- Presiden Prabowo menunjuk Wamentan Sudaryono menjadi Kepala BGN menggantikan Nanik S Deyang yang mundur akibat masalah kesehatan.
- Sudaryono adalah anak petani Grobogan, mantan ajudan Prabowo, serta eks Ketua DPD Gerindra Jateng sebelum menjadi Wamentan.
- Penunjukan cepat ini bertujuan mencegah kekosongan kepemimpinan dan menjaga kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Nanik S Deyang setelah memutuskan mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Langkah cepat ini diambil Istana agar transisi kepemimpinan di lembaga pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut berjalan lancar tanpa hambatan operasional.
Transisi Kepemimpinan di Badan Gizi Nasional
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa penunjukan Sudaryono dilakukan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan. Pelantikan dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Sebelumnya, Nanik S Deyang mengajukan pengunduran diri karena harus fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Meski mundur dari jabatan Kepala BGN, Presiden Prabowo tetap meminta Nanik untuk berkontribusi mengawasi jalannya lembaga tersebut. Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas (Dewas) BGN dan mengarahkan Nanik untuk menjabat sebagai Ketua Dewas.
Fokus Utama Mengawal Program Makan Bergizi Gratis
Sebagai Kepala BGN yang baru, Sudaryono memikul tanggung jawab besar dalam memastikan keberlanjutan dan ketepatan sasaran program strategis pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis. Sektor gizi dan pemenuhan pangan nasional menjadi fokus krusial yang saling berkaitan erat dengan latar belakang portofolionya di Kementerian Pertanian.
Penunjukan Sudaryono dinilai sebagai langkah strategis mengingat keterkaitan erat antara ketersediaan pangan nasional dan distribusi gizi masyarakat. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat koordinasi interkementerian, terutama dalam menjaga pasokan bahan pangan lokal untuk mendukung program gizi nasional.
Profil Sudaryono: Dari Anak Petani Grobogan hingga Kepercayaan Presiden
Sosok Sudaryono bukanlah nama baru di lingkar pemerintahan dan kepemimpinan politik muda Indonesia. Pria kelahiran Grobogan, 23 Januari 1985 ini akrab disapa Mas Dar. Ia lahir dari keluarga sederhana di Dukuh Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sebagai anak tunggal dari pasangan Yahyo dan Suwarni.
Latar belakangnya sebagai anak petani membentuk pemahaman mendalam mengenai dinamika pertanian dan pangan di tingkat akar rumput. Karier politik dan profesionalnya berkembang pesat seiring keterlibatannya di lingkaran terdekat Prabowo Subianto.
Sudaryono pernah dipercaya sebagai ajudan pribadi Prabowo Subianto sebelum akhirnya aktif memegang posisi strategis di Partai Gerindra. Pada usia 38 tahun, ia dipercaya mengemban amanat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.
Kariernya di pemerintahan berlanjut saat dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian. Rekam jejak di sektor agrikultur serta rekam jejak manajerialnya menjadi pertimbangan utama Presiden Prabowo dalam memercayakan posisi Kepala Badan Gizi Nasional kepadanya.
Harapan Baru untuk Tata Kelola Gizi Nasional
Pergantian kepemimpinan ini menandai babak baru bagi BGN dalam merealisasikan target pemenuhan gizi masyarakat secara merata. Dengan latar belakang kepemimpinan yang berfokus pada ketahanan pangan dan pengalaman lapangan, Sudaryono diharapkan mampu membawa penyegaran struktur serta mempercepat efektivitas program MBG di seluruh wilayah Indonesia.
Bayu Dewantara