Halo Oppal Gengs! Kenalin, namaku Agustina Wahyu Nur Rizki, tapi orang-orang biasanya akrab menyapaku Gusti. Perjalananku di dunia Coffee dan F&B dimulai tahun 2022 di Semarang. Saat itu, aku cuma seorang pemula yang modalnya cuma rasa ingin tahu yang besar. Aku belajar dari nol mulai dari memahami jenis biji kopi, proses pascapanen, sampai teknik mengolahnya menjadi segelas minuman yang punya karakter.
Babak Baru: Menjadi Bagian dari Oppal Coffee

Titik balik karierku terjadi pada September 2025. Aku resmi bergabung dengan Oppal Coffee, bahkan sejak coffee shop ini baru pertama kali terbentuk. Menjadi bagian dari "keluarga awal" Oppal Coffee bukan sekadar soal pekerjaan bagiku, tapi soal tumbuh bersama. Di sini, aku nggak cuma mengasah kemampuan teknis, tapi juga belajar memperluas relasi dan bertemu dengan banyak orang baru yang memberiku perspektif berbeda.
Satu hal yang paling aku syukuri adalah support system yang luar biasa dari Oppal Coffee. Mereka adalah alasan kenapa aku berani melangkah keluar dari zona nyaman dan mencoba tantangan yang sebeJlumnya nggak pernah terlintas di pikiranku.
Cerita di Balik Juara 1 di Kategori Mixology Mocktail/Non Alcohol

Berkat dukungan penuh dari tim, aku akhirnya memberanikan diri terjun ke dunia kompetisi mixology yang diselenggarakan oleh Tofico dan Kopi Romantis di Lembang, Bandung. Dengan konsep bertajuk “Romantic Mixology,” aku membawa dua narasi kuat di balik minuman buatanku.
Pertama, aku bercerita tentang sisi pahit dari rasa sakit saat jatuh cinta sebuah perasaan yang hampir semua orang pernah alami. Kedua, aku menghadirkan sisi "perayaan," sebuah pesan bahwa cinta bisa terasa sangat ringan ketika kita sudah mampu berdamai dengan semua emosi yang ada. Lewat teknik, kreativitas, dan pesan yang matang, aku berhasil meraih Juara 1 kategori Mixology Mocktail (Non-Alcohol). Kemenangan ini sepenuhnya kupersembahkan untuk Oppal Coffee yang selalu memberikan support.
Menolak Menyerah pada Kegagalan
Kalau melihat ke belakang, perjalananku menuju podium nggak selalu mulus. Aku sempat jatuh bangun di berbagai kompetisi. Tahun 2023, aku pernah mencoba peruntungan di lomba Manual Brew tapi langkahku terhenti di semifinal. Aku juga sempat mencicipi kekalahan di kompetisi Aeropress.
Tapi bagiku, menyerah bukan pilihan. Aku terus konsisten belajar, dan hasilnya mulai terlihat saat aku berhasil menyabet Juara 1 di sebuah kompetisi Manual Brew, dan di kesempatan lain meraih Juara 3. Puncaknya, keberanianku untuk menjajal dunia Open Service Mixology di Bandung sebuah bidang yang benar-benar baru bagiku justru berbuah manis dengan kemenangan pertama yang kubawa pulang untuk Oppal Coffee.
Menatap Masa Depan
Kemenangan di Bandung bukan akhir, melainkan awal yang baru. Bersama Oppal Coffee, aku ingin terus bereksperimen, bertemu lebih banyak relasi, dan membuktikan bahwa dengan ketekunan serta dukungan lingkungan yang positif, kita bisa berdiri di tempat yang nggak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Agustina