Pemprov DKI telah merampungkan renovasi sekolah di Jakarta, 16 dari 19 gedung sekolah yang memang sudah menjadi target anggaran 2025 dengan total anggaran sebesar Rp876,7 miliar di lima wilayah administrasi. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, langsung melakukan tinjauan ke dua sekolah yang baru saja selesai direnovasi, yaitu SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Senin (12/10/2026).
Source: Warta Kota Tribunnews
Kondisi Sekolah Sebelum Direnovasi
Menurut Pramono, gedung SD dan SMP tersebut sudah berusia sekitar 50 dan 60 tahun, dengan bentuk bangunan datar dan hanya memiliki satu lantai. Contohnya, SDN Pekayon 05 dan 12 sudah berdiri sejak 1972, sedangkan bangunan SMPN 91 sudah dibangun pada 1962. Keterbatasan ketersediaan ruang juga terlihat dari jumlah kelasnya: SDN Pekayon 05 dan 12 hanya memiliki 24 rombongan belajar dengan 14 ruang kelas, sementara SMPN 91 punya 16 rombel dengan delapan ruang kelas.
Bagaimana kondisi lapangan sebelum direnovasi juga masih membekas di ingatan para siswa. Raihan, siswa SDN Pekayon 05, membandingkannya dengan lapangan baru: “Kalau jatuh langsung berdarah.”
Setelah Renovasi: Dua Sekolah dalam Satu Gedung Bertingkat
Dua sekolah yang dulunya terpisah, setelah direnovasi, kini sudah diintegrasikan menjadi satu kawasan pendidikan dalam satu gedung bertingkat yang memiliki enam lantai. Berdasarkan SK Gubernur Nomor 269 Tahun 2025, SDN Pekayon 05 dan 12 juga digabungkan menjadi satu di SDN Pekayon 05. Biaya pembangunan yang dikeluarkan mencapai angka Rp101,3 miliar. Pramono menjelaskan alasan membangun ke atas atau bertingkat karena lahan di Jakarta sudah terbatas dan mahal, sehingga ruang di permukaan bisa dimanfaatkan untuk sarana olahraga.
Sekarang ini SMPN 91 memiliki 21 ruang kelas, bertambah dari sebelumnya yang hanya memiliki delapan. Penambahan ini bertujuan untuk mendukung aktivitas pembelajaran sekaligus menambahkan daya tampung bagi warga Kelurahan Pekayon.
Baca juga: Pramono Bangun Ulang SDN Kebayoran Lama yang Roboh Sejak 2024, Modal Rp50 Miliar
Fasilitas yang Sebelumnya Tidak Ada
Gedung yang baru saja direnovasi dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas seperti lift, perpustakaan, kantin, musala, lapangan basket, dan lapangan mini sepak bola. Selain itu, setiap kelas juga dilengkapi dengan smart board dan gedung dipasangi CCTV untuk menjaga keamanan. Lift dirancang untuk membantu siswa penyandang disabilitas dan siswa akan selalu diberikan pengawasan serta pendampingan guru untuk menggunakannya.
Respons Siswa Terhadap Kebijakan Ini
Riva Hidayat, siswa kelas 8D SMPN 91, menyebut lift dan kamar mandi sebagai hal yang paling dirasakan perubahannya. “Jadi saya semakin semangat untuk belajar di sekolah ini,” katanya. Pramono sendiri menilai sekolah ini tak kalah dengan sekolah di luar negeri, meski mengakui lift membutuhkan masa adaptasi di awal pemakaian.
Sekolah Lain Juga Masuk Ke Dalam Program Renovasi
Selain kedua sekolah yang telah disebutkan di atas, renovasi tahun anggaran 2025 juga mencakup sekolah-sekolah lain, yakni SDN Pondok Bambu 01 dan SDN Cakung Timur 02 di Jakarta Timur, serta SDN Tegal Alur 02/04, SMAN 33, SDN Jati Pulo 07, SMPN 130, SDN Kota Bambu 01/02, dan TKN Meruya Selatan di Jakarta Barat. Di Jakarta Selatan ada SDN Cilandak Barat 08, SDN Cipulir 11, SDN Gandaria Selatan 03, SDN Lebak Bulus 04, SDN Tebet Timur 07, dan SMPN 15, ditambah pembangunan unit sekolah baru SMPN 299. Sisanya adalah SMKN 55 di Jakarta Utara dan SDN Petojo Utara 01 di Jakarta Pusat.
Tantangan: Merawat Setelah Membangun
Pramono mengakui satu kelemahan umum: “Kita sering kali bisa membangun tetapi tidak bisa merawat dengan baik.” Karena itu, ia menyatakan akan ikut memastikan pengawasan dan pemanfaatan gedung. Sementara itu, tiga gedung lain masih dalam proses penyelesaian.
Muhammad Ichsan