Amerika Serikat tengah diguncang wacana yang menggemparkan dunia finansial dan politik dengan wajah Presiden Donald Trump berencana dicetak pada uang kertas baru pecahan 250 dolar AS. Jika terwujud, ini akan menjadi momen bersejarah, di mana pertama kalinya dalam lebih dari 150 tahun seorang tokoh yang masih hidup tampil di mata uang resmi Amerika Serikat.
Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Kamis, 28 Mei 2026. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa desain uang kertas tersebut sudah disiapkan sebagai langkah antisipatif, menunggu perubahan undang-undang yang sedang diproses di Kongres.
"Saya memiliki dua mandat untuk mata uang AS saat ini tidak ada orang yang masih hidup yang boleh tampil di uang AS, dan mata uang harus bertuliskan 'In God We Trust.' Saat ini ada usulan undang-undang di DPR dan Senat untuk mengubah syarat pertama itu, sehingga Donald J. Trump bisa tampil di uang kertas 250 dolar," ucapnya.
Para pejabat administrasi Trump pun telah menekan Biro Percetakan untuk mendesain uang kertas 250 dolar bergambar presiden, berdasarkan keterangan empat pegawai aktif dan mantan pegawai instansi tersebut. Dua pejabat yang ditunjuk Trump salah satunya ialah Bendahara AS Brandon Beach, yang mulai mendorong pembuatan rancangan uang kertas baru itu, termasuk membuat mockup wajah presiden.
Baca juga: Breaking! Rupiah Sentuh Rp17.923/Dolar AS Hari Ini
Asal-usul Usulan Mata Uang “Trump”
Pada 27 Februari 2025, anggota DPR AS dari Partai Republik, Joe Wilson memperkenalkan "Donald J. Trump $250 Bill Act". RUU ini mengarahkan Biro Pengukiran dan Percetakan untuk mendesain dan mencetak uang kertas pecahan 250 dolar yang menampilkan gambar Presiden Trump, sekaligus menciptakan pengecualian terhadap larangan abad ke-19 agar mantan dan presiden aktif dapat tampil di mata uang.
Desain yang beredar menampilkan potret Trump dengan warna bendera AS, logo "250", serta tanda tangan sang presiden.
Adapun uang kertas ini dirancang khusus untuk merayakan Semiquincentennial, atau peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 2026. Trump juga akan tampil di sejumlah koin, termasuk koin emas 24 karat dan koin 1 dolar yang rencananya beredar sebagai alat pembayaran. Desain koin emas tersebut sudah disetujui oleh Komisi Seni Rupa AS pada Maret lalu.
Selain itu, tanda tangan Trump juga akan tercetak di semua uang kertas baru yang dicetak — sebuah terobosan dari tradisi sebelumnya yang hanya mencantumkan tanda tangan menteri keuangan dan bendahara negara.
Baca juga: Dolar AS Sentuh Rp17.721 Hari Ini, Level Psikologis Rp18.000 Bisa Tembus?
Larangan yang Berusia 160 Tahun
Rencana ini bukan sekadar terobosan desain, melainkan harus merobohkan tembok hukum yang sudah berdiri kokoh sejak abad ke-19. Berdasarkan Undang-Undang Kongres tahun 1866, orang yang masih hidup dilarang tampil di mata uang AS. Aturan ini lahir untuk menghindari kesan monarki, dan menegaskan bahwa mata uang hanya boleh menampilkan potret individu yang sudah meninggal dunia.
Bila Kongres mengubah undang-undang tersebut, Trump akan menjadi orang hidup pertama yang tampil di mata uang AS sejak tahun 1866.
Saat ini, nasib uang kertas bergambar Trump sepenuhnya berada di tangan Capitol Hill. Departemen Keuangan menegaskan akan tetap patuh pada hukum yang berlaku. Bila RUU tersebut berhasil disahkan, Trump akan menorehkan namanya bukan hanya dalam sejarah politik Amerika, tetapi juga secara harfiah dalam genggaman tangan rakyat Amerika setiap hari.
Saifan Zaking