·
One stop lifestyle memungkinkan masyarakat
makan, berbelanja, berolahraga, hingga berkumpul dalam satu lokasi.
·
Efisiensi waktu menjadi alasan utama konsep ini
semakin diminati masyarakat perkotaan.
·
Gen Z lebih menyukai destinasi yang menawarkan
pengalaman lengkap, bukan sekadar tempat belanja.
·
Pengembang mulai menghadirkan kawasan terpadu
yang menggabungkan area kuliner, hiburan, ritel, dan ruang publik.

Source: Unsplash
Kesibukan masyarakat perkotaan membuat kebutuhan akan tempat yang praktis semakin meningkat. Kini, banyak orang tidak lagi ingin menghabiskan waktu berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain hanya untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Mereka lebih memilih kawasan yang memungkinkan berbagai aktivitas dilakukan dalam satu kunjungan.
Konsep tersebut dikenal sebagai one stop lifestyle, yaitu kawasan yang menggabungkan berbagai fasilitas seperti kuliner, pusat perbelanjaan, hiburan, olahraga, hingga ruang publik dalam satu area. Tren ini semakin berkembang karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern yang mengutamakan efisiensi tanpa mengurangi kenyamanan saat beraktivitas.
Efisiensi Waktu Jadi Alasan Utama
Bagi masyarakat urban, waktu menjadi salah satu aset paling berharga. Mobilitas yang tinggi, kemacetan, dan padatnya jadwal harian membuat banyak orang harus memilih cara yang lebih praktis dalam menjalani aktivitas.
Karena itu, kawasan dengan konsep one stop lifestyle menjadi solusi yang semakin diminati. Pengunjung tidak perlu lagi berpindah-pindah tempat untuk makan, berbelanja, berolahraga, atau sekadar bertemu teman. Seluruh kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dalam satu lokasi sehingga perjalanan menjadi lebih efisien.
Tak hanya menghemat waktu, konsep ini juga memberikan pengalaman yang lebih nyaman. Pengunjung dapat mengatur aktivitas sesuai kebutuhan tanpa harus menghadapi kemacetan atau mencari tempat parkir di beberapa lokasi berbeda. Hal inilah yang membuat konsep one stop lifestyle semakin relevan bagi masyarakat perkotaan.
Gen Z Bukan Hanya Cari Tempat Belanja
Perubahan pola konsumsi juga terlihat pada generasi muda, khususnya Gen Z. Berdasarkan survei YouGov, kelompok ini masih mengalokasikan cukup banyak pengeluaran untuk kebutuhan gaya hidup meskipun kondisi ekonomi dinilai cukup menantang.
Kategori pengeluaran terbesar masih didominasi oleh produk kecantikan dan perawatan diri, pakaian, serta makan di luar. Namun, bagi Gen Z, aktivitas tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi.
Mereka cenderung memilih destinasi yang mampu menghadirkan pengalaman secara menyeluruh. Kehadiran ruang terbuka, area komunitas, tempat untuk bersantai, hingga spot yang menarik untuk diabadikan di media sosial menjadi nilai tambah yang ikut dipertimbangkan sebelum mengunjungi suatu tempat.
Karakteristik tersebut membuat konsep one stop lifestyle semakin sesuai dengan preferensi generasi muda. Mereka tidak hanya datang untuk berbelanja atau menikmati makanan, tetapi juga ingin menghabiskan waktu bersama teman, mengikuti kegiatan komunitas, atau sekadar menikmati suasana yang nyaman.
Pengembang Mulai Beradaptasi
Melihat perubahan perilaku konsumen, banyak pengembang kawasan komersial mulai mengusung konsep terpadu. Jika sebelumnya pusat perbelanjaan hanya berfokus pada aktivitas belanja, kini berbagai fungsi lain mulai dihadirkan dalam satu kawasan agar mampu memenuhi kebutuhan pengunjung secara lebih lengkap.
Perpaduan antara area kuliner, ritel, hiburan, fasilitas olahraga, hingga ruang publik menjadi daya tarik tersendiri. Dengan konsep tersebut, pengunjung memiliki lebih banyak pilihan aktivitas tanpa harus meninggalkan kawasan yang sama.
Salah satu contoh penerapannya adalah Hampton Manhattan District, Paramount Se-Hampton, yang menggabungkan area kuliner, ritel, hiburan, dan ruang publik dalam satu destinasi.
Menurut Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, konsep tersebut dirancang agar masyarakat dapat menikmati berbagai aktivitas secara lebih praktis dalam satu lokasi sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Diprediksi Terus Berkembang
Konsep one stop lifestyle dinilai menawarkan berbagai keuntungan, mulai dari efisiensi waktu, kemudahan mengakses berbagai fasilitas, hingga pengalaman berkunjung yang lebih lengkap.
Tidak heran jika konsep ini semakin diminati oleh
masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.
Ke depan, tren tersebut diperkirakan akan terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat, terutama generasi muda yang lebih mengutamakan pengalaman dibanding sekadar berbelanja.
Kawasan yang mampu menghadirkan berbagai aktivitas dalam
satu tempat berpotensi menjadi pilihan utama untuk menghabiskan waktu bersama
keluarga, pasangan, maupun teman.
Dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah, konsep one stop lifestyle diperkirakan akan menjadi salah satu standar baru dalam pengembangan kawasan komersial.
Tidak hanya memberikan keuntungan bagi pengunjung melalui
kemudahan dan efisiensi, konsep ini juga menjadi peluang bagi pengembang untuk
menciptakan destinasi yang lebih menarik, relevan, dan mampu memenuhi kebutuhan
gaya hidup masyarakat modern.
Muhammad Gustirha Yunas