SpaceX Bakal IPO dan Jadi Terbesar Sepanjang Sejarah, Permintaan Mendekati $250 M

  • Bayu Dewantara

Kabar soal rencana perusahaan roket milik Elon Musk, SpaceX, untuk go public alias melantai di bursa saham lagi jadi obrolan hangat di mana-mana. Antusiasme para investor dunia menyambut Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) ini bahkan di luar ekspektasi orang.

Biar nggak bingung seberapa besar skala IPO ini dan kenapa semua orang rebutan pengin beli, yuk kita bedah informasinya!

Investor Antre, Pesanan Tembus Rp181 Triliun!

Berdasarkan laporan dari Bloomberg, "war" tiket saham SpaceX langsung diserbu peminat. Nggak main-main, pesanan dari para investor institusi raksasa dikabarkan sudah menembus angka US$10 miliar atau setara dengan Rp181 triliun.

Jumlah pesanan yang masuk ini jauh melebihi kuota saham yang ditawarkan perusahaan. Istilah keren di dunia saham untuk kondisi ini adalah oversubscribed (kelebihan permintaan). Minat yang membludak ini bahkan sudah melewati target awal yang dipasang oleh manajemen SpaceX.

Siap Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah

Bukan Elon Musk namanya kalau nggak bikin gebrakan besar. IPO SpaceX ini diprediksi bakal jadi salah satu sejarah paling besar di pasar modal dunia.

SpaceX berencana melepas sekitar 555,6 juta lembar saham dengan harga pas di angka US$135 atau sekitar Rp2,16 juta per lembar. Target total dana segar yang ingin mereka kumpulkan mencapai US$75 miliar atau setara dengan Rp1.200 triliun.

Kalau target ini gol, SpaceX bakal resmi memecahkan rekor IPO terbesar di dunia, mengalahkan raksasa minyak Saudi Aramco yang mengumpulkan US$29,4 miliar (sekitar Rp470 triliun) pada 2019 lalu. Dengan harga tersebut, nilai total perusahaan alias valuasi SpaceX setelah melantai di bursa bakal menyentuh angka fantastis, yaitu US$1,75 triliun atau setara dengan Rp28.000 triliun.

Menariknya, IPO ini pakai sistem all-primary offering. Artinya, 100% uang yang disetor investor baru bakal langsung masuk ke kas perusahaan buat modal berinovasi bukan buat masuk ke kantong pribadi pemilik lama. Saham ini rencananya bakal mejeng di bursa Nasdaq (Amerika Serikat) dengan kode saham SPCX.

Kenapa Investor pada Kebelet Beli Saham SpaceX?

Bagi para investor, SpaceX bukan cuma perusahaan yang bikin roket lalu diterbangkan ke luar angkasa. Daya tarik utamanya ada di ekosistem bisnis masa depan yang mereka kuasai:

Raja Roket Komersial 

SpaceX adalah penguasa pasar peluncuran satelit dunia. Lewat roket Falcon 9 yang bisa dipakai berulang kali (reusable), mereka bisa memangkas biaya operasional secara drastis sampai kompetitor lain susah mengejar.

Mesin Duit Starlink

Layanan internet satelit ini jadi sumber cuan utama mereka. Starlink bisa menyediakan internet cepat sampai ke pelosok bumi yang nggak terjangkau kabel bawah laut.

Kolaborasi dengan AI 

Langkah SpaceX melakukan penggabungan bisnis (merger) dengan xAI perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk bikin investor makin tergiur. Mereka melihat potensi teknologi masa depan, seperti bikin pusat data berbasis AI langsung di orbit bumi.

Apakah Saham SpaceX Masih Bisa "Terbang" Lebih Tinggi?

Pertanyaan besarnya, kalau nilainya sudah langsung sebesar itu pas pertama kali rilis, harganya masih bisa naik lagi nggak setelah resmi diperdagangkan?

Jawabannya balik lagi ke visi jangka panjang perusahaan. Sebagian analis menilai penawaran saham skala raksasa kayak gini biasanya rawan koreksi karena pasar yang sudah jenuh. Tapi di sisi lain, SpaceX punya keunggulan yang jarang dimiliki perusahaan lain, bisnisnya nyata dan inovasinya jalan terus.

Dengan modal segar hasil IPO yang melimpah, SpaceX punya "bahan bakar" baru buat mendanai proyek ambisius mereka, mulai dari memperluas jaringan internet Starlink sampai menyempurnakan teknologi AI global. Pintu buat SpaceX untuk "terbang" ke nilai investasi yang lebih tinggi masih terbuka sangat lebar. 

Jadi Oppal Gengs siap war saham SpaceX juga?