Kisah Wamen Stella Saat Kuliah di Harvard, Pernah Jadi Tukang Bersih Toilet Hingga Temenan Sama Natalie Portman!

  • Bayu Dewantara

Bisa masuk Harvard itu mimpi, tapi bertahan hidup di sana itu perjuangan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti saintek) Stella Christie membagikan kisah penuh inspirasinya saat menempuh studi sarjananya di Harvard University. Ia menceritakan kalau saat kuliah, dia nggak cuma fokus baca buku di perpustakaan. Untuk menyambung hidup dan tambahan uang saku, beliau pernah mengambil pekerjaan sebagai petugas kebersihan (cleaner) di kampus elite tersebut.


Kisah ini baru dibagikan oleh Ibu Wamen Stella pada acara Alumni United Conference, sebuah kegiatan yang mempertemukan alumni dari banyak program studi Amerika Serikat, pada Sabtu (11/4/2026) di Jakarta.



(Source: Universitas Muhammadiyah Makassar)


Menjadi Janitor untuk Uang Saku 

Waktu kuliah di Harvard, Wamen Stella memang dapat beasiswa penuh untuk biaya kuliah dan tempat tinggal. Tapi masalahnya, beliau nggak dapet uang saku. Alhasil, mau gak mau beliau harus putar otak buat cari duit tambahan.

Menariknya, ia lebih memilih jadi janitor (petugas kebersihan) karena uang yang ia dapatkan lumayan gede. 

"Bekerja di perpustakaan saat itu dibayar 8 dollar AS per jam. Namun, membersihkan toilet dibayar 13,50 dollar AS per jam. Jadi, Anda bisa hitung sendiri," ungkap Ibu Stella 

Harvard Mindset: Kerja Kasar Bukan Berarti Rendah

Nah, ini yang bikin beda. Ibu Stella bilang kalau di Harvard, mahasiswa nggak dilarang atau dianggap aneh kalau kerja kasar. Malah, hal itu dianggap sebagai latihan manajemen waktu dan cara memahami semua aspek pekerjaan.

Beliau sempat membandingkan, kalau di sini mungkin orang akan bilang, "Ngapain kuliah di kampus top tapi kerja jadi tukang bersih-bersih? Buang waktu!". Tapi baginya, justru dari pekerjaan itulah beliau belajar jadi orang yang tetap rendah hati dan bermental baja.

Paginya Jadi Janitor, Sorenya Kerja Bareng Pemenang Oscar! 

Ini bagian yang paling bikin iri, Oppal Gengs. Di masa kuliahnya yang super sibuk itu, Kak Stella juga aktif jadi koreografer tari untuk anak SD di program bernama CityStep.

Tahu nggak siapa rekan kerja beliau saat bikin koreografi? Natalie Portman! Iya, aktris pemenang Oscar itu adalah teman seangkatan Kak Stella.

"Bayangin, pagi kamu mungkin lagi nyikat toilet, sorenya kamu nongkrong bareng Natalie Portman buat bikin tarian. Itulah spektrum sosial yang gila di Harvard," kenang beliau.

Dari semua pengalaman itu, Buk Wamen Stella belajar soal inklusivitas. Baginya, pendidikan itu bukan buat bikin batasan antara "si pintar" dan "si nggak tahu apa-apa".

Sesuai motto Harvard, Veritas (Kebenaran), ia lebih percaya kalau ilmu itu harusnya bikin kita bareng-bareng memperluas batas pengetahuan manusia, bukan malah bikin kita merasa lebih tinggi dari orang lain.