Pamungkas kini memilih "slowing down" dan lebih menikmati proses dibanding terus mengejar hasil atau validasi dari luar.
Menurutnya, disiplin adalah kunci untuk tetap produktif dan menghindari burnout, bahkan saat sedang tidak mood atau kehilangan motivasi.
Ia percaya terlalu fokus pada hasil akhir dapat membuat seseorang mudah kecewa, sehingga pertumbuhan diri (growth) lebih penting daripada sekadar pencapaian.
Pengalaman kehilangan orang-orang terdekat membuat Pamungkas memandang hidup dengan lebih tenang, menerima ketidakpastian, dan menghargai setiap proses yang dijalani.
Di era media sosial yang serba cepat, banyak orang merasa harus terus bergerak, produktif, dan mencapai hasil tertentu dalam waktu singkat. Tidak sedikit yang akhirnya terjebak dalam tekanan untuk selalu tampil berhasil, viral, atau setidaknya tidak tertinggal dari orang lain.
Jika berbicara soal musisi yang merintis karier dari bawah, nama Pamungkas menjadi salah satu contoh menarik. Sebelum dikenal luas seperti sekarang, ia pernah menjadi kru hingga musisi reguler yang tampil dari panggung ke panggung. Pengalaman panjang tersebut membentuk cara pandangnya terhadap kesuksesan, produktivitas, dan proses berkarya.
Dalam perbincangannya di Katanya Podcast #9 by Oppal, pelantun lagu To The Bone itu mengaku justru semakin menikmati proses seiring bertambahnya usia dan pengalaman hidup. Baginya, fokus terhadap pertumbuhan diri jauh lebih penting dibanding terus-menerus mengejar hasil akhir. Lalu, bagaimana cara Pamungkas menikmati proses tanpa terjebak tekanan untuk selalu menghasilkan sesuatu? Berikut beberapa pelajaran menarik yang bisa dipetik dari obrolannya.
Pamungkas Belajar untuk Menikmati Setiap Prosesnya
Pamungkas mengungkapkan bahwa sejak awal berkarier, ia tidak pernah menjadikan angka atau viralitas sebagai tujuan utama dalam bermusik. Ketika lagu-lagunya belum meledak di pasaran, ia tetap konsisten menulis, merekam, dan merilis karya baru tanpa terlalu memikirkan respons publik.
Menurutnya, pekerjaan seorang musisi adalah membuat musik, sama seperti pemain bola yang tugasnya bermain sepak bola. Karena itu, ia lebih memilih untuk terus berkarya daripada sibuk memikirkan apakah sebuah lagu akan menjadi hits atau tidak. Pendekatan tersebut membuatnya tetap produktif bahkan ketika hasil yang diharapkan belum datang.
Pamungkas juga mengaku paling bahagia ketika berada di studio. Baginya, proses menciptakan sesuatu dari nol hingga menjadi karya yang utuh merupakan pengalaman yang sangat memuaskan. Ia menyebut proses tersebut sebagai bagian paling menyenangkan dalam pekerjaannya sebagai musisi.
Kehilangan Orang Terkasih Mengubah Cara Pandang Pamungkas
Perjalanan hidup Pamungkas mengalami perubahan besar setelah kehilangan dua sosok penting dalam hidupnya, yakni mentor musiknya dan sang ayah. Pengalaman tersebut membuat cara pandangnya terhadap kehidupan berubah cukup drastis.
Ia mengaku kini menjalani banyak hal dengan lebih lambat dibanding beberapa tahun lalu. Jika dulu dirinya dikenal sangat produktif hingga merilis karya secara beruntun, sekarang ia lebih memilih untuk menikmati setiap proses secara mendalam dan tidak terburu-buru.
Menurut Pamungkas, ada keindahan tersendiri dalam proses slowing down. Dengan melambat, seseorang memiliki kesempatan untuk merasakan, memahami, dan menghayati pengalaman hidup lebih dalam. Hal itu juga membuatnya lebih mampu menghargai detail-detail kecil yang sebelumnya mungkin terlewatkan.
Disiplin Jadi Kunci Menghindari Burnout
Meski memilih melambat, bukan berarti Pamungkas menjadi kurang produktif. Justru sebaliknya, ia mengaku kini lebih mengandalkan disiplin dibanding sekadar mengandalkan suasana hati atau inspirasi.
