Menurut Studi, Kurang Tidur Bikin Hubungan Sama Pasangan Lo Gak Akur?

  • Reyvan

Kurang tidur selama ini identik dengan gangguan kesehatan fisik dan mental. Namun, dampaknya ternyata tidak berhenti di situ. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur juga berperan penting dalam menjaga keharmonisan hubungan asmara.


Sebuah studi dari University of California, Berkeley mengungkap bahwa kurang tidur dapat membuat pasangan yang saling mencintai menjadi lebih mudah tersulut emosi. Saat tubuh tidak mendapat istirahat yang cukup, seseorang cenderung lebih sensitif dan reaktif terhadap konflik, sehingga percakapan sederhana pun berpotensi berubah menjadi pertengkaran. Lalu, benarkah kurang tidur bisa membuat hubungan jadi tidak akur? Ini dia jawabannya.


Kurang Tidur dan Emosi yang Sulit Dikendalikan


Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science oleh Amie Gordon dan Serena Chen pada 2013 menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan erat dengan meningkatnya emosi negatif dalam hubungan. Individu yang kurang tidur lebih mudah meluapkan perasaan kepada pasangan, terutama saat menghadapi konflik.


Menurut Gordon, pasangan yang lebih sering bertengkar cenderung memiliki tingkat kebahagiaan dan kesehatan yang lebih rendah. Studi ini menegaskan bahwa kurang tidur menjadi salah satu pemicu konflik yang sebenarnya bisa dihindari. Akibatnya, masalah kecil bisa terasa jauh lebih besar ketika kondisi tubuh sedang lelah.


Konflik Meningkat Setelah Kurang Tidur


Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengamati lebih dari 100 pasangan yang telah menjalin hubungan selama rata-rata hampir dua tahun. Mereka menganalisis pola tidur, tingkat stres, kecemasan, dan kondisi emosional untuk melihat hubungan antara kualitas tidur dan konflik dalam hubungan.


Hasilnya konsisten. Dalam salah satu eksperimen, 78 orang dewasa mencatat kualitas tidur dan dinamika hubungan mereka selama dua minggu. Mereka melaporkan lebih banyak konflik dengan pasangan setelah malam dengan tidur yang buruk. Bahkan, pada individu yang biasanya memiliki kualitas tidur baik, satu malam kurang tidur tetap berdampak pada meningkatnya potensi konflik keesokan harinya.


Kemampuan Menyelesaikan Masalah Ikut Menurun


Eksperimen lain melibatkan 71 pasangan yang diminta mendiskusikan konflik dalam hubungan mereka setelah menilai kualitas tidur semalam. Hasilnya menunjukkan bahwa pasangan yang kurang tidur cenderung merasakan emosi negatif yang lebih kuat saat berdiskusi.


Tak hanya itu, kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah juga menurun. Mereka lebih sulit memahami perasaan pasangan dan kurang efektif dalam mencapai solusi. Hal ini menunjukkan bahwa kurang tidur bukan hanya memicu pertengkaran, tetapi juga memperburuk cara pasangan mengelola konflik.


Mengapa Tidur Penting untuk Keharmonisan Hubungan?


Secara ilmiah, kurang tidur memengaruhi fungsi otak, khususnya bagian yang mengatur emosi dan pengambilan keputusan. Saat tubuh kelelahan, seseorang menjadi lebih mudah tersinggung, kurang sabar, dan kesulitan berpikir jernih. Kondisi ini membuat komunikasi dalam hubungan menjadi lebih rentan terhadap kesalahpahaman.


Penelitian dari PubMed tahun 2020 juga menunjukkan bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari tujuh jam per malam lebih berisiko mengalami konflik interpersonal. Artinya, menjaga kualitas tidur bukan hanya penting untuk kesehatan pribadi, tetapi juga berperan dalam menjaga keharmonisan hubungan.


Kurang tidur bukanlah masalah sepele. Dampaknya dapat merembet hingga ke hubungan asmara sehingga pasangan lebih mudah bertengkar dan kesulitan menyelesaikan masalah dengan baik. Temuan dari UC Berkeley memperjelas bahwa tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga kestabilan emosi dan kualitas komunikasi dalam hubungan. Jika hubungan terasa mulai tidak akur, bisa jadi tubuhmu kurang istirahat. Jadi, jangan lupa istirahat, ya!