Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam suku dan daerah yang tersebar di berbagai daerah kepulauan. Saat memasuki musim perayaan hari kemerdekaan, ada berbagai macam tradisi unik yang dilakukan dengan ciri khas dan gaya yang berbeda di setiap daerah.
Nuansa perayaan HUT RI umumnya selalu lekat dengan upacara bendera, dekorasi merah putih, dan beragam perlombaan yang diadakan oleh berbagai kalangan. Namun, setiap daerah memiliki tradisi perayaan yang berbeda-beda dengan keunikannya tersendiri. Mau tahu seperti apa? Ikuti terus pembahasannya.
7 Tradisi Unik Untuk Merayakan Hari Kemerdekaan di Beberapa Daerah
1. Aceh: Tradisi Pacu Kude
Salah satu kebiasaan yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Aceh adalah lomba ‘pacu kude’ yang hanya dilakukan pada momen-momen spesial tertentu saja, seperti momen perayaan Hari Kemerdekaan RI.
Biasanya, tradisi ‘pacu kude’ ini akan dilakukan dalam kurun waktu seminggu penuh. Pada 2019, tradisi ini diisi oleh lebih dari 350 kuda yang terlibat. Rata-rata umur peserta berkisar 12–20 tahun. Uniknya, kuda-kuda yang mereka gunakan bukanlah kuda biasa, melainkan kuda dari hasil persilangan kuda Australia dan kuda Gayo.
2. Semarang: Lomba Obor Estafet
Berbeda lagi dengan perayaan HUT RI yang diadakan di Semarang. Lomba estafet obor menjadi kebiasaan yang sering dilakukan mendekati hari kemerdekaan. Tradisi ini mungkin jarang ditemukan di daerah-daerah lain dan menjadi ciri khas bagi masyarakat sekitar.
Peserta yang mengikuti lomba obor estafet juga bukan orang sembarangan, Mereka merupakan atlet profesional yang sudah memiliki jam terbang tinggi pada cabang lomba ini. Mekanismenya pun cukup mudah. Peserta harus membawa obor yang nantinya akan diberikan kepada anggota tim untuk diteruskan pada jalur yang sudah ditentukan.
Penggunaan obor sendiri memiliki arti tersendiri. Obor dinilai sebagai simbol dari semangat para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Baca juga: Ide Lomba Acara 17 Agustus 2026 yang Seru Untuk Lingkungan RT RW
3. Lombok: Peresean
Berbeda dari kebanyakan daerah lain, perayaan HUT RI di Lombok bukan berupa lomba yang selalu diselenggarakan ketika mendekati tanggal 17 Agustus. Mereka memiliki tradisi sendiri yang dikenal sebagai tradisi ‘Peresean’ yang merupakan tradisi tradisional yang diadakan oleh suku Sasak.
Peresean merupakan tradisi pertarungan yang dilakukan antara dua orang yang sama-sama menggunakan pakaian adat Lombok, dilengkapi dengan perisai yang terbuat dari kulit sapi dan tongkat rotan. Pertarungan ini akan dilakukan hingga salah satu dari petarung terluka.
4. Bandung: Pawai Jampana
Pawai umumnya menjadi tradisi yang sangat melekat dengan perayaan HUT RI. Namun, pawai yang diadakan di Bandung ini memiliki keunikannya sendiri, Pawai Jampana adalah kegiatan pawai di mana warga-warga akan menyediakan beragam hasil bumi, kerajinan tangan, dan hidangan makanan.
Barang-barang ini nantinya akan ditaruh di beberapa tandu besar yang akan dibawa oleh 4 orang peserta. Tandu yang dibawa pun akan dihias untuk memperindah. Biasanya dihias dengan tumpeng. Tumpeng tersebut akan menjadi sajian yang nantinya dibagikan kepada peserta pawai. Tidak hanya di Bandung, biasanya masyarakat Jawa Barat sekitar juga merayakan perayaan yang sama.
5. Banjarmasin: Lomba Dayung
Perayaan HUT RI di daerah Banjarmasin biasanya ditandai dengan diadakannya perlombaan dayung perahu naga yang diselenggarakan setiap tahun di Sungai Martapura. Tradisi unik ini sudah dilakukan sejak lama oleh warga Banjarmasin, sejak 1924 hingga sekarang.
Melalui tradisi ini, terlahir bibit atlet dayung yang nantinya membela Indonesia di ajang kejuaraan internasional. Namun, tidak hanya warga lokal sekitar saja, peserta-peserta lomba dayung ini berasal dari kota-kota dan provinsi tetangga.
6. Cirebon: Sepak Bola Api
Pertandingan sepak bola umumnya selalu diadakan ketika perayaan 17 Agustus berlangsung. Namun, ada yang berbeda dari permainan sepak bola pada umumnya di Cirebon. Penyelenggaraan pertandingan sepak bola ini menggunakan bola api.
Tidak sembarang orang berpartisipasi dalam cabang lomba ini. Ada syarat khusus bahwa pemain harus berpuasa selama 21 hari. Biasanya tradisi ini juga muncul ketika bulan Ramadhan.
7. Batam: Perlombaan Sampan Layar
Satu lagi tradisi unik yang berasal dari daerah Batam dan sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat lokal di sana, yaitu Sampan Layar. Tradisi ini selalu dilakukan di beberapa daerah di Batam dan beberapa daerah di Kepulauan Riau.
Lomba sampan layar sendiri merupakan lomba berlayar dengan jarak kurang lebih 5 km. Tradisi lomba ini sudah diadakan sejak 1959 dan menjadi tradisi rutin yang masih dilakukan masyarakat sekitar hingga sekarang.
Muhammad Ichsan