriknya diganti jadi “Ke mana pun aku pergi, aku akan selalu membawamu di dalam hati”. Meskipun kalimatnya berubah, tapi pesan utama yang ingin disampaikan lagu itu tetap kami jaga agar tak berubah sama sekali.

Lucunya, ketika lagu berbahasa Jepang itu kami bawakan di Indonesia, fans kami sudah hafal dan langsung bisa nyanyi bareng. Padahal kami yakin, mereka pasti tidak menyadari perubahan itu. Yang penting ketika musiknya dimulai mereka tahu, bahwa setiap nada yang mereka nyanyikan adalah cara kami untuk mengajak mereka merayakan rindu.

Jadi setuju ya, kalau keterbatasan bahasa tidak akan mengurangi apresiasi kita terhadap sebuah lagu. Sebagai penikmat, saya pun begitu. Untuk urusan musik, saya terbuka kepada setiap bahasa dan genre.

Mungkin enggak banyak yang tahu kalau saya adalah seorang VIP dan BLINK. Yes, saya suka banget BIGBANG dan BLACKPINK. Bukan karena saya seorang YG Stan, tapi memang kebetulan dua musisi itu berasal dari label dan manajemen yang sama, YG Entertainment.

Kenapa saya suka BIGBANG dan BLACKPINK? Saya nge-fans sama mereka simply karena musik yang mereka bawakan enggak biasa. Bisa dibilang, buat saya musik mereka adalah anomali K-pop di zamannya masing-masing.

Walaupun kalau ditanya ngerti liriknya atau nggak, ya awalnya pasti enggak karena saya enggak mengerti Bahasa Korea, hahaha. Tapi since saya juga senang menulis lirik, kemudian saya mempelajari artinya. Mencoba menganalisa bagaimana cara Korea bertutur, biar saya tambah pinter juga, dong.

Kalau kalian juga suka mendengarkan musik meskipun enggak tahu artinya seperti saya, tenang, ternyata kita nggak sendirian. Dari yang riset yang saya baca, menurut Lisa Decenteceo, ahli etnomusikologi yang mengajar studi ilmiah tentang musik di University of the Philippines Diliman, bilang kalau teknik musik tertentu umumnya membangun mood suatu lagu. Makanya kita bisa menikmati musik, walaupun kita tidak mengerti bahasa yang digunakan.

Musik adalah bahasa universal yang disukai semua kalangan. Jadi, selamat menikmati dan memaknai lagu sebebas-bebasnya menurut persepsi kalian masing-masing! Sama halnya dengan cinta. Tidak selalu harus dimengerti, yang penting selalu bisa dirasakan.

Have a nice dayOppal Gengs!

Love,

Nino.