Ada di Sekitar Kita, Penjelasan soal Mikroplastik dan Bahayanya

Stop gunakan plastik!

78
Ilustrasi mikroplastik

Dalam kehidupan kita, kadang kita tidak sadar telah menghirup atau mengonsumsi material atau bahan yang berbahaya bagi tubuh, contohnya mikroplastik. Material ini jika masuk ke tubuh kita akan mengakibatkan berbagai penyakit hingga menjadi penyebab tumor loh.

Sebelum kita membahas lebih dalam, yuk kita pelajari apa itu mikroplastik. Disadur dari website brin.go.id, mikroplastik adalah adalah bahan plastik yang ukurannya kurang dari 5 millimeter. Contohnya adalah resin pelet dan microbeads.

Microbeads primer biasanya ditemukan dalam produk perawatan pribadi, cat, bahan pembersih. Selain itu, ada mikroplastik sekunder merupakan partikel plastik yang dihasilkan dari pecahan-pecahan sampah plastik yang besar setelah mengalami fotodegradasi. Penggunaan plastik sekali pakai merupakan sumber utama terbentuknya mikroplastik.

Peneliti dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) Dwi Amanda Utami, menjelaskan bahwa mikroplastik ini ada di sekitar kita, karena ukurannya yang sangat kecil.

“Mikroplastik merupakan partikel plastik atau fiber dengan ukuran <5mm. Tipe mikroplastik ini ada 2, yakni primer dan sekunder. Mikroplastik primer diproduksi dalam ukuran yang sangat kecil, contohnya Polyethylene microbeads yang banyak terdapat pada produk kecantikan. Sedangkan mikroplastik sekunder berasal dari degradasi plastik sekali pakai yang berukuran lebih besar,” jelas Mba Dwi sebagaimana dikutip dari situs itb.ac.

Mba Dwi mencontohkan, ketika kita mencuci 6 kg baju dari serat sintetis, secara tidak langsung kita telah membuang sekitar 700.000 serat mikroplastik ke saluran air dan akan berakhir di laut. Siklus inilah yang membuat mikroplastik menyebar dengan cepat dan dikonsumsi oleh biota laut.

Bahkan, di Indonesia sendiri jumlah sampel ikan di Indonesia yang mengandung mikroplastik bahkan 5 kali lebih banyak dibandingkan di Amerika Serikat. Oh My!

Dari perjalanannya di saluran air dan laut dan dikonsumsi ikan, maka keberadaan mikroplastik di dalam perut ikan dan sumber air tawar dapat menjadi jalan masuk ke tubuh manusia. 

Ilustrasi ikan yang berada di perairan tercemar limbah plastik
Ilustrasi ikan yang berada di perairan tercemar limbah plastik/Shutterstock

Potensi bahaya bagi manusia

Lebih jauh, jika tertelan oleh biota laut, maka mikroplastik dapat mengakibatkan merusak organ pencernaan, mengurangi cadangan energi pada tubuh, mengganggu sistem reproduksi dan akhirnya akan mengakibatkan kematian pada hewan tersebut.

Mba Dwi kemudian menerangkan bahwa mikroplastik ditemukan pula pada makanan dan minuman. Beberapa penelitian di berbagai negara mereka menemukan mikroplastik di dalam bir, madu, makanan kaleng, gula, dan juga garam.

Anyway gaes! Mikroplastik dapat menimbulkan potensi bahaya pada kesehatan. Mba Dwi menuturkan dalam berbagai penelitian potensi yang ditimbulkan oleh mikroplastik adalah karena mikroplastik mengandung zat adiktif yang berbahaya bagi kesehatan.

Kemudian plastik dapat menyerap bahan kimia berbahaya yang terlarut dalam air. Potensi bahaya mikroplastik lainnya karena semakin kecil ukuran partikel plastik, semakin efisien dalam mengakumulasi racun.

Ilustrasi ikan yang terkontaminasi mikroplastik
Ilustrasi ikan yang terkontaminasi mikroplastik/Shutterstock

Sementara itu, potensi bahaya mikroplastik lainnya pada kesehatan manusia adalah memicu pertumbuhan tumor, penghambat sistem imun, dan mengganggu sistem reproduksi. Saat ini, keberadaan mikroplastik belum berada di tingkat yang mengancam, dan akan semakin berbahaya selama kita masih menggunakan produk dari material plastik.

Bahkan, kabar terbaru mikroplastik juga sudah ada di udara gaes. Artinya, udara yang kita hirup bisa jadi ada kandungan material berbahaya ini.

Mikroplastik yang berterbangan di udara sekitar kita, bersama dengan debu atau partikel kecil lainnya. Ukurannya yang kecil mengakibatkan mikroplastik dengan mudah terhirup dan berisiko mengakibatkan infeksi saluran pernapasan dan gangguan paru-paru.

Gak heran ya, belakangan ini makin banyak penyakit. Di laut tercemar, di udara juga sama. Kita udah harus benar-benar mengurangi penggunaan plastik nih gaes.

Yuk kita mulai dari diri sendiri dengan stop gunakan material plastik dan ikut menjaga bumi kita tercinta ini