Kalau selama ini kamu merasa penerbangan Jakarta-Bali yang cuma sekitar 2 jam aja sudah bikin bosan, coba bayangin harus duduk di pesawat selama hampir 19 jam tanpa transit.
Di tahun 2026, teknologi pesawat semakin canggih dan
memungkinkan maskapai membuka rute-rute super jauh yang menghubungkan dua kota
di belahan dunia berbeda tanpa perlu mampir ke bandara lain. Praktis sih, tapi
juga jadi ujian kesabaran buat para penumpang.
Berikut tujuh penerbangan nonstop terlama di dunia saat ini.
1. Singapura - New York (JFK)
Rute milik Singapore Airlines ini masih jadi juaranya. Pesawat menempuh jarak lebih dari 15 ribu kilometer dengan waktu terbang sekitar 18 jam 50 menit. Bayangin, berangkat pagi dan baru sampai keesokan harinya.
2. Singapura - Newark
Masih dioperasikan Singapore Airlines, rute ini cuma beda tipis dari posisi pertama. Durasi penerbangannya sekitar 18 jam 25 menit dengan jarak tempuh lebih dari 15 ribu kilometer.
3. Doha - Auckland
Kalau ingin terbang dari Timur Tengah ke Selandia Baru tanpa transit, Qatar Airways punya jawabannya. Penerbangan ini mengudara sekitar 17 setengah jam nonstop.
4. Perth - London
Qantas berhasil menghubungkan Australia dan Inggris tanpa perlu singgah di negara lain. Durasi penerbangannya mencapai lebih dari 17 jam dan jadi salah satu rute favorit penumpang yang ingin menghemat waktu perjalanan.
5. Melbourne - Dallas/Fort Worth
Rute Australia-Amerika Serikat ini juga masuk kategori ekstrem. Dengan waktu tempuh sekitar 17 jam lebih, penumpang bisa langsung tiba di Texas tanpa repot transit.
6. Perth - Paris
Qantas lagi-lagi masuk daftar lewat rute Perth menuju Paris. Penerbangan ini menempuh lebih dari 14 ribu kilometer dengan durasi sekitar 17 jam.
7. Auckland - New York
Air New Zealand dan Qantas menghubungkan Selandia Baru dengan New York dalam sekali terbang. Durasinya hampir 18 jam, cocok buat yang ingin langsung sampai tanpa drama transit.
Kenapa Penerbangan Super Panjang Makin Populer?
Meski terdengar melelahkan, banyak penumpang justru lebih memilih penerbangan nonstop. Alasannya sederhana: lebih hemat waktu dan tidak perlu ribet pindah pesawat atau menunggu berjam-jam di bandara transit.
Didukung pesawat generasi baru seperti Airbus A350 dan Boeing 787 Dreamliner, maskapai kini bisa membuka rute yang dulu dianggap mustahil. Hasilnya, perjalanan antarbenua jadi lebih cepat dan praktis.
Jadi, kalau suatu hari ada kesempatan mencoba salah satu
rute di atas, kamu sanggup nggak duduk di pesawat selama hampir 19 jam tanpa
turun sama sekali?
Muhammad Gustirha Yunas