Apa Itu FOBO dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Fear of better options adalah keadaan di mana kamu sulit membuat keputusan dan berkomitmen.

384
0
FOBO

Mengambil keputusan memang tidak mudah, apalagi kalau harus berkomitmen dengan keputusan tersebut sampai akhir (sama seperti membuat resolusi, oh sulitnya mencentang seluruh resolusi tersebut). Hal ini sebenarnya wajar saja terjadi, terutama jika kita merasa punya banyak opsi dan merasa khawatir enggak bisa menjatuhkan pilihan pada opsi terbaik.

Jika kamu merasa demikian, bisa jadi kamu sedang mengalami fear of better options atau FOBO. Seorang venture capitalist dari Amerika Serikat, Patrick McGinnis menemukan istilah ini. FYI gengs, ia juga sebelumnya membuat istilah bernama fear of missing out (FOMO).

FOBO
Fear of Better Options (FOBO)/Lanre Dahunsi

Anyway, FOBO sendiri adalah gambaran seseorang yang merasa kewalahan terhadap berbagai kemungkinan yang dapat terjadi, baik itu soal hal yang remeh hingga hal yang penting. Padahal, enggak ada jaminan yang pasti juga mengenai konsekuensi dari pilihan itu.

Akan tetapi, rasa takut ini akhirnya membuat seseorang mungkin enggan membuat komitmen, atau mereka terlihat seperti akan membuat keputusan, tapi membatalkannya. It’s FOBO.

Menurut McGinnis, FOBO bisa terjadi di mana-mana, mulai dari keputusan kecil seperti apa yang harus dimakan untuk makan malam, sampai yang lebih penting seperti apakah akan mengambil pekerjaan baru.

FOBO
Ilustrasi FOBO/shutterstock

Well, apa pun masalahnya, mereka yang mengalami FOBO mungkin merasa kewalahan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi. Mc Ginnis juga menyatakan, FOBO sebetulnya bukanlah masalah baru. Ia beranggapan bahwa manusia sejak dulu memiliki sifat alamiah untuk selalu menginginakan yang terbaik.

“Jutaan tahun lalu, leluhur kita terbiasa untuk menunggu, karena ketika itu, mereka akan lebih mungkin untuk sukses bila melakukannya,” kata McGinnis.

Di masa sekarang, semakin banyak orang yang merasakan FOBO. Terlebih, karena mudah untuk kita menemukan pembanding di media sosial.

Perkembangan dan kemajuan teknologi serta internet membuat kita sadar bahwa ada alternatif cara hidup yang berbeda selain yang kita jalani, sehingga membuat kita merasakan FOBO. Di samping itu, kita juga tahu bahwa di luar sana ada lebih banyak opsi yang bisa diambil, hingga membuat kita merasakan fear of better options.

Meski demikian, ini juga menarik untuk diketahui bahwa fear of better options sebenarnya digambarkan sebagai penderitaan yang muncul karena kemewahan yang dimiliki. It’s like a privilege isn’t it?

Karena, untuk bisa merasakan FOBO, kita harus punya berbagai pilihan lebih dulu. Sementara, enggak semua orang benar-benar bisa memiliki kemewahan berupa pilihan, gengs.

McGinnis berpendapat, orang yang mengalami FOBO itu sebenarnya takut saat melepaskan pilihan. Karena, jika kita ingin mendapatkan yang sesuai dengan keinginan , pastinya kita harus melepas sebagian besar pilihan yang lain. Dengan rasa takut ini, seseorang akhirnya kesulitan memilih dan membuang-buang waktu mereka.

Cara Mengatasi FOBO

via GIPHY

Kalau kamu terlanjur merasa seperti ini, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi rasa fear of better options, gengs.

Pertama, kamu disarankan untuk sadar akan apa yang sedang terjadi, yaitu mengkhawatirkan hal yang bisa jadi enggak terlalu penting. Hal seperti ini diperlukan untuk menyadarkan kalau kita mungkin sedang menghabiskan waktu dan energi hal yang belum tentu benar-benar signifikan dalam hidup.

Dalam laporan The Sydney Morning Herald, McGinnis menyarankan kita untuk menganalisis pilihan yang ada dan membuang hal yang dirasa enggak perlu-perlu banget. Tujuan hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko menghabiskan waktu di antara pilihan yang sama secara berulang-ulang.

Kemudian, kamu disarankan untuk belajar membuat pilihan dan menjalani komitmen, gengs. karena, sebaik apa pun kita membuat plan, hidup selalu membawa kita kepada hal-hal yang enggak terduga. Yup, that’s life.

Last but not least, hindari juga penggunaan media sosial yang berlebih, gengs. Sebab, FOBO bisa muncul dari banjirnya informasi yang diterima lewat internet dan media sosial. Sejumlah pilihan juga bisa datang dari informasi di internet dan media sosial.

Jadi, pastikan kamu menggunakan media sosial dan internet dengan bijak, ya, gengs. jangan lupa juga untuk berikan jeda pada dirimu dari kehidupan dunia maya. Kalau perlu, coba untuk berhenti mem-follow akun-akun yang bisa membuatmu merasa cemas.

via GIPHY

Selain itu, kamu juga bisa mengatur media sosialmu untuk membatasi berapa lama kamu menjelajahi internet dan media sosial.

Well, ketika kamu sudah memutuskan sesuatu harusnya kamu bisa fokus dengan apa yang kamu pilih, bukan fokus pada hal yang kamu lewatkan. Biasakan juga untuk enggak membebani pikiran dengan hal-hal yang enggak perlu. Itu adalah cara terbaik untuk menjalani hidup yang lebih baik. Hakuna matata!

via GIPHY

TIRA
WRITTEN BY

TIRA

Fashion and sport enthusiast!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *