Agatha Chelsea sukses lolos ke empat kampus top dunia dan memilih Harvard untuk jenjang S2.
Rasa ingin tahu yang tinggi sejak kecil membuatnya gemar mengeksplorasi berbagai hal.
Meski berkarier di dunia hiburan, Chelsea tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas.
Chelsea meyakini pendidikan adalah alat yang dapat memberdayakan siapa saja.
Di tengah kesibukannya sebagai penyanyi, aktris, presenter, hingga model, Agatha Chelsea justru memutuskan kembali melanjutkan pendidikan. Bahkan, ia berhasil diterima di empat kampus ternama dunia, yakni Harvard University, Columbia University, New York University (NYU), dan National University of Singapore (NUS).
Dari keempat universitas tersebut, Chelsea akhirnya memilih Harvard untuk melanjutkan pendidikan S2 di program Learning Design, Innovation, and Technology. Ia mengaku memilih program tersebut karena sistem pembelajarannya lebih berfokus pada proyek dan kolaborasi, sehingga dinilai paling sesuai dengan tujuan jangka panjangnya.
Baca juga: Cerita Juicy Luicy Pernah Manggung 37 Kali Sebulan Sampai Masuk IGD
Sejak Kecil Punya Rasa Ingin Tahu Tinggi dan Menomorsatukan Pendidikan
Chelsea mengungkapkan bahwa dirinya sudah menjadi anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi sejak kecil. Ia senang mengeksplorasi berbagai hal dan selalu penasaran untuk mempelajari sesuatu yang baru.
Rasa penasaran tersebut membuatnya mencoba banyak aktivitas, mulai dari sekolah, bernyanyi, syuting film, hingga mempelajari berbagai topik yang tidak berkaitan langsung dengan pekerjaannya. Bahkan, ia mengaku pernah tertarik mempelajari sejarah seni dan perkembangan berbagai aliran seni hanya karena rasa ingin tahunya.
Meski aktif bernyanyi dan syuting sejak usia muda, ia tetap diwajibkan menjalani sekolah formal. Aktivitas syuting tersebut pun dilakukan setelah pulang sekolah, saat akhir pekan, atau ketika masa liburan. Menurut Chelsea, hal tersebut membuatnya tetap merasakan masa sekolah seperti anak-anak pada umumnya sekaligus memiliki fondasi akademik yang kuat.
Ingin Gabungkan Dunia Entertainment dan Pendidikan
Bagi Chelsea, melanjutkan pendidikan bukan sekadar mengejar gelar. Ia memiliki tujuan besar untuk menggabungkan dunia entertainment dan education yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Menurutnya, pendidikan dapat memberikan bekal, wawasan, dan kemampuan baru yang nantinya dapat diterapkan dalam industri kreatif. Karena itu, ia memilih program studi yang dinilai mampu mendukung visi tersebut.
Pengalaman Kuliah di Melbourne Jadi Titik Balik
Chelsea juga menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan S1 di Melbourne, Australia. Ia menyebut masa tersebut sebagai titik balik yang mengubah cara pandangnya terhadap karier dan kehidupan.
Saat tinggal sendiri di luar negeri, Chelsea belajar hidup mandiri dan memahami berbagai tanggung jawab yang sebelumnya tidak pernah ia pikirkan. Ia juga mengaku baru menyadari bahwa dunia entertainment bukan sekadar hobi, melainkan sebuah pekerjaan profesional yang perlu dijalani dengan serius.
Akui Dirinya Ambisius dan Goal Oriented
Dalam podcast tersebut, Chelsea mengaku dirinya merupakan sosok yang ambisius dan sangat berorientasi pada tujuan. Bahkan, sebelum menentukan kampus tujuan, ia melakukan berbagai pertimbangan mendalam untuk memastikan universitas yang dipilih sesuai dengan karakter dan tujuan hidupnya. Meski demikian, ia kini berusaha lebih menikmati proses dan tidak selalu terpaku pada target yang ingin dicapai.
Terlepas dari itu semua, Chelsea mengatakan dirinya kini sudah berdamai dengan pandangan negatif yang terkadang diberikan kepada perempuan ambisius. Menurutnya, ternyata memiliki mimpi besar dan bekerja keras untuk mewujudkannya bukanlah sesuatu yang salah.
Percaya Kegagalan Bisa Menjadi Bentuk Redirection
Selain membahas pendidikan dan karier, Chelsea juga membagikan cara menghadapi kegagalan dan kekecewaan. Ia mengaku sering menulis jurnal untuk membantu memproses emosi dan memahami apa yang sedang dirasakan maupun dipikirkannya.
Menurut Chelsea, setiap kegagalan bisa menjadi bentuk redirection atau pengalihan menuju jalan yang lebih baik. Ia percaya bahwa manusia perlu berusaha semaksimal mungkin dan tetap percaya terhadap rencana Tuhan.
Chelsea juga meyakini bahwa pendidikan merupakan salah satu alat paling kuat untuk memberdayakan manusia. Menurutnya, setiap orang berhak memperoleh kesempatan untuk belajar dan berkembang, tanpa sekalipun memandang gender.
Masih kepo tentang cerita lengkap perjalanan Agatha Chelsea diterima di empat kampus top dunia hingga pandangannya tentang ambisi, pendidikan, dan tujuan hidup? Saksikan episode Katanya Podcast #8 selengkapnya di channel YouTube Oppal.
Hanadia Syahidah