Pamungkas menceritakan bahwa dirinya memperlakukan studio layaknya kantor. Ia tetap datang dan bekerja meskipun sedang tidak mood atau merasa kurang termotivasi. Baginya, konsistensi jauh lebih penting daripada menunggu momen sempurna untuk berkarya.
Menurutnya, banyak orang mengira kehidupan seniman sepenuhnya bebas. Padahal, seniman juga merupakan bos bagi dirinya sendiri. Karena itu, kemampuan mengatur waktu, menjaga fokus, dan membangun rutinitas menjadi hal yang sangat penting agar tidak mudah kelelahan secara mental maupun emosional.
Terlalu Fokus pada Hasil Bisa Membuat Lelah
Dalam podcast tersebut, Pamungkas juga menyoroti kebiasaan banyak orang yang terlalu terpaku pada hasil akhir. Ia menilai pola pikir seperti itu bisa membuat seseorang mudah kecewa ketika kenyataan tidak sesuai harapan.
Dirinya lebih memilih fokus pada proses karena hasil akhir sering kali berada di luar kendali. Sementara itu, usaha, pembelajaran, dan perkembangan diri adalah hal-hal yang bisa dikendalikan setiap hari.
Pamungkas bahkan mengaku sering bertanya pada dirinya sendiri, "Kalau sudah viral, lalu apa?" Pertanyaan tersebut membuatnya sadar bahwa kepuasan sejati tidak selalu datang dari pencapaian eksternal, melainkan dari kemampuan menikmati perjalanan yang sedang dijalani.
Prinsip Growth Over Anything Jadi Pegangan Pamungkas
Bagi Pamungkas, fokus terhadap pertumbuhan diri jauh lebih penting dibanding mengejar popularitas atau validasi. Ia bahkan menjadikan prinsip growth over anything sebagai kompas dalam menjalani karier maupun kehidupan pribadi.
Menurutnya, setiap orang akan terus membuat kesalahan dan menghadapi tantangan baru dalam hidup. Karena itu, yang paling penting bukan menjadi sempurna, melainkan terus berkembang menjadi versi diri yang lebih baik dari sebelumnya.
Prinsip tersebut juga membantunya tetap tenang menghadapi berbagai perubahan dalam hidup dan karier. Alih-alih sibuk membandingkan diri dengan orang lain, ia memilih melihat apa yang bisa dipelajari dan diperbaiki setiap harinya.
Takut Tertinggal? Ini Cara Pandang Pamungkas
Pamungkas memahami bahwa banyak anak muda saat ini hidup di tengah tekanan untuk selalu mencapai sesuatu. Media sosial membuat orang mudah membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, mulai dari karier, pendidikan, hingga kehidupan pribadi. Akibatnya, tidak sedikit yang merasa tertinggal ketika target yang diinginkan belum tercapai.
Menurut Pamungkas, terlalu fokus pada hasil justru bisa membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk menikmati proses yang sedang dijalani. Baginya, pencapaian hanyalah bonus, sementara proses belajar dan berkembang adalah bagian yang paling berharga.
Musisi berusia 33 tahun tersebut juga menekankan pentingnya fokus pada pertumbuhan diri. Daripada sibuk membandingkan diri dengan orang lain, ia menyarankan untuk terus memperbaiki diri sedikit demi sedikit setiap hari. Pada akhirnya, perjalanan hidup bukan soal siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang terus bertumbuh tanpa kehilangan dirinya sendiri.
Di tengah dunia yang serba instan, Pamungkas mengingatkan bahwa hidup bukan perlombaan untuk menjadi yang paling dulu sampai. Menikmati proses, terus bertumbuh, dan tetap berjalan meski pelan terkadang justru menjadi bentuk keberhasilan yang paling bermakna.
Kalau kamu sedang merasa lelah mengejar target atau takut tertinggal dari orang lain, obrolan Pamungkas soal menikmati proses dan menemukan passion ini mungkin bisa jadi perspektif baru. Mau dengar cerita lengkapnya langsung dari Pamungkas? Tonton episode lengkapnya di YouTube Oppal.
Reyvan