Sosok Putri Leonor, Calon Ratu Spanyol di Balik Euforia Juara Piala Dunia 2026

  • Nindy Putri
  • Putri Leonor, bernama lengkap Leonor de Todos los Santos de Borbón y Ortiz, lahir 31 Oktober 2005 di Madrid

  • Putri sulung Raja Felipe VI dan Ratu Letizia, sekaligus pemegang gelar Princess of Asturias

  • Sudah menyelesaikan pelatihan militer selama 3 tahun di angkatan darat, laut, udara, dan antariksa Spanyol

  • Fasih berbicara lebih dari 10 bahasa, termasuk seluruh bahasa resmi regional Spanyol

Kalau ngomongin sosok bangsawan muda yang bikin dunia kagum, nama Putri Leonor dari Spanyol jelas layak masuk daftar teratas. Bukan cuma soal gelar dan garis keturunan, tapi juga soal persiapan panjang dan matang yang sudah dijalankannya sejak usia belia buat jadi calon pemimpin negara. Dari pendidikan internasional, pelatihan militer di tiga cakupan sekaligus, sampai penguasaan lebih dari 10 bahasa, perjalanan Putri Leonor ini memang pantas disebut inspiratif banget.

Untuk mengenal Putri Leonor lebih dekat, mari simak artikelnya!

Sosok Putri Sulung yang Disiapkan Sejak Dini

Putri Leonor lahir pada 31 Oktober 2005 di Madrid sebagai putri sulung dari Raja Felipe VI dan Ratu Letizia. Sebagai pewaris takhta, dirinya menyandang gelar resmi Princess of Asturias, dan sejak kecil memang udah dipersiapkan secara matang buat kelak melanjutkan tugas besar sebagai pemimpin Spanyol.

Selain sebagai calon pemimpin negara, Putri Leonor juga dikenal punya kedekatan spesial dengan adiknya, Infanta Sofia, yang usianya cuma terpaut 2 tahun. Kedekatan ini sering jadi sorotan publik, apalagi keduanya kerap tampil bersama dalam berbagai agenda kerajaan.

Mulai Berdinas Sejak Usia Belia

Persiapan Putri Leonor buat jadi calon ratu nggak main-main. Dirinya sudah menyampaikan pidato resmi pertamanya di usia 13 tahun, dan mulai menjalankan agenda kerajaan secara mandiri sejak 2021. Langkah-langkah ini jadi fondasi awal sebelum dirinya benar-benar terjun ke tugas-tugas kenegaraan yang lebih besar.

Momen penting lainnya terjadi saat ulang tahunnya yang ke-18 pada 2023, ketika Putri Leonor mengucapkan sumpah setia kepada Konstitusi Spanyol di hadapan parlemen. Momen ini jadi penanda resmi perjalanannya sebagai calon kepala negara di masa depan.

Pelatihan Militer di Tiga Cakupan Sekaligus

Salah satu hal paling mengesankan dari persiapan Putri Leonor adalah pendidikan militernya yang cukup intens. Ia menjalani program pelatihan selama 3 tahun dengan cakupan tugas di angkatan darat di Akademi Militer Umum Zaragoza, angkatan laut di Marín, serta angkatan udara dan antariksa di San Javier. Pelatihan lintas matra ini jadi bekal penting buat mempersiapkan dirinya sebagai calon pemimpin angkatan bersenjata Spanyol kelak.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan militernya, Putri Leonor dianugerahi gelar Grand Cross of Aeronautical Merit langsung oleh sang ayah, Raja Felipe VI, dalam upacara kelulusannya.

Pendidikan Internasional dan Rencana Studi Ilmu Politik

Nggak cuma soal militer, Putri Leonor juga punya latar belakang pendidikan internasional yang kuat. Ia menyelesaikan program International Baccalaureate di UWC Atlantic College, Wales, Inggris, pada 2023. Usai menuntaskan masa pendidikan militernya selama 3 tahun, langkah selanjutnya adalah melanjutkan studi Ilmu Politik di universitas, tanpa meninggalkan tugas-tugas resmi kenegaraannya.

Kombinasi pendidikan akademik dan militer inilah yang membuat persiapan Putri Leonor terasa menyeluruh, mempersiapkan dirinya nggak cuma sebagai simbol kerajaan, tapi juga sebagai calon pemimpin yang paham strategi dan kebijakan.

Fasih Berbicara Lebih dari 10 Bahasa

Salah satu hal yang bikin Putri Leonor makin mengagumkan adalah kemampuan bahasanya yang luar biasa. Selain bahasa Spanyol sebagai bahasa ibunya, ia juga menguasai seluruh bahasa resmi regional yang ada di Spanyol. Belum cukup sampai di situ, Putri Leonor pun fasih berbahasa Inggris, Prancis, Mandarin, Arab, hingga Portugis.

Penguasaan bahasa yang beragam ini jadi modal penting buat menjalankan tugas diplomatik dan kenegaraan di masa depan, apalagi kalau harus berhadapan langsung dengan berbagai pemimpin dunia dari latar belakang budaya yang berbeda-beda.

Bakal Jadi Ratu Pertama Spanyol dalam 150 Tahun Terakhir

Kalau nanti resmi naik takhta, Putri Leonor bakal mencatatkan sejarah sebagai ratu pertama Spanyol dalam 150 tahun terakhir, dan baru yang kedua sepanjang sejarah negara tersebut setelah Ratu Isabella II pada abad ke-19. Fakta ini menunjukkan betapa besar dan pentingnya peran yang bakal diemban Putri Leonor kelak.

Terus Disorot Dunia, Termasuk di Final Piala Dunia 2026

Sorotan publik terhadap Putri Leonor juga nggak berhenti sampai di situ. Belum lama ini, dirinya kembali jadi perhatian masyarakat dunia usai mendampingi keluarga kerajaan di final Piala Dunia 2026 dan turut merayakan kemenangan Timnas Spanyol. Momen-momen seperti ini bikin sosoknya makin dekat di mata publik, sekaligus menunjukkan sisi humanis dari seorang calon pemimpin negara.

Persiapan Total untuk Masa Depan Spanyol

Dari pendidikan internasional, pelatihan militer di tiga cakupan sekaligus, penguasaan puluhan bahasa, hingga berbagai agenda kenegaraan yang telah dijalankannya, semua itu jadi simbol nyata betapa matangnya persiapan Putri Leonor untuk memimpin Spanyol di masa depan. Perjalanan panjang ini membuktikan kalau menjadi pemimpin bukan cuma soal garis keturunan, tapi juga soal kesiapan dan kerja keras yang konsisten sejak usia dini.

(Carlos Alvarez/Getty Images)