Mengenal September Sadness: Penyebab Rasa Cemas dan Sedih Menyambut Akhir Tahun

  • Arief Novrianto

September adalah bulan ke sembilan dari jumlah 12 bulan dalam satu tahun, atau bisa dikatakan kalau kita sudah semakin dekat dengan akhir dari tahun 2026. Rasanya baru saja kita memasuki tahun 2026, tapi sekarang sudah mau berakhir saja. Bulan September bagi Indonesia memiliki makna yang berbeda jika dibandingkan dengan daerah yang memiliki 4 musim seperti di Eropa.

Makanya mereka memiliki istilah ‘September Sadness’, sebuah masa dimana pada bulan ini muncul rasa cemas dan kesedihan. Pertanyaannya apa yang terjadi pada bulan September di daerah 4 musim lainnya seperti di Eropa. Berikut kita akan melihat perbedaan September Sadness antara negara di Eropa dan Indonesia.


Photo Sumber : pixabay/strausadolf

September Sadness di daerah 4 musim

Bagi kita yang tinggal di daerah yang hanya memiliki 2 musim mungkin akan terasa sangat berbeda. Pada bulan September adalah masa transisi dari musim panas memasuki musim dingin.

Pada saat ini akan banyak perubahan yang terjadi dalam keseharian mereka, dimulai dari sekolah hingga pekerjaan. September akan menjadi bulan yang tidak mengenakkan bagi para siswa karena saatnya mereka harus kembali bersekolah. Jadi pada musim panas orang di sana lebih banyak bisa melakukan aktivitas. Belum lagi dengan libur musim panas, sehingga para siswa bisa bersantai selama liburan. 

Baca juga : Ingin Pagi Lebih Tenang? Coba 5 Cara Membangun Slow Morning Ini

Selain itu, bagi para pekerja juga sama, mereka akan sulit mengganti mood mereka karena sudah terjebak dengan rutinitas yang menyenangkan saat musim panas. Belum lagi mereka harus menerima beban kerja yang lebih banyak jika dibandingkan dengan musim panas.

Meskipun ada beberapa yang lebih suka dengan musim dingin dibandingkan musim panas, karena musim panas itu biasanya akan sangat panas dan lembab. Sehingga banyak orang yang lebih suka suasana yang dingin.

Hal inilah yang menyebabkan September bagi kebanyakan orang menjadi bulan yang kurang baik bagi mereka. Maka tidak jarang ada beberapa orang yang kurang bersemangat dalam menjalani rutinitasnya pada bulan September.

September Sadness di daerah 2 musim

Nah bagaimana dengan daerah yang hanya memiliki 2 musim saja seperti Indonesia, apakah ada pengaruhnya? Tentu saja ada. Pada bulan September biasanya menjadi masa peralihan dari musim kemarau menjadi musim hujan.

Peralihan disini biasanya kurang mengenakkan karena suhu akan menjadi lebih panas dari bulan yang lain. Makanya tidak jarang jika badan lebih cepat lemas dikarenakan banyaknya keringat yang keluar sehingga menjadi lebih mudah untuk dehidrasi.

Semakin banyak keringat yang keluar maka sudah badan akan membutuhkan tambahan air agar bisa menjaga tubuh tidak kepanasan. Suhu yang tinggi ini menjadikan banyak orang lebih malas untuk keluar dari rumah, berbeda dengan negara dengan 4 musim dimana pada saat musim panas suhunya tidak terlalu panas.

Sementara di Indonesia, kalau sudah masuk ke musim kemarau, keluar ruangan tanpa menggunakan jaket rasanya sudah seperti dipanggang saja. Makanya kebanyakan kita pada musim kemarau lebih memilih berada di dalam ruangan yang punya AC atau kipas angin untuk mendinginkan suhu badan.

Apakah hanya sampai disitu saja? Tentu saja tidak karena bagi para pekerja pada bulan September akan menjadi lebih berat karena sudah masuk babak akhir dalam perjalanan perusahaannya. Bagi yang belum mencapai target maka harus segera mengejarnya sebelum mendekati November.

Baca juga : Daftar Makanan Pembersih Paru-Paru di Tengah Kepungan Polusi

Sementara jarak dari September ke November tidak terlalu jauh, atau bahkan mungkin ada yang mendapatkan perpanjangan hingga bulan Desember. Tapi bukan itu intinya, karena semakin mendekati akhir tahun maka beban kerja semakin bertambah. Berjalan seirama dengan stres yang akan ikut meningkat juga.

Inilah yang menyebabkan ‘September Sadness’ memberikan dampak buruk tidak hanya di daerah dengan 4 musim tapi untuk 2 musim juga seperti di Indonesia. Oleh karena itu untuk mengatasinya adalah dengan cara mengatur waktu yang baik antara bekerja dan waktu untuk istirahat.

Jangan sampai kita sibuk dengan pekerjaan dan target yang semakin dekat, tapi perlu juga sedikit bersantai agar bisa melihat pekerjaan lebih mudah untuk diatasi. Penting merencanakan waktu istirahat meskipun singkat. Agar bisa me-reset lagi apa saja yang harus dilakukan.

Namun ada yang tidak kalah penting yaitu, tetap menjaga tubuh agar bisa terhidrasi dengan cukup. Jangan sampai kekurangan cairan dalam tubuh mengganggu aktivitas harian kamu. Selama kita mampu mengatur diri, maka kita bisa melewati September dengan aman tanpa ada kendala.